----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Terkirim: Senin, 11 November 
2019 01.03.15 GMT+1Judul: [nasional-list] HendropiyonoMinta Anak Muda Patuhi 
Pemimpin & Tak Mengacau
     

 



https://www.gatra..com/detail/news/455967/politik/hendropiyono-minta-anak-muda-patuhi-pemimpin--tak-mengacau




HendropiyonoMinta Anak Muda Patuhi Pemimpin & Tak Mengacau

Gatra.com | 11Nov 2019 00:07




Sleman,Gatra.com –Usai meresmikan patung Panglima Besar Jenderal Soedirman yang 
jugadigagasnya, di Sleman, DIY, Minggu (10/11) malam, Mantan KepalaBadan 
Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono menyampaikan empatpesan yang ditujukan 
ke generasi muda.

“Adapesan dari para sesepuh yang masih saya ingat. Pertama, jangan 
pernahmenganiaya tentara atau membunuh secara politik seperti yang terjadipada 
Wiranto,” katanya.

Menurutnya,penusukan pada eks Menteri Kordinator Bidang Politik Hukum 
danKeamanan pada 10 Oktober itu adalah pembunuhan politik yang gagal. 

Jikapembunuhan itu berhasil, kejadian itu menjadi peristiwa yangmenyedihkan dan 
berbahaya. Hendro lantas menyebut peristiwaterbunuhnya tujuh jenderal pada 
1965. Saat itu, kata dia,tentara tidak terima dan mengejar PKI habis-habisan.

“Bukantidak mungkin, jika sampai terjadi penganiayaan kepada prajurit 
danpelakunya tidak sampai mati, saya anggap pelakunya menggali lubangkuburnya 
sendiri. Sebagai orang tua, saya berpesan jangan terjadilagi,” ucapnya.

Dipesan kedua, Hendro berharap generasi muda tetap berpegang teguh padajati 
diri bangsa Indonesia seperti yang tertuang di laguciptaannya ‘Diriku Ini 
Indonesia’ yang sempat ia nyanyikan.

Menurutnya,jati diri bangsa Indonesia menjunjung tinggi moral yang 
diajarkanoleh orang tua juga tidak memaki, menjelek-jelekan, bahkan 
menunjukhidung guru dan pemimpin.

Hendroberkata, memaki pemimpin yang dipilih oleh rakyat adalah tindakankurang 
ajar dan menyakitkan hati. Tindakan itu tidak pernahdiajarkan oleh para orang 
tua. Sesalah apapun pemimpin atau menteri,meski berusia muda, sebaiknya diajak 
bicara secara santun.

“Ketigaadalah disiplin sosial. Kalian boleh mengadopsi paham freedom,liberal. 
Tapi jangan bikin kacau saat demo atau menyuarakan aspirasi.Jika terjadi 
kekacauan, yang rugi besar adalah rakyat dan kita tidaktahu siapa yang akan 
menggantinya. Jadi jangan asal ngamuk,”katanya.

Untukpesan terakhir, Hendropriyono meminta seluruh rakyat Indonesiamelaksanakan 
permintaan pemimpinnya, terutama saat Presiden JokoWidodo kini fokus pada 
program deradikalisasi.

Presiden takingin rakyat disesatkan oleh pihak tertentu. “Jika ini 
sampaiterjadi, maka nasib kalian tidak jelas dan tambah susah hidupnya,”ucapnya.

Hendrobilang, saat ini rakyat mulai merasakan bahwa generasi mudadisesatkan 
oleh kaum yang mengaku beragama. Padahal kaum itu tidakmenghormati orang lain.

“Sayasangat sedih melihat ini. Saat ini di PLN dan Kemenkominfo 
sedangbersih-bersih (dari radikalisme agama). Saya ucapkan selamat dansemoga 
sukses,” ujarnya.

Reporter:Kukuh Setyono
Editor:A. Hernawan
    

Kirim email ke