Presiden Xi Jinping Akan Kunjungi Yunani dan Brasil
2019-11-08 13:06:16
http://indonesian.cri.cn/20191108/7a13ed56-6dc8-5d22-85da-461f2b04262c.html
Atas undangan Presiden Yunani Prokopis Pavlopoulos dan Presiden Brasil
Jair Bolsonaro, Presiden Tiongkok Xi Jinping akan mengadakan kunjungan
kenegaraan ke Yunani dan menghadiri Pertemuan Puncak Ke-11 BRICS di
Brasilia, Ibukota Brasil. Penanggung jawab terkait Kementerian Luar
Negeri Tiongkok menyatakan, perjalanan Xi Jinping ke Yunani dan Brasil
kali ini patut dinantikan.
Yunani adalah negara pertama yang dikunjungi Presiden Xi kali ini.
Tahun-tahun belakangan ini, pimpinan tinggi Tiongkok dan Yunani aktif
berintekrasi, kerja sama pragmatis kedua negara terus dimajukan,
khususnya hasil kerja sama di bawah kerangka Sabuk dan Jalan telah
menarik perhatian dari berbagai pihak, di antaranya, ranking Bandar
Piraeus di seluruh dunia telah meningkat dari ke-93 menjadi ke-32, sudah
menjadi bandar pertama di Laut Mediterania, berhasil memberi kontribusi
dalam mendorong perkembangan ekonomi dan masyarakat di Yunani, telah
menjadi proyek flagship kerja sama pembanguann bersama Sabuk dan Jalan.
Wakil Menteri Luar Negeri Tiongkok, Qin Gang hari Kamis kemarin (7/11)
menyatakan, kunjungan Presiden Xi ke Yunani kali ini merupakan kunjungan
penting lagi kepala Tiongkok ke Eropa, juga merupakan kunjungan ke
Yunani sesudah 11 tahun, maka memiliki makna historis bagi perkembangan
hubungan Tiongkok-Yunani, akan memberi dinamika baru kepada perkembangan
hubungan Tiongkok-Yunani dan pembangunan bersama Sabuk dan Jalan.
Presiden Xi dalam kunjungannya di Yunani akan mengadakan pembicaraan
masing-masing dengan Presiden dan Perdana Menteri Yunani. Diperkirakan
akan dicapainya sejumlah dokumen kerja sama penting.
Pertemuan Puncak ke-11 BRICS yang mengangkat tema “Pertumbuhan Ekonomi-
Ciptakan Masa Depan Inovatif” itu akan digeladi di Brasilia, Ibukota
Brasil dari tanggal 13 hingga 14 bulan ini. Wakil Menteri Luar Negeri
Tiongkok, Ma Zhaoxu memperkenalkan, kehadirannya Presiden Xi ke
pertemuan itu akan menjadi sebuah tindakan diplomatik penting Tiongkok
dengan emerging market dan negara-negara berkembang.
Ma Zhaoxu mengatakan, Presdien Xi akan menghadiri acara penutupan Forum
Industri dan Komersial BRICS, sidang tertutup dan sidang terbuka,
pertemuan pemimpin BRICS, Dialog pemimpin BRICS (BBC) dengan Dewan
Bisnis BRICS dan Bank Pembangunan Baru (atau New Development Bank).
Presiden Xi akan memberi pidato penting. Presiden Xi akan pula
mengadakan pertemuan bilateral dengan pemimpin negara-negara terkait
serta bertukar pendapat mengenai hubungan bilateral dan kerja sama BRICS.
Ma Zhaoxu menyatakan, mekanisme kerja sama BRICS telah memberi sumbangan
penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dunia, mendorong reformasi
tata kelola global serta menjaga perdamaian dan kestabilan
internasional. Tiongkok bersedia bersama dengan Brasil dan berbagai
pihak untuk mendorong pertemuan kali ini mencapai hasil panen.
Ma Zhaoxu menyatakan, kami menantikan pertemuan kali ini dapat
memperdalam kemitraan dan memelihara momentum positif kerja sama BRICS.
Kami menantikan pertemuan kali ini dapat bersama-sama memelihara
multilateralisme, menyempurnakan dan meningkatkan tata kelola global,
serta menjamin kepentingan bersama dan ruang perkembangan emerging
market dan negara berkembang. Kami menantikan pertemuan kali ini dapat
sesuai dengan arus revolusi industri baru dan membantu lima negara
mengubah dan mengeskalasi ekonominya. Kami menantikan pula pertemuan
kali ini dapat memperkaya konotasi kerja sama pragmatis dan memperkokoh
struktur kerja sama yang ditarik oleh tiga roda. Tiongkok menantikan
dapat bersama dengan berbagai pihak untuk terus mendorong kerja sama di
bidang ekonomi dan perdagangan, politik dan keamanan serta komunikasi
antar masyarakat, agar kerja sama itu diperdalam secara pragmatis, dalam
rangka memajukan kerja sama BRICS pada era baru.
Ma Zhaoxu menyatakan, Tiongkok percaya, dengan diupaya bersama berbagai
pihak dan dibimbing secara politik oleh pemimpin negara, negara-negara
BRICS pasti dapat memberi kontribusi lebih besar dan baru dalam
mendorong perdamaian dan perkembangan dunia, serta membangun komunitas
senasib sepenanggungan manusia.