Ikut blue shield 65+ ga bayar tambahan apa2. Bukan hanya BS banyak yg lain,
Aetna, dll. ga ingat. Kalau anda sehat ga bayar apa2. Dokter free. Hospital
free. Obat sampai batas tertentu free. Lalu bayar. Setelah kita bayar +/-
$1000, free lagi. Malah dikasih duit kalo mau check up tahunan, flu shot dll.
Cari di google.Sent from my Verizon, Samsung Galaxy smartphone
-------- Original message --------From: "[email protected] [GELORA45]"
<[email protected]> Date: 11/8/19 11:21 AM (GMT-08:00) To:
[email protected] Subject: RE: [GELORA45] 'Desa Siluman' Bukti Basis
Data Milik Pemerin
kutipan: Dalam pasal tersebut, dijelaskan bahwa besar iuran yang harus
dibayarkan sebesar Rp 42.000 per bulan untuk kelas III, sebesar Rp 110.000 per
bulan untuk kelas II, dan sebesar Rp 160.000 per bulan untuk kelas I.Betul,
orang gila atau seorang katak dibawah tempurung yg bilang iuran/premi asuransi
kesehatan di RI mahal. Saya sudah bisa mendapat Medicare (asuranri pemerintah
di Amerika) di Amerika tetapi Medicare cuma membayar 80% dari pelayan mediknya.
Jadi saya harus beli asuransi kesehatan tambahan (supplement insurance) utk
membayar yg 20% sisa dari pelayan mediknya. Dan utk supplement insurance ini,
saya harus membayar $325 setiap bulannya. Padahal saya sehat dan sudah harus
membayar $325. Dan orang yg mempunyai penyakit seperti tekanan darah tinggi,
cholesterol tinggi, diabetes dll preminya jauh lebih tinggi dari premi saya. Di
Kanada, saya juga mendapat (eligible) Medicare yg membayar 100% pelayanan
mediknya tetapi waiting list utk prosedur tertentu (seperti elective surgery)
bisa menunggu ber-bulan2 dan tanpa bayar iuran tetapi pajak pendapatan relatif
tinggi di Kanada.Masa premi Rp 42.000 dijadikan 2x lipat atau kira2 $3 menjadi
$6 sudah dibilang mahal. Betul sekali kalau dibandingkan dgn sebungkus harga
rokok menjadi 2 bungkus rokok. Di Amerika sebungkus rokok $5 dan premi bisa
sampai $500 lebih tergantung dari situasi kesehatannya (pre-existing condition
seperti tekanan darah tinggi dll) dimana paling sedikit 100 bungkus rokok. Di
Amerika ada kira2 45 juta penduduk yg tidak mempunyai asuransi kesehatan karena
tidak bisa bayar preminya. ---In [email protected], <nesare1@...> wrote
:Ya jelas orang gila aja kalau bilang iuran/premi asuransi kesehatan di RI itu
mahal!Lebih gila lagi mau dapat layanan kesehatan dan tidak kerja! Bayangkan
saja yg katanya pengemis di RI itu ada HP artinya segini iritpun akan hrs beli
pulsa. Memang banyak yg hanya pameran HP ttp gak ada pulsa krn HP bisa menerima
tetapi tidak bisa nelpon/SMS kalau tidak ada pulsa. Biaya sebulan utk kesehatan
itu harganya = harga sebungkus rokok! Di USA itu rata2 karyawan yg kerja
diperusahaan bayar $50 – 60/single dan $230 – 250/keluarga. Ini biweekly
artinya bayar 2X sebulan. Terus kalau sakit mesti bayar copay, coinsurance dll
tergantung coveragenya. Gimana RI bisa gak nombok dgn situasi sekarang? Rata2
orang sakit bayarnya pay per service artinya setiap prosedur bayar. Belum ada
provision dan reimbursement healthcare system di RI. BELUM ADA SAMA SEKALI.
Langsung dibikin BPJS dan kartu sakti2 yg sangat membebankan.Pilih yg mana? Ada
BPJS atau gak ada?Kalau pilih mau ada BPJS ya jelas hrs ada dananya utk
menyokong kelangsungan BPJS ini. Sudah saatnya RI bikin healthcare
system.Dibandingkan di USA, healthcare system yg sdh begitu lama dan katanya
mapan, gila rusak berantakan. Semua orang tahu di USA bahwa healthcare system
itu luar biasa kompleks nya. Gak ada yg bisa mengaturnya. GAK ADA!!! Kenapa gak
ada? Karena tumpang tindih antara private dan pemerintah serta antara for
profit dan non for profit yg diselenggarakan oleh badan2 sosial yg biasanya
religion affiliated. Di RI mana ada sinterklas model instansi agama yg bikin
rumah sakit? Paling2 dari dulu ya hanya gereja katholik yg buka RS seperti st
carolus di jkt, RKZ di Surabaya, santo borromeus di bandung, Elisabeth di
semarang dll. Ini juga semua juga perlu cari duit. Kalau gak ada duit dari
pasien ya bangkrut dan sudah lama RS ini tutup. Belakangan yg nongol model
konglomerat siloam miliknya Lippo group yg jelas2 cari duit. Siloam nya mah
dipolitisir krn kata Kristen dan yahudi ini bagus, tetapi RS Siloam nya mah
hehehehe kapitalis tulen. Sudah saatnya RI punya BPJS ini. Ini dasarnya suatu
negara: asuransi kesehatan dan pension plan. Dua ini harus ada dulu. Mulai dari
bawah, merangkak diatur baek2.Pemerintah baru kuat bikin BPJS. Pension plan
belum kuat. Tetapi private sudah lama masuk dlm asuransi2 lainnya spt jiwa,
critical disease dll dari luar negeri termasuk USA, eropa dll. Ini semoga
menjadi penggerak/motivator supaya RI melek akan pentingnya pension plan ini.
Sekarang ini RI hanya punya buat pegawai negeri. Swasta gak ada krn hukumnya
belum ada. Adapun swasta yg kasih asuransi kesehatan dan pension plan itu
tergantung individual perusahaan itu sendiri2. Ini kebanyakan perusahaan asing
yg berdomisili di RI.401K, 403K plan buat swasta seperti di USA sudah bisa
diterapkan di RI. Hanya perlu good will dari pemerintah saja dan pandai2 dalam
mengundang2kan nya supaya tidak membebankan perusahaan itu sendiri. Tetapi mau
tidak mau memang harus ada nantinya. Ini akan menjadi trade off antara swasta
vs pemerintah. Kalau suatu negara mau jalan bagus, mau tidak mau RI akan harus
mengikuti jalur ini. Masalahnya kapan mampunya? BPJS sudah mulai, silahkan
diatur baek2 oleh rakyat Indonesia dan seterusnya pension plan dan asuransi2
lainnya RI sdh hrs menjadi tuan rumah sendiri. Memang sudah ada perusahaan
swasta yg masuk dalam asuransi jiwa dan kesehatan ini ttp masih kalah jauh dgn
asing seperti prudential, allianz, cigna, manulife dll. Paling2 RI punya
jiwasraya, BCA punya asuransi sentral asia, sinar mas yg dulunya eka life. Gak
kuat human resourcesnya pada umumnya hanya mencontek asing. Lambat laun rakyat
Indonesia sudah harus melek, jadilah tuan rumah sendiri. Sebetulnya orang
Indonesia itu lebih tahu ttg Indonesia drpd orang asing. Coba percaya diri
dulu, lalu setelah mencontek cara kerja mereka, ya jalankan sendiri. Ini harus
punya mental. MENTAL INI MAHAL. Mental ini perlu ditempah. Sudah
seyogyanyalah rakyat Indonesia mikirin ini gimana maunya perjalanan bangsa yg
masih muda ini. Ini dulu yg harus diberesin. Mulailah dari masalah kebangsaan
ini. Jangan ribut2 melulu antar SARA. Ini mah gampang diubek2 dan diadudomba.
Jadi bagi yg suka nyinyir dimilis ini, BUKA MATANYA LEBAR2. JANGAN RIBUT MELULU
DIDALAM. JANGAN HANYA BISANYA MENYALAHKAN ORANG ASING, SEDANGKAN DIDALAM MASIH
RIBUT MELULU. Alasan dicari2 dari istilah2 keren seperti: demokrasi, HAM,
equality dll, sedangkan membutakan diri bahwa ada masalah dalam kebangsaan
Indonesia!!!!! Nesare From: [email protected]
<[email protected]> Sent: Friday, November 8, 2019 9:39 AMTo: Gelora45
<[email protected]>; nesare <nesare1@...>Subject: Re: [GELORA45] 'Desa
Siluman' Bukti Basis Data Milik Pemerin Buat saya yang tinggal di negeri
Belanda, assuransi kesehatan di Indonesia itu luar biasa murah.Karena aturannya
sekarang di Belanda tidak satu patient sampai sehat kembali, dokter atau rumah
sakitnya dibayar, tetapi berdasarkan tiap kali dibehandel, dokter atau rumah
sakitnya, jadi saya mesti bolak balik ke rumah sakit. Paling sedikit 3 kali.
Kali pertama hanya intake, ceritakan semua probleemdiukur ini itu, harus kirim
darah dan kotoran ke lab. Datang kedua kali dst.nya untuk behandeling. dan
diakhiri dengan satu kali lagi pemeriksaan.Terakhir ini dari berbagai
pemeriksaan oleh berbagai dokter yang harus bikin afspraak dulu kapan dokternya
bisa dari dokter echografie kemudian ke dokter endoscopie dan masih harus
tunggupembicaraann consult dengan dokter MDL (Maag, Darm, Liver ) totaal makan
waktu 2 bulan. Sakitsaya tambah perah, untun huisartsnya ambil tindakan cepat,
tidak percaya lagi pada hasil echografie,tetap langsung kirim saya tanpa
afspraak dulu ke International Health, yang langsung beritahu sayadan huisarts
saya, supaya kemarin langsung ke chirurg. Chirurg periksa, bilang sekarang
tidak bisa dioperasi, tunggu dulu sampai infeksiny hilang, baru gaalblaas saya
akan dioperasi. Pada tanggal Jum, 8 Nov 2019 pukul 14.49 'nesare'
nesare1@... [GELORA45] <[email protected]> menulis: Ini kan tulisan
orang nyinyir saja!Jadi gak aneh yg dilihat yg jelek2nya saja!Tetapi gak pernah
mau mikir gimana BPJS itu harus dijalankan! Hanya lihat kenaikannya saja ttp
gak pernah mau mikir gimana kelangsungan BPJS. Emangnya ente yg berlabel kiri
mau melihat BPJS bangkrut?Ente pikir BPJS atau instansi2 apapun yg ada
direpublik itu gratis berjalan dan pengelolaannya? Dimana didunia ini ada premi
asuransi kesehatan semurah ini?Bandingkan dengan harga rokok dan pulsa!Yg
miskin gratis koq ada 25% penduduk miskin yg gratis!Mau apalagi?Coba apa gak
bisa mikir ini adalah universal healthcare yg lbh hebat drpd yg digembar
gemborkan oleh USA baik sanders maupun warren??!! Tukang2 nyinyir gak ngerti
masalah health care di negara2 welfare state.Mereka2 ini gak ngerti gimana
health care dikanada yg 30% itu diurus oleh private walaupun mayoritas memang
ditangani pemerintah. Mereka2 ini jelas2 gak ngerti gimana masalah healthcare
dikanada: wait time, limited ini itu dari mental health s/d oral health.Orang2
kanada yg mau melakukan suatu procedure harus menunggu lama utk mendapatkan
donor dll itu sdh menjadi obrolan sehari2. Temen yg ngajar di Calgary juga
mengeluh atas kelambanan ini. Begitu juga di swedia yg walaupun mayoritas
funded by government ttp sumber duitnya itu dari pajak yg setinggi gajah
hehehehe.Mungkin hanya di kuba sekarang dimana universal health care yg betul2
gratis ttp bukan berarti tidak ada tantangan. Tantangan skrg didepan mata
dimana gedung, medical equipment, listrik, air dll yg perlu penanganan yg
serius. Tantangan ini semua belum tentu permasalahan dari dalam negeri kuba ttp
misalnya spt alat2 kedokteran, obat2an yg tidak bisa diproduksi dalam kuba dan
harus import dari luar. Tetapi krn diembargo USA, kuba gak bisa mendapatkan
semuanya ini. Inilah tantangan2 yg ada disetiap negara termasuk kuba yg begitu
kiri dan sukses health care systemnya. Mereka2 yg gak ngerti ini sibuk bukan
suara yg kosong melompong isinya alias tong kosong nyaring bunyinya. RI hanya
menaikkan iuran yg seharga1 bungkus rokok (kalau rokok dicukai oleh pemerintah
gak lama lagi dan memang sudah saatnya dinaikkan cukai rokok ini). BAYANGKAN
SEHARGA SEBUNGKUS ROKOK DAN IURAN INI SEBULAN DIBANDINGKAN DENGAN ROKOK DIHISAP
SEHARI HABIS!!!! Dasar tukang nyinyir!!! Nesare From: [email protected]
<[email protected]> Sent: Thursday, November 7, 2019 8:48 PMTo: GELORA45
<[email protected]>Subject: Re: [GELORA45] 'Desa Siluman' Bukti Basis
Data Milik Pemerin Kenaikan iuran 100% itu usulan Sri Mulyani dan sudah
disetujui Jokowi. Termasuk, menyetujui kenaikan tunjangan direksi BPJS. Bisa
dibilang, Jokowi mengamini visi-misi menteri. Kenaikan ini jelas memberatkan
berbanding layanan yang diterima masyarakat. Contoh yang umum, pasien peserta
BPJS dikumpulkan di antrean buncit. Kalau harus dirawat biasanya peserta kelas
III terpaksa pilih pindah ke kelas II atau I (tentu dengan tambahan biaya
sesuai tarif kelas) karena kondisi kamar dan layanan di kelas III yang tidak
layak. Soal keluhan layanan bisa setiap hari dibaca di pemberitaan, berikut
keluhan pihak rumahsakit soal tunggakan pemerintah. Norak sekali kan?
Pemerintah bisa seenaknya menunggak, sementara Sri Mulyani seenaknya pula
mengancam Rakyat yang menunggak iuran BPJS untuk dikejar-kejar "debt collector"
dan tidak boleh mengurus SIM dll. -- yang tentu menimbulkan denda-denda
ikutannya. Untuk disadari, kenaikan 100% itu hitungannya per orang / peserta.
Jadi, kalau satu keluarga yang terdiri dari 4 orang berarti keuangan keluarga
itu terkena kenaikan 4 × 100%. Lalu semua ini apa namanya, menurut Anda?
Kalau betul Sri Mulyani bertugas melayani Rakyat, harusnya dia urus dulu soal
BPJS ini, baik soal kenaikan iuran yang memberatkan, kritik soal kenaikan
tunjangan direksi BPJS, tunggakan pemerintah ke RS-RS dll). Tidak buru-buru
melengos ke soal lain (desa fiktif) yang untuk sementara serahkan saja dulu ke
wakil menteri.
https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/253470 ---
SADAR@... wrote: Bukankah Sri Mulyani yg mengungkap adanya "DESA SILUMAN" yg
menilap dana-desa, ...! Kenapa dibalik jadi Sri Mulyani yg memeras Rakyat???
Apa bertul Sri Mulyani yg menentukan kenaikan iuran BPJS??? On 11/7/2019 10:25
PM, ajeg wrote: Sri Mulyani itu kan yang memeras Rakyat dengan menaikkan iuran
kesehatan sebesar 100% ya, demi kesejahteraan direksi BPJS
https://groups.yahoo.com/neo/groups/GELORA45/conversations/messages/251789 ---
SADAR@... wrote: ANALISIS 'Desa Siluman' Bukti Basis Data Milik Pemerintah
Cacat Dinda Audriene, CNN Indonesia | Kamis, 07/11/2019 07:23 WIB Bagikan :
Ilustrasi desa. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) Jakarta, CNN Indonesia -- Kabar
mengenai keberadaan 'desa siluman' tengah menjadi sorotan.. Menteri Keuangan
Sri Mulyani baru-baru ini mengungkapkan terdapat sejumlah desa yang tak
berpenghuni.