-------- Forwarded Message --------
Subject: Prabowo-Sandi Tercatat Menang Pilpres 2019 di Desa Fiktif
Date: Mon, 11 Nov 2019 12:29:37 +0800
From: ChanCT <[email protected]>
To: GELORA_In <[email protected]>
Prabowo-Sandi Tercatat Menang Pilpres 2019 di Desa Fiktif
CNN Indonesia | Senin, 11/11/2019 09:29 WIB
Bagikan :
Prabowo-Sandi Tercatat Menang Pilpres 2019 di Desa FiktifPrabowo-Sandi
saat masih mengikuti Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Kendari, CNN Indonesia -- Desa Morehe, Kecamatan Uepai, Kabupaten
Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara yang diduga *desa fiktif
<https://www.cnnindonesia.com/tag/desa-fiktif>*tercatat pernah
menyelenggarakan pemilu, baik Pilkada serentak 2018 maupun Pilpres dan
Pileg 2019. Di desa ini, tercatat pasangan*Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
<https://www.cnnindonesia.com/tag/prabowo-sandi>* meraih suara terbanyak
dalam Pilpres 2019.
Desa Morehe merupakan satu dari tiga desa yang diduga fiktif di Konawe.
Dua desa lainnya adalah Desa Uepai, Kecamatan Uepai dan Desa Ulu Meraka,
Kecamatan Lambuya.
Salah seorang pegawai Kecamatan Labuya membenarkan soal digelarnya
Pemilu 2019 di Desa Morehe.
"Di Desa Morehe pernah digelar pemilihan. Pemilu kemarin dan Pilkada
2018," kata pegawai Kecamatan Lambuya, Sambo (51), pekan lalu.
Penelusuran/CNNIndonesia.com/di situs resmi KPU RI hanya Desa Morehe
yang pernah menggelar pemilu. Sedangkan Desa Uepai, Kecamatan Uepai dan
Desa Ulumeraka, Kecamatan Lambuya tidak menggelar pemilihan.
Lihat juga:
Usut Desa Fiktif, Kemendagri Kirim Tim ke Konawe
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191110195147-20-447123/usut-desa-fiktif-kemendagri-kirim-tim-ke-konawe/>
Kecuali, Kelurahan Uepai di Kecamatan Uepai dan Desa Ulumeraka di
Kecamatan Lambuya yang diketahui menggelar pemilu karena memang
kelurahan dan desa itu benar-benar ada.
Ketua KPU Konawe Muhammad Azwar membenarkan diselenggarakannya proses
pemilu di Desa Morehe.
"Iya, satu TPS," kata Azwar dalam pesan singkatnya, Jumat (8/11).
Azwar menyebut, saat penyelenggaraan pemilu, di sana ditempatkan 7
kelompok pemilihan pemungutan suara (KPPS), termasuk pemilih warga setempat.
"Kalau nda salah pemilihnya saat pemilu 196 DPT-nya, 108 laki laki dan
88 perempuan," kata Azwar.
Sementara data yang terpampang di situs resmi KPU RI, pada Pilpres 2019,
pasangan Prabowo-Sandi menang di TPS Desa Morehe, Kecamatan Uepai dengan
perolehan 164 suara mengungguli pasangan Joko Widodo-Maruf Amin yang
hanya memperoleh 14 suara.
Lihat juga:
Cegah Desa Fiktif, Ma'ruf Minta Data Penerima Dana Diperbarui
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191108204316-20-446802/cegah-desa-fiktif-maruf-minta-data-penerima-dana-diperbarui/>
Sedangkan pada Pilkada Konawe 2018, ada empat pasangan yang bertarung.
Adalah Muliati Saiman-Mansur (calon perseorangan), Litanto-Murni
Tombili, Irawan Laliasa-Adi Jaya Putra dan Kery Syaiful Konggoasa-Gusli
Topan Sabara.
Di Desa Morehe yang diduga fiktif total pemilih pada Pilkada 2018
sebanyak 194 pemilih terdiri dari 108 laki-laki dan 86 perempuan.
Di desa ini menjadi lumbung suara Irawan Laliasa-Adi Jaya Putra dengan
perolehan 82 suara. Kemudian disusul pasangan Kery-Gusli sebanyak 59
suara, Litanto-Murni Tombili sebanyak 15 suara dan Muliati Saiman-Mansur
sebanyak 3 suara.
*Wabup Bantah Fiktif*
Digelarnya pemilihan di Desa Morehe ini bertolak belakang dengan
pernyataan Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara. Sebab Gusli membantah
ada tiga tiga desa diduga fiktif sebagaimana disebutkan Menteri Keuangan
(Menkeu) Sri Mulyani.
Lihat juga:
Menko Airlangga Akan Audit Aliran Dana ke Desa Fiktif
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20191108140254-532-446665/menko-airlangga-akan-audit-aliran-dana-ke-desa-fiktif/>
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan Inspektorat Provinsi
Sulawesi Tenggara, ketiga desa itu harus dihentikan pencairan dana
desanya bukan karena fiktif.
Gusli mengatakan, Desa Ulu Meraka tak diberikan dana desa karena namanya
sama dengan nama desa di Kecamatan Onembute. Sementara Morehe, dana
desanya tak dicairkan karena wilayahnya masuk Kabupaten Kolaka Timur.
"Dengan mekarnya Kolaka Timur, ada daerah kita yang diambil. Ini akan
kami sanggah di Kementerian," katanya.
Kemudian, Desa Uepai masuk sebagai penerima dana desa diduga akibat
human error. Sebab, desa ini sudah lama tidak ada sejak berubah nama
menjadi Kelurahan Uepai.
Atas rekomendasi Inspektorat Kemenkeu dana desa tiga desa itu dihentikan
dan uang untuk tiga desa tersebut dibiarkan mengendap di kas daerah
Pemkab Konawe sebesar Rp5,8 miliar.
"Berdasarkan rekomendasi itu, tidak dicairkan sejak 2015-2018," ujar Gusli.
Lihat juga:
Eks Mendes Ungkap Modus Desa Fiktif Sedot Dana Desa
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20191108085922-532-446569/eks-mendes-ungkap-modus-desa-fiktif-sedot-dana-desa/>
Ia mengaku uang tersebut tidak dialihkan ke anggaran lain dan dibiarkan
menjadi sisa lebih penggunaan anggaran (SILPA) Pemkab Konawe.
"Sebenarnya kita dirugikan karena seperti Desa Morehe ini kenapa masuk
di Kolaka Timur. Itu nanti kita sanggah di kementerian," kata
dia.*(pnd/osc)*