https://metro.tempo.co/read/1270983/laporkan-novel-baswedan-dewi-tanjung-diperiksa-polisi-2-jam/full&view=ok


 Laporkan Novel Baswedan, Dewi Tanjung


 Diperiksa Polisi 2 Jam

Reporter:


       M Julnis Firmansyah

Editor:


       Febriyan

Senin, 11 November 2019 18:56 WIB
Kader PDI P Dewi Tanjung (kerudung merah) saat melaporkan penyidik KPK Novel Baswedan atas tuduhan rekayasa penyiraman air keras ke Polda Metro Jaya, Rabu 6 November 2019. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ <https://statik.tempo.co/data/2019/11/06/id_886973/886973_720.jpg>

Kader PDI P Dewi Tanjung (kerudung merah) saat melaporkan penyidik KPK Novel Baswedan atas tuduhan rekayasa penyiraman air keras ke Polda Metro Jaya, Rabu 6 November 2019. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Kader PDIP Dewi Tanjung menjalani pemeriksaan perdana soal laporannya terhadap penyidik KPK Novel Baswedan <https://www.tempo.co/tag/novel-baswedan>. Pemeriksaan yang berlangsung di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, itu berlangsung dari pukul 15.30 - 17.30.

Usai menjalani pemeriksaan, Dewi Tanjung menyatakan dirinya menjawab tuntas 20 pertanyaan yang diajukan polisi. "Tadi ada sekitar 20 pertanyan yang ditanyakan penyidik. Pertanyaan seputar perkara ya, seputar kasus yang saya laporkan," kata Dewi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 11 November 2019.

Dalam pemeriksaannya sebagai pelapor, Dewi menyerahkan beberapa alat bukti kepada penyidik. Alat bukti tersebut antara lain rekaman CCTV, foto-foto Novel dari media online, dan juga link berita. Dewi mengatakan setelah ini pihaknya dan kepolisian akan melakukan rekontruksi kasus penyiraman terhadap Novel.

"Soal waktunya (rekonstruksi), nanti akan kami bicarakaran lagi," kata Dewi.

Pada Rabu pekan lalu, Dewi melaporkan Novel ke Polda Metro Jaya dengan tudingan rekayasa penyiraman air keras. Dewi melaporkan Novel dengan Pasal penyebaran berita bohong melalui media elektronik yang tertuang dalam surat bernomor LP/7171/XI/2019/PMJ/Dit. Krimsus.

Beberapa hari sebelum, Dewi telah terlebih dahulu menantang Novel Baswedan untuk membantah tudingannya soal rekayasa penyiraman air keras. Tantangan itu Dewi sampaikan melalui sebuah video yang ia unggah ke akun YouTube-nya Dewi Tanjung pada 28 Oktober 2019.

Dalam video itu, Dewi Tanjung <https://www.tempo.co/tag/dewi-tanjung> menjelaskan tak akan percaya dengan kebutaan Novel sampai melihatnya secara langsung. Ia bahkan menuding mata Novel yang terlihat aneh usai tersiram air keras itu adalah efek soft lens. Ia juga mengatakan luka-luka di wajah Novel adalah hasil make up.

------------------------------------------------------------------------







Home News Regional Viral Video Kapolsek Bersimpuh di Hadapan Massa yang Bawa Golok Kompas.com - 11/11/2019, 17:01 WIB Bagikan: Komentar (33) Iptu Akbar saat bersimpuh dan memohon agar massa tidak melukai warga lainnya. Iptu Akbar saat bersimpuh dan memohon agar massa tidak melukai warga lainnya.(KOMPAS.com/SUDDIN SYAMSUDDIN) Penulis Kontributor Pinrang, Suddin Syamsuddin | Editor Abba Gabrillin PINRANG, KOMPAS.com — Video yang menayangkan aksi heroik seorang polisi menjadi viral di media sosial. Polisi tersebut ialah Iptu Akbar yang merupakan Kapolsek Cempa di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Dia terekam kamera warga saat meredam amarah massa yang datang dengan membawa senjata tajam. Baca juga: Videonya Viral karena Ucapan Tak Senonoh, Begini Tanggapan Wakil Ketua DPRD Luwu Timur Saat itu, massa menggelar aksi menolak tambang ilegal di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. "Saat itu, puluhan warga menolak tambang ilegal, dilakukan dengan aksi demo. Saat itu warga tersulut emosi," kata Akbar saat dikonfirmasi, Senin (11/11/2019). Menurut Akbar, pada saat itu massa sudah memukuli korban yang merupakan pekerja di tambang. Saat suasana semakin memanas, sejumlah warga lain mengejar pekerja dan menghunuskan golok dan parang. "Saat terjatuh, korban kemudian nyaris ditebas oleh warga yang sudah menghunuskan golok. Karena situasi emosi, saya kemudian berinisiatif bersimpuh, memohon agar tidak menebas korban," kata Akbar. Iptu Akbar bersimpuh Iptu Akbar bersimpuh(KOMPAS.com/SUDDIN SYAMSUDDIN) Emosi warga akhirnya mereda melihat seorang Kapolsek bersimpuh dan memohon agar tidak melakukan aksi anarkistis. Akbar merapatkan kedua telapak tangannya hingga sejajar dengan wajah dan memohon agar massa tidak melukai pekerja tambang yang sudah jatuh terkapar. Akbar merupakan sosok yang cukup disegani oleh warga Pinrang. Ia lebih dikenal sebagai polisi yang ramah. "Iptu Akbar di kalangan polisi dan warga dikenal sebagai polisi yang berkepribadian baik dan suka menolong," kata Wakapolres Pinrang Kompol Nugraha Pamungkas. Menurut Nugraha, Iptu Akbar akan diberikan penghargaan karena aksi heroiknya membantu menyelamatkan warga yang nyawanya terancam. Baca juga: Juara The Voice of Germany, Audi Jadi Kebanggaan Warga Cirebon Baca berikutnya Terbukti Bersalah, Markus Nari Wajib…

Artikel ini telah tayang di Kompas.com <http://kompas.com> dengan judul "Viral Video Kapolsek Bersimpuh di Hadapan Massa yang Bawa Golok", https://regional.kompas.com/read/2019/11/11/17014431/viral-video-kapolsek-bersimpuh-di-hadapan-massa-yang-bawa-golok?page=all.
Penulis : Kontributor Pinrang, Suddin Syamsuddin
Editor : Abba Gabrillin

Kirim email ke