https://www.gatra.com/detail/news/455967/politik/hendropiyono-minta-anak-muda-patuhi-pemimpin--tak-mengacau


*Hendropiyono Minta Anak Muda Patuhi Pemimpin & Tak Mengacau*

Gatra.com | 11 Nov 2019 00:07


*Sleman, Gatra.com* – Usai meresmikan patung Panglima Besar Jenderal
Soedirman yang juga digagasnya, di Sleman, DIY, Minggu (10/11) malam,
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono menyampaikan
empat pesan yang ditujukan ke generasi muda.

“Ada pesan dari para sesepuh yang masih saya ingat. Pertama, jangan pernah
menganiaya tentara atau membunuh secara politik seperti yang terjadi pada
Wiranto,” katanya.

Menurutnya, penusukan pada eks Menteri Kordinator Bidang Politik Hukum dan
Keamanan pada 10 Oktober itu adalah pembunuhan politik yang gagal.

Jika pembunuhan itu berhasil, kejadian itu menjadi peristiwa yang
menyedihkan dan berbahaya. Hendro lantas menyebut peristiwa terbunuhnya
tujuh jenderal pada 1965. Saat itu, kata dia, tentara tidak terima dan
mengejar PKI habis-habisan.

“Bukan tidak mungkin, jika sampai terjadi penganiayaan kepada prajurit dan
pelakunya tidak sampai mati, saya anggap pelakunya menggali lubang kuburnya
sendiri. Sebagai orang tua, saya berpesan jangan terjadi lagi,” ucapnya.

Di pesan kedua, Hendro berharap generasi muda tetap berpegang teguh pada
jati diri bangsa Indonesia seperti yang tertuang di lagu ciptaannya ‘Diriku
Ini Indonesia’ yang sempat ia nyanyikan.

Menurutnya, jati diri bangsa Indonesia menjunjung tinggi moral yang
diajarkan oleh orang tua juga tidak memaki, menjelek-jelekan, bahkan
menunjuk hidung guru dan pemimpin.

Hendro berkata, memaki pemimpin yang dipilih oleh rakyat adalah tindakan
kurang ajar dan menyakitkan hati. Tindakan itu tidak pernah diajarkan oleh
para orang tua. Sesalah apapun pemimpin atau menteri, meski berusia muda,
sebaiknya diajak bicara secara santun.

“Ketiga adalah disiplin sosial. Kalian boleh mengadopsi paham freedom,
liberal. Tapi jangan bikin kacau saat demo atau menyuarakan aspirasi. Jika
terjadi kekacauan, yang rugi besar adalah rakyat dan kita tidak tahu siapa
yang akan menggantinya. Jadi jangan asal ngamuk,” katanya.

Untuk pesan terakhir, Hendropriyono meminta seluruh rakyat Indonesia
melaksanakan permintaan pemimpinnya, terutama saat Presiden Joko Widodo
kini fokus pada program deradikalisasi.

Presiden tak ingin rakyat disesatkan oleh pihak tertentu. “Jika ini sampai
terjadi, maka nasib kalian tidak jelas dan tambah susah hidupnya,” ucapnya.

Hendro bilang, saat ini rakyat mulai merasakan bahwa generasi muda
disesatkan oleh kaum yang mengaku beragama. Padahal kaum itu tidak
menghormati orang lain.

“Saya sangat sedih melihat ini. Saat ini di PLN dan Kemenkominfo sedang
bersih-bersih (dari radikalisme agama). Saya ucapkan selamat dan semoga
sukses,” ujarnya.
------------------------------

*Reporter: Kukuh Setyono*
*Editor: A. Hernawan*

Kirim email ke