Surya paloh: Di hadapan 8.000 kader, Surya mengingatkan bila Partai NasDem mau dikenal sebagai partai yang pancasilais, pertama, bersikaplah rendah hati, rangkul teman, salam teman, tawarkan pikiran-pikiran sama teman, jangan musuhi teman.
Nesare: coba lihat jalan pikirannya surya paloh ini: koq berteman? Ini politik ndul. Ini stakeholders yg punya kepentingan. Koq bernegara dibikin berteman. Oposisi itu harus ada dalam demokrasi dan oposisi itu bukan berteman. Sudah sadar belum ente paloh bahwa PKS itu apa dan tujuannya apa? Aduh ente ini setelah keluar jadi kayak centeng (tapi gayanya mau dipanggil king maker….hehehehe gak ada tampang ndul). Dasarnya ente itu hanya kekuasaan saja. Coba focus disini sajalah. Jangan malu2 kalau mau berpolitik dan mau berkuasa. Gak ada yg melarang sepanjang ente maennya masih dalam koridor konstitusi RI. Ane anjurkan baca2 dulu apa PKS dan tujuan pendiriannya. Coba telusuri istilah2 spt: dakwah kampus, jaringan2nya, kaderisasinya, kaitannya dgn IM/ikhwanul muslimin yg adalah jaringan internasional hasan al bannah dari mesir. Mulailah paloh pelajari dulu apa IM ini. Gimana IM menggunakan Islam sbg kendaraan politik dan tampil sbg pemenang di mesir sampai akhirnya dilarang baik di mesir dan di Saudi arabia. JANGAN BAWA2 AGAMA KALAU MAU BERPOLITIK!!! Nesare From: [email protected] <[email protected]> Sent: Friday, November 8, 2019 2:01 PM To: undisclosed-recipients: Subject: [GELORA45] SoryaPaloh: Ini Bangsa Model Apa? Ini bangsa model mojopahit, pemerintahannya neo-Mojopahit hehehehehr http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/9792/sorya_paloh__ini_bangsa_model_apa_ Sorya Paloh: Ini Bangsa Model Apa? Jumat , 08 November 2019 | 22:56 <http://cdn.sinarharapan.co/foto/2019/11/08/234-surya_paloh_berangulan_dengan_ketua_umum_pks_sohibul_imam.jfif> umber Foto Kompas Surya Paloh berangulan dengan Ketua Umum PKS Sohibul Imam JAKARTA--Ketua Umum Partai NasDem <https://id.wikipedia.org/wiki/Surya_Paloh> Surya Paloh menyayangkan <https://www.antaranews.com/berita/1139012/nasdem-pks-bersepakat-perkuat-fungsi-check-and-balance-di-dpr> silaturahmi politik dan rangkulan dirinya dengan Ketua Umum PKS Sohibul Iman dimaknai berbagai macam tafsir dan kecurigaan. "Bangsa ini sudah capek dengan segala intrik yang mengundang sinisme satu sama lain, kecurigaan satu sama lain hingga kita berkunjung ke kawan (PKS). Ini bangsa model apa seperti ini? Tingkat diskursus politik yang paling picik di negeri ini. Hubungan rangkulan dan tali silahturahmi politik dimaknai dengan berbagai macam tafsir dan kecurigaan," kata Surya Paloh saat memberikan sambutannya pada Pembukaan Kongres II <https://id.wikipedia.org/wiki/Partai_NasDem> Partai NasDem di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat malam. Sementara, kata dia, Indonesia menganut sebuah sistem nilai-nilai demokrasi yang begitu liberal, tapi dalam praktiknya begitu ortodok konservatif. "Ada paradoks di situ. Kita bilang kita mau maju, tapi kita melangkah ke belakang. Mari kita bermusyawarah dan bergotong-royong, tapi kita hanya bilang akulah yang lebih penting yang lainnya biar mati semua," kata Surya. Sikap yang ditunjukkan dengan kecurigaan, kata dia, semakin menjauhi nilai-nilai yang namanya Pancasila. "Pancasila sebagai pegangan kita. Tapi kita tidak laksanakan. Itu ngakunya partai nasionalis, partai yang pancasilais, ya buktikan saja. Rakyat membutuhkan pembuktian partai mana yang paling menanamkan nilai-nilai Pancasila. Kalau partai yang masih mengundang cynical propaganda yang kosong mengajak berkelahi satu sama yang lainnya, ah yang pasti itu bukan Pancasilais itu," ujar Surya. Di hadapan 8.000 kader, Surya mengingatkan bila Partai NasDem mau dikenal sebagai partai yang pancasilais, pertama, bersikaplah rendah hati, rangkul teman, salam teman, tawarkan pikiran-pikiran sama teman, jangan musuhi teman.. "Nah itu baru namanya mengamalkan nilai-nilai Pancasila," tutur Surya Paloh.
