Mendagri dorong pembentukan SDM unggul dan Pancasilais
Jumat, 8 November 2019 13:31 WIB
Mendagri dorong pembentukan SDM unggul dan Pancasilais
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (Dok Kemendagri)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendorong
pembentukan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan Pancasilais untuk
mewujudkan Indonesia sebagai negara dengan kekuatan ekonomi besar di dunia.
"Saya melihat topik SDM itu ada dua variabel besar, yakni SDM yang
unggul dan Pancasilais, serta variabel aman," kata Tito, sebagaimana
pernyataan tertulis yang diterima Antara, di Jakarta, Jumat.
Hal tersebut disampaikannya dalam Seminar Sekolah Staf dan Pimpinan
Tingkat Tinggi (Sespimti) Polri di The Opus Grand Ballroom The Tribata,
Jakarta.
Menurut dia, Indonesia diprediksi menjadi negara keempat kekuatan
ekonomi dunia pada 2045, setelah China, Amerika Serikat, dan India.
"Para peneliti yang 'future' atau prediksi ke depan, di antaranya
Indonesia akan menjadi negara dominan. Bahkan, di tahun 2045 Indonesia
akan menjadi negara keempat kekuatan ekonomi di dunia," katanya.
Dengan prediksi terkait potensi bangsa Indonesia ke depan, kata mantan
Kapolri itu, dibutuhkan tiga kekuatan utama yang akan menunjang hal
tersebut.
"Ini didukung oleh tiga syarat, yakni angkatan kerja yang besar, sumber
daya alam (SDA) yang melimpah, dan memiliki luas wilayah yang besar
untuk mengakomodir mesin produksi," jelasnya.
Namun, kata dia, untuk menunjang hal tersebut, stabilitas politik dan
keamanan menjadi kunci penting yang tak dapat dilepaskan.
"Syaratnya untuk mencapai itu adalah stabilitas politik dan keamanan.
Sepanjang tidak terjadi konflik di antara kita maka akan aman saja, ini
menjadi persyaratan yang paling penting," terang Mendagri.
Namun, kondisi demikian akan mudah diwujudkan dengan kekuatan SDM yang
berkualitas sehingga Tito mendorong untuk membuat program-program yang
dapat meningkatkan kapasitas SDM.
"Kuncinya di mana SDM jauh lebih penting dari SDA. Kita harus menggenjot
SDM melalui program-program, baik formal maupun informal. Kita
menghadapi bonus demografi yang besar," katanya.
Kalau bonus demografi dimanfaatkan, kata dia, maka Indonesia akan
memiliki SDM yang berkualitas, namun jika tidak maka akan menjadi
bencana demografi.
Tak hanya berkaitan dengan SDM unggul yang berkualitas, Tito juga
menekankan asas Pancasila dalam pembangunan SDM sebagai nilai-nilai bangsa.
"Kuncinya, kita kembali ke demokrasi yang Pancasila, pada nilai-nilai
asli kita, Pancasila harus digalakkan pada semua tingkatan strategis
operasional sampai ke 'law'," kata Tito.
*Baca juga:Tito akan undang seluruh kepala daerah sinkronkan program
<https://www.antaranews.com/berita/1152432/tito-akan-undang-seluruh-kepala-daerah-sinkronkan-program>
Baca juga:13 November, Tito undang seluruh kepala daerah
<https://www.antaranews.com/berita/1152404/13-november-tito-undang-seluruh-kepala-daerah>
Baca juga:Bertemu Tito, APPSI sampaikan persiapan Munas
<https://www.antaranews.com/berita/1152343/bertemu-tito-appsi-sampaikan-persiapan-munas>
Baca juga:Kapolri siap bantu pengamanan Mendagri Tito
<https://www.antaranews.com/berita/1149932/kapolri-siap-bantu-pengamanan-mendagri-tito>*
Mendagri akan ubah kurikulum IPDN sesuai era 4.0
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Yuniardi Ferdinand