http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/9750/polri_kebanjiran_460_kombes


*Polri Kebanjiran 460 Kombes*

Kamis , 07 November 2019 | 16:03

JAKARTA - Ledakan perwira menengah (pamen) Polri berpangkat komisaris besar
(kombes) menjadi salah satu pekerjaan rumah yang diserahkan Mendagri Tito
Karnavian kepada Kapolri Jenderal Idham Azis saat Upacara Penyerahan Panji
Tribrata Polri. Berdasarkan data Polri, saat ini ada 460 kombes yang
istilahnya sudah 'eligible'.

"Yang sudah eligible betul 460-an orang," kata Kepala Biro Penerangan
Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, Kamis (7/11/2019).

Ia menjelaskan maksud dari kata 'eligible' adalah yang sudah sekolah untuk
pangkat perwira tinggi (pati) atau jadi jenderal. Para kombes tersebut,
lanjut Dedi, berhak mendapat promosi jabatan lebih tinggi.

"Itu orang-orang yang sudah memenuhi persyaratan untuk menduduki jabatan
lebih tinggi. Eligible itu kan orang-orang yang memiliki jabatan 2B2 dan
2B1," ujarnya seperti dilansir *detik.com <http://detik.com>*.

SSDM Polri mencatat dari sekitar 460 kombes, ada 284 orang yang belum
mendapat jabatan. Mereka sehari-hari menjadi analis kebijakan di
masing-masing satuan kerja, yang disesuaikan dengan keahliannya. "Saat ini
284 orang (dari 460 kombes) yang anjak (menjadi analis kebijakan atau belum
ada jabatan)," tutur Dedi.

Sebelumnya mantan Kapolri Jenderal (Purn) Tito Karnavian meminta maaf jika
ada kesalahan saat menjabat selama 3 tahun 3 bulan. Tito meminta maaf tidak
bisa menyenangkan semua pihak, termasuk soal ledakan komisaris besar
(kombes).

Awalnya Tito berbicara soal masalah internal yang dia hadapi selama
menjabat sebagai Kapolri. Dia mengaku menghadapi masalah kenaikan kombes
menjadi jenderal bintang satu.

Kirim email ke