Tak apa atau orang bilang ora popo, karena bisa pinjam untuk tutup lobang
APBN. Pertanyaan yang timbul ialah apakah defisit yang berlangsung dari
rezim ke rezim bisa diatasi dalam waktu dua atau tiga tahun mendatang?


https://www.wartaekonomi.co.id/read254703/sri-mulyani-pastikan-defisit-anggaran-melebar-jadi-22.html

Minggu, 03 November 2019 05:54 WIB
*Sri Mulyani Pastikan Defisit Anggaran Melebar jadi 2,2%*

*WE Online, Jakarta <https://www.wartaekonomi.co.id/dateline1/jakarta.html>*
 -

Defisit anggaran tahun ini dipastikan akan melebar menjadi 2%-2,2% terhadap
Produk Domestik Bruto (PDB). Kepastian ini disampaikan Menteri Keuangan,
Sri Mulyani Indrawati. Menurutnya defisit ini melebar dari target di APBN
2019 sebesar 1,87% dan outlook 1,93%.

Sri Mulyani mengatakan pelebaran defisit anggaran ini karena target
penerimaan negara kembali tidak tercapai pada tahun ini.


Target penerimaan negara tahun ini sebesar Rp2.165,1 triliun. Target
penerimaan itu terdiri dari penerimaan perpajakan (Pajak dan Bea Cukai)
Rp1.786,4 triliun, PNBP Rp378,3 triliun dan Hibah Rp400 miliar.

Kembali melesetnya target penerimaan negara, kata Sri Mulyani, karena
shortfall yang besar dari penerimaan pajak. Hingga Agustus lalu, penerimaan
negara dari pajak baru mencapai Rp920,2 triliun atau 50,78% dari target
APBN sebesar Rp1.577,56 triliun.

*Baca Juga: **Lanjut Jadi Menkeu, Ini Sederet Prestasi Sri Mulyani
<https://www.wartaekonomi.co.id/read252787/lanjut-jadi-menkeu-ini-sederet-prestasi-sri-mulyani.html>*

Apakah karena target ketinggian? Sri Mulyani menjelaskan bahwa target
penerimaan negara yang ditetapkan pemerintah sangat realistis. Sebab, saat
target disusun, pemerintah tidak memprediksi bahwa kondisi perekonomian
akan seperti ini.

"Di dalam kita menetapkan target ada basis dari perhitungannya dan kemudian
kitia diskusikan dengan DPR, sehingga kita kita bisa menetapkan target
tersebut. Bukan hanya dari sisi pure ekonomi tapi juga dari suatu proses
politik yang dilakukan bersama-sama," ujar Sri Mulyani di Kemenkeu, Sabtu
(2/11/2019).

Sri Mulyani menjelaskan bahwa kondisi perekonomian global yang menekan saat
ini, maka pemerintah juga melihat bagaimana untuk penyusunan tahun
berikutnya.

"Kedua kondisi ekonomi bisa saja berubah seperti yang terjadi tahun 2019
ini, dimana akselerasi dari perlambatan global mempengaruhi ekonomi dalam
negeri, sehingga kalau kita lihat dari berbagai asumsi harga komoditas,
minyak, itu juga berubah secara dinamis. Sehingga memang di dalam
memperkirakan, kita akan selalu dihadapkan pada kondisi ketidakpastian
ini," tambahnya.

Namun, ia menekankan saat ini yang paling penting adalah fungsi dari APBN
sendiri untuk menjaga ekonomi agar tetap suistainable. Selain itu, akan
tetap berupaya untuk mengumpulkan penerimaan paling tidak mendekati dari
target APBN saat ini.

"Itu yang paling penting, karena dari sisi angka, terutama dari sisi
penerimaan, itu enggak akan mungkin terjadi akurasi karena ekonomi
bergerak. Namun kita juga akan terus mencoba mendekati apa yang sudah
ditargetkan," tandasnya.

*Partner Sindikasi Konten:* SINDOnews
<https://jateng.sindonews.com/read/10702/1/menteri-keuangan-sebut-defisit-anggaran-melebar-menjadi-22-1572711075>

Kirim email ke