Xi Jinping Turunkan Artikel di Media Yunani
http://indonesian.cri.cn/20191111/5ca61516-cc63-30be-916b-e33f2831ab61.html
2019-11-11 10:01:50
Pada saat mengadakan kunjungan kenegaraan di Republik Yunani, Presiden
Tiongkok Xi Jinping menurunkan artikel di harian Kathimerini, Yunanni.
Xi Jinping dalam artikelnya menyatakan, peradaban kuno yang besar adalah
sama saja. Pada 2.000 tahun yang silam, sinar peradaban Tiongkok kuno
dan Yunani kuno mencemerlangkan dua ujung benua Asia dan Eropa. Era emas
kelahiran filsuf dan sastrawan di Yunani kuno justru bertepatan dengan
masa kebangkitan “seratus aliran pikiran bersaing bersuara” di Tiongkok.
Sastrawan kenamaan Yunani Nikos Kazantakis yang pernah dua kali
mengunjungi Tiongkok pernah menyatakan bahwa “Sokrates dan Konghuzu
adalah dua rupa umat manusia, di bawah rupa tersebut adalah satu rupa
akal budi umat manusia”.
Xi Jinping dalam artikelnya menyatakan, peradaban kuno yang besar adalah
saling mengenal. Pada abad ke-4 SM, orang Yunani kuno memberikan satu
nama yang indah kepada Tiongkok yang berjarak jauh, yaitu “negara
sastra”. Pada abad ke-16, “Euclid’s Elements” tersebar di Tiongkok,
sehingga menjadi pelopor pertukaran keilmuan antara Tiongkok dan dunia
Barat. Peradaban kuno yang besar lebih-lebih beramah tamah. Setelah
berdirinya Republik Rakyat Tiongkok, kapal Yunani yang pertama menerobos
blokade, membawa materi dan perlengkapan yang berharga kepada Tiongkok.
Pada saat Yunani menghadapi masalah ekonomi dan utang, Tiongkok dengan
sepenuh hati membantu sahabat Yunani untuk mengatasi kesulitan. Sejak
Tiongkok dan Yunani menggalang hubungan diplomatik pada tahun 1972,
khususnya kedua negara menjalin kemitraan strategis keseluruhan pada
tahun 2006, kedua pihak saling menghormati dan saling percaya, dengan
tegas mengembangkan hubungan bilateral dari ketinggian strategis dan
sudut jangka panjang, mempertahankan kerja sama dan menang bersama,
kerja sama kedua negara di bidang-bidang perdagangan, investasi dan
pembangunan infrastruktur telah mencapai keberhasilan. Perkembangan
hubungan Tiongkok dan Yunani telah memperlihatkan vitalitas kerja sama
yang saling menguntungkan dalam masyarakat modern negara-negara kuno
yang beradab.
Kini, kedua negara berada pada masa historis baru pembangunan, hubungan
bilateral menghadapi peluang historis baru. Xi Jinping menyatakan
harapannya bersama dengan para pemimpin Yunani untuk melukis gambar ribu
yang baru bagi perkembangan hubungan kedua negara.
Kini, situasi internasional mengalami perubahan yang rumit,
ketidakstabilan dan ketidakpastian bertambah. Tiongkok dan Yunani perlu
mengembangkan kecerdasan peradaban kuno, memikul kewajiban sejarah
negara kuno peradaban, bersama-sama mendorong hubungan internasional
tipe baru dengan saling menghormati, setara dan adil, kerja sama dan
menang bersama, bersama-sama mendorong pembangunan komunitas senasib
manusia.