Pakar Ekonomi Sebut Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Tahun Depan
‘Anjlok’ 

by Miminidn10/11/2019

IDNNews.id, Jakarta – Pakar ekonomi sekaligus Menteri Koordinator
Ekonomi, Keuangan, dan Industri, era pemerintahan Abdurrahman Wahid
alias Gus Dur, Rizal Ramli, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia
tahun depan hanya 4 persen.

Hal itu terjadi jika tim ekonomi pemerintah tidak mengubah langkah
ekonomi secara signifikan.

“Jika tidak ada perubahan ekonomi makro hingga Desember 2019,
diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan anjlok ke 4 persen,
yang akan semakin menurunkan daya beli dan meningkatkan jumlah
perusahaan yang mengalami gagal minus bayar (default). Tidak ada juga
tanda-tanda indikator ekonomi makro seperti defisit perdagangan,
defisit curent account akan membaik 2020,” kata Rizal di Jakarta, Jumat
(8/11/2019).

Angka yang diprediksi Rizal itu lebih rendah daripada pertumbuhan
ekonomi tahun ini sebesar 5,05 persen. Padahal, pada 2019, target
pertumbuhan ekonomi dipatok di angka 5,1 persen.

Terlebih lagi, peningkatan kegiatan ekonomi dan korporasi Tiongkok di
Indonesia yang semakin masif juga menjadi dampak perekonomian di Tanah
Air semakin memburuk.

“Nilai tambah mereka (Tiongkok) terhadap ekonomi rakyat Indonesia
sangat minimum. Karena model bisnisnya menyedot nilai tambah dari hulu
ke hilir, sangat berbeda dengan investasi asing lainnya di masa lalu,
yang biasanya hanya membawa kurang dari 10 orang tenaga kerjanya,” kata
Rizal.

Belum lagi, lanjut Rizal, pemerintah masih menggunakan strategi
berutang untuk mengatasi persoalan ekonomi. Ironisnya, bunga utangnya
pun sangat besar bila dibanding negara yang ratingnya rendah dari
Indonesia.

“Bunga utang luar negeri lebih tinggi dibanding negara yang ratingnya
lebih rendah dari Indonesia. Bunga utang Indonesia sampai 8,3 persen,
sementara negara lain seperti Vietnam, Thailand, dan Filipina bunganya
empat sampai lima persen. Itu kenapa subsidi energi dan sosial
dipangkas untuk bayar utang. Dampaknya daya beli rakyat lemah, karena
harga TDL naik, BBM naik, dan akan menyusul iuran BPJS Kesehatan naik
100 persen,” kata mantan Tim Panel Bidang Ekonomi PBB itu.

Meski demikian, Rizal masih optimis dengan kinerja beberapa menteri
kabinet yang bisa menyelamatkan masa depan Indonesia.

“Ada beberapa sektor yang akan melakukan perubahan positif, terutama
Mendikbud Nadiem Makarim, dan Menteri BUMN Erick Thohir yang didampingi
dua mantan CEO Bank Mandiri,” tuturnya. (*)

Kirim email ke