*http://www.sinarharapan.co/kesra/read/9590/80___rumah_sakit_mengalami_tunggakan_pembayaran_bpjs
<http://www.sinarharapan.co/kesra/read/9590/80___rumah_sakit_mengalami_tunggakan_pembayaran_bpjs>*


*80 % Rumah Sakit Mengalami Tunggakan Pembayaran BPJS*

Sabtu , 02 November 2019 | 20:20


*JAKARTA--**Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB
IDI) Moh. Adib Khumaidi memperkirakan bahwa 80 persen mitra rumah sakit
yang telah bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)
Kesehatan mengalami tunggakan dalam pembayaran.*

Saat ini rumah sakit yang bermitra dengan BPJS Kesehatan berjumlah
2.520. “Saat ini 80 persen rumah sakit sudah bekerja sama dengan BPJS,
kemudian mengalami tunggakan di dalam pembayaran bpjs. Ini menjadi hal yang
sangat krusial, kualitas yang akan kita berikan juga akan berdampak,” ujar
Moh. Adib di Jakarta, Sabtu (2/11/2019).

Adib mengapresiasi dengan kebijakan pemerintah yang menaikkan iuran BPJS.
Namun, dirinya masih ragu jika kenaikan BPJS tidak serta-merta meningkatkan
kualitas pelayanan kesehatan yang baik. “Karena konsep (kenaikan BPJS)
sekarang, hanya berbicara terkait konsep menangani defisit,” tutur Adib.

Adib juga prihatin kepada teman-teman dokter di daerah yang belum
dibayarkan gajinya. Namun, ia menilai hal ini sudah menjadi kebiasaan dalam
sistem JKN. “Teman-teman di seluruh rumah sakit, bahkan di daerah sudah
menangis dengan kondisi saat ini. Ada yang sekiabn bulan belum dibayar, dan
dampaknya ke SDM. Dokternya pun belum dibayar, tapi kami udah terbiasa
karena kami sangat mendukung program JKN,” keluhnya.

Adib berharap pemerintah bisa menutup semua defisit keuangan BPJS Kesehatan
dan nantinya akan me-*redesign *sistem Jaminan Kesehatan Nasional. “Awal
langsung tutup semua, kemudian kita re-design JKN, kita sehatkan JKN, kita
memperbaiki *connecting* dan sebagainya. Tapi, tutup dulu itu, karena itu
akan berdampak seperti gali lubang, tutup lubang,” tegasnya

Kirim email ke