*http://www.sinarharapan.co/kesra/read/8863/gaji_guru_honorer_kecil__mendikbud__nikmati_saja__ntar_masuk_surga
<http://www.sinarharapan.co/kesra/read/8863/gaji_guru_honorer_kecil__mendikbud__nikmati_saja__ntar_masuk_surga>
*


*Gaji Guru Honorer Kecil, Mendikbud: Nikmati Saja, Ntar Masuk Surga!*

Kamis , 10 Oktober 2019 | 12:52


*Muhadjir Effendy*


JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy
menceritakan soal guru sebagai pekerjaan profesional. Menurutnya, guru
memiliki tanggung jawab sosial yang besar sebagai pekerja profesional.

Hal tersebut disampaikan Muhadjir saat memberikan sambutan dalam Peringatan
Hari Guru Internasional 2019 di Graha Utama Kemendikbud, Jalan Jenderal
Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2019).

Muhadjir awalnya melempar canda soal dirinya yang sudah memasuki akhir masa
jabatannya."Saya tidak pidato, saya malah ingin dengar dari Bapak Ibu
suaranya. Karena kan saya tinggal menghitung hari ini, final countdown,"
ujar Muhadjir yang disambut tawa guru-guru yang hadir.

Muhadjir lalu menjelaskan pekerjaan profesional adalah pekerjaan yang
menuntut keahlian tertentu, dimana untuk mendapatkan kemampuan itu perlu
pendidikan dan latihan dalam waktu cukup lama dengan tingkat kesulitan yang
sangat tinggi. Muhadjir juga menyebut pekerjaan profesional memiliki
tanggung jawab sosial yang tinggi karena berdampak langsung ke masyarakat.

"Termasuk guru. Guru itu, apa yang dilakukan guru itu tidak bisa dampaknya
sifatnya pribadi. Tapi sifatnya publik. Misalnya guru mengajari anak salah,
maka yang menderita nanti bukan anak yang salah itu, tetapi semua orang
yang berelasi dengan anak itu, termasuk keturunannya yang akan datang. Dan
dampaknya sebagian besar tidak bisa diukur, unintended. Tapi kalau positif
juga tinggi," ia menjelaskan seperti dikutip *detik.com <http://detik.com>.*

Ia juga menyinggung soal amal jariyah, yang salah satunya adalah ilmu yang
bermanfaat. Dia menyebut dirinya yakin para guru akan masuk surga karena
mengajarkan ilmu kepada anak-anak didiknya."Karena itu menurut saya orang
yang paling beruntung itu sebetulnya guru. Karena dia mengajarkan moral dan
pengetahuan ke siswanya, dan siswanya ini akan mengajarkan ke anaknya. Maka
guru itu akan mendapatkan kiriman pahala," ucap Muhadjir.

"Saya agak yakin, bahwa orang yang pertama masuk surga itu adalah guru.
Kalau sekarang gajinya sedikit, apalagi guru honorer (gajinya) Rp 150 ribu,
nikmati saja, nanti masuk surga," imbuhnya yang disambut tepuk tangan
hadirin.

*Menurut Muhadjir, apa yang diajarkan oleh guru memiliki dampak yang luar
biasa. Muhadjir kembali menyinggung tanggung jawab sosial jika guru salah
dalam mengajar."Kalau nggak benar, menghasilkan dosa, dosanya turun
temurun, pertama masuk neraka juga guru. Kalau komitmen menjaga tanggung
jawab sosialnya, masuk surga. Kalau guru main hp, siswanya ditinggal, itu
masuk neraka," ia menambahkan*

Kirim email ke