https://www.wartaekonomi.co.id/read254671/soal-cadar-dan-celana-cingkrang-komentar-yusuf-mansur-mantap.html?utm_source=dable


Sabtu, 02 November 2019 19:40 WIB
*Soal Cadar dan Celana Cingkrang, Komentar Yusuf Mansur Mantap!*

*WE Online, Surakarta
<https://www.wartaekonomi.co.id/dateline513/surakarta.html>* -

Kontroversi yang timbul dari pernyataan Menteri Agama
<https://www.wartaekonomi.co.id/tag3559/kementerian-agama.html>, Fachrul
Razi <https://www.wartaekonomi.co.id/tag29087/fachrul-razi.html> soal
aturan cadar dan celana cingkrang di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kali ini, salah satu ustad ternama, Yusuf Mansur ikut buka suara.

Yusuf Mansur <https://www.wartaekonomi.co.id/tag17125/yusuf-mansur.html>
menilai
dalam hidup memang selalu ada perbedaan dan perselisihan pendapat termasuk
mengenai cara berpakaian. Namun ia mengatakan, menjadi tak elok jika
melihat suatu perbedaan dengan mengeneralisasi dengan dasar kecurigaan.

"Tidak elok ketika melihat berbeda atau tak sama terus kita mengeneralisir
dengan satu dasar kecurigaan ketakutan. Khusus soal cadar dan celana
cunkring dikhawatirkan radikalisme dan unsur keamanan," ujar Yusuf Mansur
lewat akun Instagram <https://www.wartaekonomi.co.id/tag8208/instagram.html>
-nya.

*Baca Juga: **Waduh! Fachrul Razi Ogah Disebut Menteri Agama Islam, Terus?
<https://www.wartaekonomi.co.id/read253270/waduh-fachrul-razi-ogah-disebut-menteri-agama-islam-terus.html>*

Ia mengakui suka memakai celana yang agak sedikit mengatung. Menurutnya,
cara berpakaian adalah berbicara kenyamanan dan keyakinan seseorang.
"Perkara kenyamanan seorang mungkin seluruh badan, satu tubuh perempuan
aurat hanya mata dia pakai cadar. Itu kan bicara keyakinan," katanya.

Jika dengan kenyamanan dan keyakinan seseorang tersebut hak seseorang
menjadi hilang maka ia menuturkan hal tersebut kurang bijak dan arif.

"Jika hak seorang hilang tak boleh jadi PNS, bekerja di instansi pelayanan
publik menurut saya kurang bijak dan arif," ucapnya.

Lebih lanjut, Ustaz Yusuf memberikan beberapa contoh mengenai generalisir
terhadap sesuatu. Jika ada seorang pencuri memakai celana pendek, ia pun
mempertanyakan apakah harus melarang orang memakai celana pendek
dikarenakan takut menjadi pencuri.

"Mungkin tepat generalisir dalam kerangka penelitian tapi tak tepat buat
kehidupan. Ketika kita menjadi generalis kita tidak happy (senang),"
katanya.

Terkait dengan paham radikalisme, ia pun kembali memberikan contoh jika ada
masjid di dalam sekolah terbukti terpapar radikal, apakah melarang masjid
ada di sekolah atau melarang ada kegiatan di dalam masjid sekolah.

Itu kan tidak bener. Lokalisir saja masjid yang terpapar tersebut," katanya.

Ustaz Yusuf meminta jangan sampai dengan adanya perbedaan membuat kita
berpaham radikal terhadap perbedaan. Ia pun yakin pemerintah melalui
aparatnya dapat melakukan pemantauan mengenai radikalisme dengan cara yang
baik.

"Pemantauan radikalisme itu ada teman BIN, polisi, tentara dan aparatur
negara punya cara meminilaisir itu terjadi. Saya belum yakin kebijakan itu
diterapkan. Kalau seperti itu Indonesia tak Bhineka Tunggal Ika," katanya.

Sebelumnya Menag Fachrul Razi mengkritisi penggunaan celana cingkrang dan
cadar di lingkungan ASN. Karena menurutnya ada aturan yang jelas di
lingkungan pemerintahan.

"Yang tidak boleh masuk instansi pemerintah itu satu, pakai helm. Kedua
yang mukanya gak keliatan, saya gak sebut cadarlah, kan bahaya orang masuk
gak tau itu mukanya siapa," kata Fachrul di Kemenko PMK, Jakarta, Kamis
(31/10/2019).

Kirim email ke