https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191109171204-32-446921/ribka-tjiptaning-lulusan-kedokteran-pengkritik-sistem-bpjs
Ribka Tjiptaning, Lulusan Kedokteran Pengkritik Sistem
BPJS
CNN Indonesia | Sabtu, 09/11/2019 18:27 WIB
Bagikan :
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191109171204-32-446921/ribka-tjiptaning-lulusan-kedokteran-pengkritik-sistem-bpjs#>
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191109171204-32-446921/ribka-tjiptaning-lulusan-kedokteran-pengkritik-sistem-bpjs#>
Ribka Tjiptaning, Lulusan Kedokteran Pengkritik Sistem BPJS Viral usai
mengkritik keras BPJS, anggota DPR dari PDIP Ribka Tijiptaning merupakan
lulusan kedokteran yang juga memiliki serentet kontroversi. (CNN
Indonesia/Gilang Fauzi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sosok anggota DPR Komisi IX *Ribka Tjiptaning
<https://www.cnnindonesia.com/tag/ribka-tjiptaning>* menjadi
perbincangan setelah video dirinya mengkritik keras BPJS atas sistem
pelayanan asuransi sosial tersebut dan sejumlah rumah sakit di Indonesia.
Ribka merupakan lulusan Kedokteran Universitas Kristen Indonesia yang
sudah menjadi anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sejak
1992, ketika dirinya masih menjadi dokter dan membuka klinik di kawasan
Ciledug, Tangerang.
Dirinya terlahir sebagai anak ke-tiga dari lima saudara dari pasangan
Raden Mas Soeripto Tjondro Saputro dan Bandoro Raden Ayu Lastri Suyati.
Sang ayah, Soeripto, diketahui memiliki riwayat sebagai anggota Biro
Khusus PKI.
Ribka terbuka terkait latar belakang keluarganya ini. Bahkan wanita yang
akrab disapa Ning ini sempat menulis buku "Aku Bangga jadi Anak PKI".
"Bapak itu figur yang baik, prinsip hidupnya di dunia ini hanya ada dua
ajaran yakni baik dan buruk sehingga tak ada perbedaan kelas," kata
Ribka
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20150929180907-20-81660/ribka-tjiptaning-yang-tak-pernah-malu-jadi-anak-pki> ketika
berbincang kepada /CNNIndonesia.com/ pada 2015 lalu.
Lihat juga:
Viral Momen Luapan Amarah Ribka Tjiptaning ke BPJS Kesehatan
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191109134149-20-446887/viral-momen-luapan-amarah-ribka-tjiptaning-ke-bpjs-kesehatan/>
Ajaran orang tuanya ini tercermin dari berbagai kritikan Ribka atas
topik yang ia tangani di Komisi IX, yaitu Tenaga Kerja & Transmigrasi,
Kependudukan, Kesehatan. Ribka sendiri berhasil masuk Senayan untuk
ketiga kalinya, dari 2004, 2009, dan 2019.
Ribka dikenal kerap memberikan kritik atas kinerja pemerintah. Pada
2015, Ribka Tjiptaning menilai belum ada satupun menteri yang bisa
menerjemahkan konsep yang dibawa Jokowi dalam pemerintahan.
Ia juga pernah menyatakan menteri Jokowi kurang berkoordinasi dalam
menyusun Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur kebijakan baru Jaminan
Hari Tua (JHT).
Hal itu terkait kebijakan baru Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)
Ketenagakerjaan menyatakan pencairan JHT baru bisa dilakukan bila
karyawan telah menjalani masa kerja selama sepuluh tahun. Padahal,
aturan sebelumnya hanya mensyaratkan masa kerja lima tahun.
Ribka Tjiptaning, Lulusan Kedokteran Pengkritik Sistem BPJSRibka
Tjiptaning mengkritik sistem BPJS Kesehatan saat berbicara di Komisi IX
DPR RI. (CNN Indonesia/Gilang Fauzi)
Pada 2015, Ribka juga pernah mengkritik BPJS Kesehatan. Ia menilai
pemerintah mesti fokus pada Program Indonesia Sehat karena masih banyak
rumah sakit yang belum mau bekerja sama dengan BPJS.
Pada Februari 2018, Ribka juga pernah 'menyemprot' Badan Pengawan Obat
dan Makanan (BPOM) yang dinilai lemah untuk kasus besar. Hal itu ia
lontarkan mengkritik ketimpangan tindakan terhadap pelaku penjual
kosmetik murah untuk kelas kecil dan besar.
Namun Ribka juga tak lepas dari kontroversi. Hal ini terjadi saat ia
menjadi Ketua Komisi IX DPR RI dan membahas Rancangan Undang-undang
Kesehatan yang kemudian disetujui Rapat Paripurna DPR pada 14 September
2009.
Saat RUU tersebut dikirimkan ke Sekretariat Negara untuk disahkan
sebagai Undang-undang, satu pasal menghilang yaitu ayat yang mengatur
tembakau sebagai zat adiktif.
Kasus itu membuat Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat melarang
Ribka untuk memimpin rapat panitia khusus dan panitia kerja -- meski
belum diketahui siapa yang menghilangkan ayat tersebut.
Ia pun menghadapi petisi daring yang dibuat aktivis kesehatan berupa
penolakan dirinya sebagai calon Menteri Kesehatan.
Lihat juga:
Bebas, Alfian Tanjung Sebut Ribka PDIP Harusnya Ditangkap
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180530131841-12-302213/bebas-alfian-tanjung-sebut-ribka-pdip-harusnya-ditangkap/>
Bukan hanya karena kasus "ayat tembakau", ia juga ditolak karena diduga
terlibat kasus intervensi obat infus yang menganjurkan Kementerian
Kesehatan menghentikan penggunaan infus dari pabrik tertentu dan diganti
dengan produk pabrik lain.
Selain itu, pada 2018 Ribka juga pernah diseret Alfian Tanjung saat
Alfian disidang kasus ujaran kebencian. Alfian disidang karena menuding
85 persen kader PDIP merupakan PKI.
Alfian menyebut pernyataannya berdasarkan ucapan Ribka Tjiptaning bahwa
20 juta orang di Indonesia merupakan kader PKI. Karena itu, menurut
Alfian, yang harusnya dijerat hukum adalah Ribka.
"Sebenarnya pernyataan saya munculkan itu cuplikan (dari pernyataan)
kader PDIP yang bernama Ribka Tjiptaning. Justru dia harusnya ditangkap
dan disidang. Jelas selama ini Ribka melanggar hukum," kata Alfian usai
menjalani sidang putusan yang digelar di PN Jakarta Pusat, Rabu (30/5/2018).
Kini, Ribka Tjiptaning kembali menarik perhatian publik setelah ia
memberikan kritik keras dalam rapat kerja bersama Menteri Kesehatan
Terawan Putranto dan Direksi BPJS, Jumat (7/11).
Ribka mengungkapkan kecewa dan kecaman keras terhadap pelayanan
kesehatan rakyat Indonesia yang tidak merata.
Menurutnya, ada pengabaian terhadap hak rakyat dalam konstitusi yang
dilakukan pemerintah. Negara melalui BPJS, menurutnya, seolah berbisnis
dengan rakyatnya.
"Iklan (BPJS Kesehatan) di tv, saya muak mendengar 'kita bergotong
royong, yang kaya membantu yang sakit'. Saya muak. Bukan itu maksud
gotong royong yang diamanatkan Bung Karno," kata Ribka, dalam petikan
video yang dilansir channel Youtube DPR, kemarin, dan telah dikonfirmasi
oleh /CNNIndonesia.com/. *(end)*
Bagikan :
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191109171204-32-446921/ribka-tjiptaning-lulusan-kedokteran-pengkritik-sistem-bpjs#><https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191109171204-32-446921/ribka-tjiptaning-lulusan-kedokteran-pengkritik-sistem-bpjs#>