*Apakah kebangkitan ekonomi Islam bisa berkembang tanpa negara berazaskan
Islamiah_*

*https://republika.co.id/berita/q0r8iv440/momentum-kebangkitan-ekonomi-islam-3-aspek-ini-jawabannya
<https://republika.co.id/berita/q0r8iv440/momentum-kebangkitan-ekonomi-islam-3-aspek-ini-jawabannya>
*

*Momentum Kebangkitan Ekonomi Islam? 3 Aspek Ini Jawabannya*


*Ahad 10 Nov 2019 20:08 WIB*

*Rep: Novita Intan/ Red: Elba Damhuri*


*Tiga hal ini diyakini mampu membawa kebangkitan ekonomi syariah (Islam).*





















*REPUBLIKA.CO.ID <http://REPUBLIKA.CO.ID>, JAKARTA-- Bank Indonesia (BI)
menilai momentum kebangkitan ekonomi syariah (Islam) sudah terlihat sejak
tiga tahun terakhir ini. Hal ini terlihat dari tiga aspek yang berkembang
saat ini.Pertama, dukungan pemerintah pusat membentuk Komite Nasional
Keuangan Syariah (KNKS). Kedua, dukungan pemerintah daerah mulai
mengkonversi perbankan umum menjadi perbankan syariah, hingga, ketiga, tren
hijrah yang dilakukan oleh beberapa kalangan.Kepala Departemen Ekonomi dan
Keuangan Syariah BI Suhaedi mengatakan saat ini di beberapa daerah mulai
melakukan konversi perbankan umum menjadi perbankan syariah, lalu mengubah
Unit Usaha Syariah (UUS) menjadi Badan Usaha Syariah (BUS).“Gubernur Jawa
Timur ingin mengonversi UUS Bank Jatim menjadi BUS, lalu gubernur NTB juga
mau konversi ke perbankan syariah dan Aceh juga sudah konversi. Semangat
kebangkitan kemajuan ekonomi syariah sedang tinggi, peluang untuk bisa
besar dengan tidak berlebihan tentunya,” kaya Suhaedi, akhir pekan
ini.Dorongan lain juga, jelas dia, muncul dari fenomena hijrah yang
dilakukan oleh beberapa kalangan. Bahkan, kontribusi pertumbuhan ekonomi
syariah tumbuh 6,7 persen pada kuartal tiga 2019.“Observasi kami saat
pertumbuhan ekonomi kuartal III 2019 sebesar 5,02 persen di mana sektor
syariah tumbuh lebih tinggi 6,7 persen. Memang belum komprenshif tetapi
fakta terakhir sektor pertanian, fesyen, manufaktur, makanan dan minum
secara syariah tumbuhnya 6,7 persen,” jelasnya.Ke depan Bank Indonesia
menyakini ekonomi keuangan syariah Indonesia akan menjadi rujukan
pengembangan ekonomi syariah dunia. Salah satunya melalui penyelenggaraan
Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019 pada 12-16 November 2019 di
Jakarta Convetion Center.Adapun tema yang diangkat ‘Sharia Economy for
Stronger and Sustainable Growth’. Kegiatan ini menjadi babak baru untuk
mengembangkan sektor ekonomi keuangan syariah nasional ke level global
dalam mewujudkan Indonesia sebagai rujukan ekonomi syariah
dunia.Pelaksanaan ISEF menjadi salah satu implementasi dari Masterplan
Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024 sekaligus menjawab tantangan industri
halal di tanah air.Ketua KNKS Ventje Rahardjo menambahkan pemerintah
berkeinginan menjadikan Indonesia sebagai rujukan ekonomi syariah global.
Hal ini sejalan dengan banyaknya jumlah industri keuangan yang mulai
memasuki lini syariah.“Saat ini regulasi sudah sangat bersahabat, semakin
banyak stakeholder keuangan syariah yang terlibat dalam institusi seperti
perbankan, asuransi dan lainnya,” kata Ventje.*

Kirim email ke