https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191112194046-20-447777/prabowo-akan-diskusi-dengan-jokowi-bahas-polemik-rizieq


 Prabowo Akan Diskusi dengan Jokowi Bahas Polemik


 Rizieq

CNN Indonesia | Selasa, 12/11/2019 21:12 WIB
Bagikan : <https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191112194046-20-447777/prabowo-akan-diskusi-dengan-jokowi-bahas-polemik-rizieq#> <https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191112194046-20-447777/prabowo-akan-diskusi-dengan-jokowi-bahas-polemik-rizieq#> Prabowo Akan Diskusi dengan Jokowi Bahas Polemik Rizieq Prabowo Subianto dan Joko Widodo saat bertemu di Istana Negara, Jakarta. (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan) Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pertahanan *Prabowo Subianto <https://www.cnnindonesia.com/tag/prabowo-subianto>* akan mempelajari polemik keberadaan pemimpin FPI *Rizieq Shihab <https://www.cnnindonesia.com/tag/rizieq-shihab>* yang hingga saat ini masih menetap di Arab Saudi. Bahkan Rizieq mengklaim tak bisa pulang ke Indonesia karena dicekal.

Juru Bicara Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut Prabowo akan melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri, Badan Intelijen Negara, dan Presiden Joko Widodo secara khusus untuk membahas hal tersebut.


         Lihat juga:

Mahfud Sebut Rizieq Bermasalah dengan Pemerintah Arab Saudi <https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191112172042-20-447720/mahfud-sebut-rizieq-bermasalah-dengan-pemerintah-arab-saudi/>


Dahnil mengatakan Prabowo ingin melihat perspektif dari pihak pemerintah terkait hal-hal yang berkaitan dengan Rizieq. Dia juga akan melakukan pembicaraan secara khusus dengan Pemerintah Arab Saudi.


"Tadi Pak Menhan sampaikan beliau akan pelajari dan beliau juga akan berdiskusi dengan Pak Presiden Jokowi," kata Dahnil di Gedung Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (12/11).

Dalam pertemuan Prabowo dengan Duta Besar Arab Saudi, Esam A. Abid Althagafi, Dahnil mengatakan tak ada pembicaraan terkait persoalan yang berkaitan dengan Rizieq.

Pertemuan itu, kata Dahnil, lebih fokus pada kunjungan kehormatan pihak Arab Saudi mengingat dia baru saja dilantik sebagai Menteri Pertahanan beberapa pekan lalu.

"Secara spesifik karena tadi temanya tentu pertahanan, kunjungan kehormatan, pihak Arab Saudi belum membahas secara khusus terkait dengan itu," katanya.


         Lihat juga:

Prabowo soal Kepulangan Rizieq: Nanti Kita Pelajari Dulu <https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191112121125-32-447592/prabowo-soal-kepulangan-rizieq-nanti-kita-pelajari-dulu/>


Dahnil berdalih sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo memiliki kewajiban untuk menjaga seluruh masyarakat Indonesia, termasuk Rizieq.

"Sebagai bagian dari pemerintahan, beliau akan pelajari dan pahami apakah ada porsi dari Kemhan. Kalau /ndak/ ada tentu hanya akan jadi pembicaraan informal mungkin," katanya.

"Beliau akan bantu coba berkomunikasi, apa sih sesungguhnya masalahnya sehingga bisa seramai ini," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyebut Rizieq bermasalah dengan Pemerintah Arab Saudi. Sebab selama ini pemerintah tidak melakukan pencekalan kepada pemimpin FPI itu.

Mahfud menyoroti klaim Rizieq yang disebut sudah dicekal selama satu setengah tahun. Sementara menurutnya, pencekalan gugur jika dalam waktu enam bulan pihak yang dicekal tak dibawa ke pengadilan.

"Katanya itu sudah satu setengah tahun, berarti masalahnya bukan di pemerintah Indonesia. Masalahnya di pemerintah Arab Saudi, silakan urusannya ke sana. Kalau ada sesuatu yang bisa kita bantu, ya kita bantu," kata Mahfud di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

"Bagi Indonesia, sudah saya cek semua, imigrasi, kepolisian, tidak ada yang mencekal dia (Rizieq Shihab)," ujar Mahfud.


         Lihat juga:

Kedubes Saudi Mengaku Tak Tahu soal RI Minta Rizieq Dicekal <https://www.cnnindonesia.com/internasional/20191111130959-106-447279/kedubes-saudi-mengaku-tak-tahu-soal-ri-minta-rizieq-dicekal/>


*(tst)*

*
*

*
*

*
*

*
*

*
*

Kontroversi Imbauan MUI Jatim soal Salam Berdasarkan Agama-Agama Logo MUI. FOTO/wikipedia Logo MUI. FOTO/wikipedia Oleh: Mohammad Bernie - 12 November 2019 Dibaca Normal 2 menit Menag Fachrul Razi mengaku belum membaca utuh imbauan MUI Jatim, tapi jika event yang dihadiri tokoh bersifat universal, maka salam dengan berbagai agama perlu dilakukan. tirto.id - Imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur terkait salam diucapkan dengan cara berbagai agama di acara resmi menuai polemik. Komisioner Ombudsman RI Ahmad Suaedy bahkan menilai imbauan itu tak perlu didengar, sebab sentimen keagamaan yang dijadikan landasan argumen itu hanya akan membuat masyarakat bersitegang. Suaedy sendiri mengaku tidak pernah menggunakan salam semua agama. Namun, menurut dia, hal itu tak perlu diimbau untuk dilarang dan sebaliknya tak perlu diwajibkan. “Hanya ngomporin orang untuk saling marah satu sama lain. Itu, kan, enggak berguna,” kata Suaedy saat dihubungi reporter Tirto, pada Senin (11/11/2019). MUI Jatim sendiri menyadari bila salam yang diucapkan berdasarkan agama-agama itu bertujuan menjaga keharmonisan bangsa yang beragam. Namun, mereka tetap mengimbau agar salam di acara resmi sebaiknya diucapkan berdasarkan keyakinan masing-masing. “Mengucapkan salam pembuka dari semua agama yang dilakukan oleh umat Islam adalah perbuatan baru yang merupakan bid'ah dan tidak pernah ada di masa lalu, minimal mengandung nilai syubhat yang patut dihindari,” demikian keterangan pers yang ditandatangani Ketua Umum MUI Jatim Abdusshomad Buchori. Sekretaris Jenderal MUI Pusat Anwar Abbas menyambut positif imbauan MUI Jatim itu. Abbas menilai salam mengandung dimensi teologis dan ibadah, dalam hal ini umat Islam hanya diperkenankan berdoa pada Allah SWT. “Kalau ada orang Islam dan orang yang beriman kepada Allah berdoa dan meminta pertolongan kepada selain Allah SWT, maka murka Tuhan pasti akan menimpa diri mereka,” kata Abbas lewat keterangan tertulis yang diterima Tirto. Imbauan itu pun dianggap Abbas tak bertentangan dengan nilai-nilai toleransi. Sebab, kata Abbas, tiap-tiap agama punya cara salam sendiri dan seharusnya tidak boleh saling memaksakan dan harus saling menghormati salam masing-masing umat agama, tanpa menambah atau mengucapkan salam agama lain. Baca juga: Prabowo Gabung Koalisi Jokowi, Buat Apa Reuni PA 212 Digelar? JIAD: Imbauan MUI Jatim Melarang Salam Lintas Agama Tidak Mengikat SBY hingga Jokowi Ucapkan Salam versi Agama-Agama Sebaliknya, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) A. Helmy Faishal Zaini menilai salam dengan cara berbagai agama yang dilakukan pejabat pemerintahan atau tokoh masyarakat sejatinya adalah upaya mempererat persaudaraan dan kebangsaan. Helmy mengatakan, berbagai ungkapan dalam agama Islam kerap kali digunakan oleh umat non-Islam. Menurut dia, hal itu harus disyukuri sebagai bentuk akulturasi budaya sepanjang digunakan semestinya. “Sepanjang seluruh yang diucapkan tidak bertentangan dengan niat, maka sepanjang itu pula kalimat yang menyatakan salam kebangsaan tersebut tidak akan mengganggu akidah dan teologi seseorang,” kata Helmy lewat keterangan tertulis, Senin (11/11/2019). Menurut Helmy, hal itu sudah menjadi prinsip utama dalam beragama. Namun, dia meminta pendapat dan imbauan MUI Jawa Timur tersebut tetap dihargai agar tidak terjadi ketegangan. Menteri Agama Fachrul Razi mengaku belum membaca utuh imbauan tersebut. Namun, kata Fachrul, jika event yang dihadiri bersifat universal, maka salam dengan berbagai agama harus dilakukan. Sebaliknya, jika acara dihadiri oleh umat agama tertentu, maka salam dilakukan dengan cara agama tersebut. “Kalau di situ bukan hanya orang beragama Islam, pasti. Kecuali acara Islam, Islam saja. Tapi kalau acara umum, nasional, harus nasional,” kata Fachrul, di Royal Kuningan Hotel Jakarta, Minggu (10/11/2019). Baca juga: Dewi Tanjung Bisa Dijerat Pasal Hoaks soal Kasus Novel Baswedan? Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati menduga imbauan MUI itu tak bisa dilepaskan dengan polarisasi di tubuh MUI. Ia menilai, ada faksi yang mendukung pemerintah, begitu juga sebaliknya. Karena itu, Wasisto melihat waktu imbauan itu dikeluarkan, ia menduga hal itu dipengaruhi salah satu faksi tersebut. “Saya pikir pelarangan ini bisa bias. Penggunaan salam ini juga telah ada di era Megawati [Presiden ke-5 RI] juga sudah ada,” kata Wasisto kepada reporter Tirto. Saat ini, tokoh yang kerap menggunakan salam dengan cara diucapkan berbagai agama adalah Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Setiap acara resmi pemerintahan, Jokowi selalu mengucapkan salam dengan berbagai versi agama. Wasisto menjelaskan, hal itu bukan fenomena baru. Membuka pidato dengan “Om Swatiastu” misal, awalnya dipopulerkan oleh PDIP guna menghormati Sukarno yang keturunan Bali. Menurut Wasisto, hal ini lantas diikuti Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dengan menambahkan "Shalom" "Namo Buddaya" dan "Salam Kebajikan". Selain mempertimbangkan keragaman Indonesia, kata Wasisto, saat itu di internal Partai Demokrat juga ada sosok Ketua Walubi Murdaya Poo. Baca juga artikel terkait UCAPAN SALAM atau tulisan menarik lainnya Mohammad Bernie (tirto.id - ) Reporter: Mohammad Bernie Penulis: Mohammad Bernie Editor: Abdul Aziz

Baca selengkapnya di artikel "Kontroversi Imbauan MUI Jatim soal Salam Berdasarkan Agama-Agama", https://tirto.id/elyd

Kirim email ke