Refleksi : Dalam masalah Propaganda banyak orang yang menggunakan pola 
Glittering Generality. Pemakaian Glittering Generality adalah sangat meluas 
sehingga kita sulit mengenalnya. Karena Glittering Generality- yaitu 
menghubungkan sesuatu dengan ``kata yang baik``dipakai untuk membuat kita 
menerima dan menyetujui sesuatu tanpa bukti-bukti. Kadang-kadang Glittering 
Generality yang dipakai oleh pengiklan dapat mengandung penipuan pada tingkat 
tertentu sehingga tindakan resmi diberlakukan.

Dalam masalah  Politik dan Bisnis, misalnya Glittering Generality, digunakan 
dalam membuat peraturan yang diusulkan sebagai sebuah peraturan: misalnya 
peraturan``hak untuk bekerja``; maka ini bisa menjadi jalan yang efektif agar 
peraturan itu disetujui.  

 

Dalam konteks : Indonesia Undang AS Hadiri Indo-Pacific Infrastructure and 
Connectivity Forum Forum Infrastruktur dan Konektivitas Indo-Pasifik tahun 2020.

Adalah sebuah pernyataan yang hebat, dan gagah, yang bisa memaknai progrmnya – 
Indo-Pacific Infrastructure and Connectivity 2020; merupakan keputusan yang 
efektif dari sebuah Glittering Generality; sepertinya bagus, dan mencerminkan 
bahwa Indonesia membenahi kesepakatan yang gagal, yaitu kesepakatan  rahasia 
umum yang telah dibuat oleh Luhud sebagai panglima infrastruktur OBOR wilayah 
Nusantara; dimana Laut Cina Selatan terus dipenuhi infrastruktur, bahkan 
pulau-pulau buatan, untuk pangkalan militer? 


Roeslan

 

Von: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Gesendet: Mittwoch, 6. November 2019 02:28
An: GELORA45
Betreff: Re: [GELORA45] 2020,Indonesia Undang AS Hadiri Indo-Pacific 
Infrastructure andConnectivity Forum

 

  

Pengakuannya sih gagah, "inisiator infrastruktur dan koneksi digital di kawasan 
(samudra) Indo dan Pasifik". Tetapi apa kerjanya di lapangan? Sebagai mandor 
proyek infrastruktur se-IndoPasifik? Lalu, apa arti semua infrastruktur itu 
ketika Laut Cina Selatan terus dipenuhi infrastruktur, bahkan pulau-pulau 
buatan, untuk pangkalan militer? 

 

Orang bilang ini antara ngibul dan dungu. Ngibul soal bebas-aktif dan dungu 
karena asyik jogetan di gendang nekolimla & nekolimba, sementara Indonesia 
semakin terkepung pangkalan-pangkalan militer asing di LCS, Samudra Indonesia, 
dan Samudra Pasifik.

 

--- roeslan12@... wrote:

 

Ref. Kan namanya Kabinet Indonesia Maju; Artinya Indonesia harus maju untuk  
menjadi pionnya AS di kawasan Samudra Indonesia dan Pasifik barat.

 

Von: Tatiana Lukman

 

Dasar antek imperialis!!! 

 

On Tuesday, November 5, 2019, 03:39:46 PM GMT+1, ajeg wrote:

 

Sekilas tentang Indo-Pasifik, klik:

 <https://en.wikipedia.org/wiki/Indo-Pacific> 
https://en.wikipedia.org/wiki/Indo-Pacific
 

Lanjut ke bagian strategic / geopolitical context.

 

On Tuesday, November 5, 2019 8:35 PM ajeg wrote:

 

Tidak perlu mengundang AS untuk bikin pangkalan militer di Indonesia, sebab 
dengan sepakterjang yang seolah inisiator dari "Indo-Pasifik" Jokowi justru 
menjadikan dirinya sebagai pion AS di kawasan Samudra Indonesia dan Pasifik 
barat -- menenggelamkan sosok Gurpreet Khurana sebagai pencetus konsep 
geopolitik Indo-Pasifik.. 

 

Untuk urusan pertahanan dan keamanan di kawasan 2 samudera itu sudah terbentuk 
kerjasama 4 negara (Quad) yang terdiri dari AS-India-Jepang-Australia. 

 

Kata 'Indo' di sini bukan diambil dari nama negara Indonesia, melainkan kawasan 
seantero Samudra Indonesia. 

 

 <https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/225023> 
https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/225023

 

 

--- ilmesengero@... wrote:

 

Apakah tidak lebih baik sekaligus Jokowi mengundang USA membuat pangkalan 
militer Indonesia? Kalau dibuat pangkalan berarti infrasttruktur dari berbagai 
segi lebih mantap, karena keamanan dan kestabilan   Jakarta bisa dijamin dengan 
adanya SEATO model baru!  hehehehehehehe

 

 
<https://sp.beritasatu.com/dunia/2020-indonesia-undang-as-hadiri-indopacific-infrastructure-and-connectivity-forum/583545/>
 
https://sp.beritasatu.com/dunia/2020-indonesia-undang-as-hadiri-indopacific-infrastructure-and-connectivity-forum/583545/

 

2020, Indonesia Undang AS Hadiri Indo-Pacific Infrastructure and Connectivity 
Forum


 
<https://sp.beritasatu.com/dunia/2020-indonesia-undang-as-hadiri-indopacific-infrastructure-and-connectivity-forum/583545/>
 Suara Pembaruan


 
<https://sp.beritasatu.com/dunia/2020-indonesia-undang-as-hadiri-indopacific-infrastructure-and-connectivity-forum/583545/>
 Senin, 04 November 2019 – 19:53

Bangkok, Beritasatu.com- Indonesia mengapresiasi dukungan AS terhadap ASEAN 
Outlook on the Indo-Pacific.  Oleh karena itu, Indonesia mengundang Amerika 
Serikat (AS) untuk hadir dan berpartisipasi aktif pada penyelenggaraan 
Indo-Pacific Infrastructure and Connectivity Forum tahun 2020.

 



Kirim email ke