*Kurang lebih dua tahun lalu waktu Prabowo melakukan ibadah agama di Mekkah
dilakukan pertemuan dengan sang Imam Besar Habib Rizieq. (
https://www.youtube.com/watch?v=eCiwy7X2fK4
<https://www.youtube.com/watch?v=eCiwy7X2fK4> ) , Jadi pertemuan dengan
Jokowi ini hanya sendiwara apa yang telah disetujui semula.*

On Tue, Nov 12, 2019 at 5:57 PM 'j.gedearka' [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> wrote:

>
>
>
>
>
> https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191112194046-20-447777/prabowo-akan-diskusi-dengan-jokowi-bahas-polemik-rizieq
> Prabowo Akan Diskusi dengan Jokowi Bahas Polemik
> Rizieq
> CNN Indonesia | Selasa, 12/11/2019 21:12 WIB
> Bagikan :
> <https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191112194046-20-447777/prabowo-akan-diskusi-dengan-jokowi-bahas-polemik-rizieq#>
> <https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191112194046-20-447777/prabowo-akan-diskusi-dengan-jokowi-bahas-polemik-rizieq#>
> [image: Prabowo Akan Diskusi dengan Jokowi Bahas Polemik Rizieq] Prabowo
> Subianto dan Joko Widodo saat bertemu di Istana Negara, Jakarta. (CNN
> Indonesia/ Feri Agus Setyawan)
> Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pertahanan *Prabowo Subianto
> <https://www.cnnindonesia.com/tag/prabowo-subianto>* akan mempelajari
> polemik keberadaan pemimpin FPI *Rizieq Shihab
> <https://www.cnnindonesia.com/tag/rizieq-shihab>* yang hingga saat ini
> masih menetap di Arab Saudi. Bahkan Rizieq mengklaim tak bisa pulang ke
> Indonesia karena dicekal.
>
> Juru Bicara Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut Prabowo
> akan melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri, Badan Intelijen
> Negara, dan Presiden Joko Widodo secara khusus untuk membahas hal tersebut.
>
> Lihat juga: Mahfud Sebut Rizieq Bermasalah dengan Pemerintah Arab Saudi
> <https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191112172042-20-447720/mahfud-sebut-rizieq-bermasalah-dengan-pemerintah-arab-saudi/>
>
> Dahnil mengatakan Prabowo ingin melihat perspektif dari pihak pemerintah
> terkait hal-hal yang berkaitan dengan Rizieq. Dia juga akan melakukan
> pembicaraan secara khusus dengan Pemerintah Arab Saudi.
>
>
> "Tadi Pak Menhan sampaikan beliau akan pelajari dan beliau juga akan
> berdiskusi dengan Pak Presiden Jokowi," kata Dahnil di Gedung Kementerian
> Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (12/11).
>
> Dalam pertemuan Prabowo dengan Duta Besar Arab Saudi, Esam A. Abid
> Althagafi, Dahnil mengatakan tak ada pembicaraan terkait persoalan yang
> berkaitan dengan Rizieq.
>
> Pertemuan itu, kata Dahnil, lebih fokus pada kunjungan kehormatan pihak
> Arab Saudi mengingat dia baru saja dilantik sebagai Menteri Pertahanan
> beberapa pekan lalu.
>
> "Secara spesifik karena tadi temanya tentu pertahanan, kunjungan
> kehormatan, pihak Arab Saudi belum membahas secara khusus terkait dengan
> itu," katanya.
>
> Lihat juga: Prabowo soal Kepulangan Rizieq: Nanti Kita Pelajari Dulu
> <https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191112121125-32-447592/prabowo-soal-kepulangan-rizieq-nanti-kita-pelajari-dulu/>
>
> Dahnil berdalih sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo memiliki kewajiban
> untuk menjaga seluruh masyarakat Indonesia, termasuk Rizieq.
>
> "Sebagai bagian dari pemerintahan, beliau akan pelajari dan pahami apakah
> ada porsi dari Kemhan. Kalau *ndak* ada tentu hanya akan jadi pembicaraan
> informal mungkin," katanya.
>
> "Beliau akan bantu coba berkomunikasi, apa sih sesungguhnya masalahnya
> sehingga bisa seramai ini," jelasnya.
>
> Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud
> MD menyebut Rizieq bermasalah dengan Pemerintah Arab Saudi. Sebab selama
> ini pemerintah tidak melakukan pencekalan kepada pemimpin FPI itu.
>
> Mahfud menyoroti klaim Rizieq yang disebut sudah dicekal selama satu
> setengah tahun. Sementara menurutnya, pencekalan gugur jika dalam waktu
> enam bulan pihak yang dicekal tak dibawa ke pengadilan.
>
> "Katanya itu sudah satu setengah tahun, berarti masalahnya bukan di
> pemerintah Indonesia. Masalahnya di pemerintah Arab Saudi, silakan
> urusannya ke sana. Kalau ada sesuatu yang bisa kita bantu, ya kita bantu,"
> kata Mahfud di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
>
> "Bagi Indonesia, sudah saya cek semua, imigrasi, kepolisian, tidak ada
> yang mencekal dia (Rizieq Shihab)," ujar Mahfud.
>
> Lihat juga: Kedubes Saudi Mengaku Tak Tahu soal RI Minta Rizieq Dicekal
> <https://www.cnnindonesia.com/internasional/20191111130959-106-447279/kedubes-saudi-mengaku-tak-tahu-soal-ri-minta-rizieq-dicekal/>
>
> *(tst)*
>
>
>
>
>
>
> Kontroversi Imbauan MUI Jatim soal Salam Berdasarkan Agama-Agama Logo MUI..
> FOTO/wikipedia Logo MUI. FOTO/wikipedia Oleh: Mohammad Bernie - 12 November
> 2019 Dibaca Normal 2 menit Menag Fachrul Razi mengaku belum membaca utuh
> imbauan MUI Jatim, tapi jika event yang dihadiri tokoh bersifat universal,
> maka salam dengan berbagai agama perlu dilakukan. tirto.id - Imbauan
> Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur terkait salam diucapkan dengan
> cara berbagai agama di acara resmi menuai polemik. Komisioner Ombudsman RI
> Ahmad Suaedy bahkan menilai imbauan itu tak perlu didengar, sebab sentimen
> keagamaan yang dijadikan landasan argumen itu hanya akan membuat masyarakat
> bersitegang. Suaedy sendiri mengaku tidak pernah menggunakan salam semua
> agama. Namun, menurut dia, hal itu tak perlu diimbau untuk dilarang dan
> sebaliknya tak perlu diwajibkan. “Hanya ngomporin orang untuk saling marah
> satu sama lain. Itu, kan, enggak berguna,” kata Suaedy saat dihubungi
> reporter Tirto, pada Senin (11/11/2019). MUI Jatim sendiri menyadari bila
> salam yang diucapkan berdasarkan agama-agama itu bertujuan menjaga
> keharmonisan bangsa yang beragam. Namun, mereka tetap mengimbau agar salam
> di acara resmi sebaiknya diucapkan berdasarkan keyakinan masing-masing.
> “Mengucapkan salam pembuka dari semua agama yang dilakukan oleh umat Islam
> adalah perbuatan baru yang merupakan bid'ah dan tidak pernah ada di masa
> lalu, minimal mengandung nilai syubhat yang patut dihindari,” demikian
> keterangan pers yang ditandatangani Ketua Umum MUI Jatim Abdusshomad
> Buchori. Sekretaris Jenderal MUI Pusat Anwar Abbas menyambut positif
> imbauan MUI Jatim itu. Abbas menilai salam mengandung dimensi teologis dan
> ibadah, dalam hal ini umat Islam hanya diperkenankan berdoa pada Allah SWT.
> “Kalau ada orang Islam dan orang yang beriman kepada Allah berdoa dan
> meminta pertolongan kepada selain Allah SWT, maka murka Tuhan pasti akan
> menimpa diri mereka,” kata Abbas lewat keterangan tertulis yang diterima
> Tirto. Imbauan itu pun dianggap Abbas tak bertentangan dengan nilai-nilai
> toleransi. Sebab, kata Abbas, tiap-tiap agama punya cara salam sendiri dan
> seharusnya tidak boleh saling memaksakan dan harus saling menghormati salam
> masing-masing umat agama, tanpa menambah atau mengucapkan salam agama lain.
> Baca juga: Prabowo Gabung Koalisi Jokowi, Buat Apa Reuni PA 212 Digelar?
> JIAD: Imbauan MUI Jatim Melarang Salam Lintas Agama Tidak Mengikat SBY
> hingga Jokowi Ucapkan Salam versi Agama-Agama Sebaliknya, Sekretaris
> Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) A. Helmy Faishal Zaini
> menilai salam dengan cara berbagai agama yang dilakukan pejabat
> pemerintahan atau tokoh masyarakat sejatinya adalah upaya mempererat
> persaudaraan dan kebangsaan. Helmy mengatakan, berbagai ungkapan dalam
> agama Islam kerap kali digunakan oleh umat non-Islam. Menurut dia, hal itu
> harus disyukuri sebagai bentuk akulturasi budaya sepanjang digunakan
> semestinya. “Sepanjang seluruh yang diucapkan tidak bertentangan dengan
> niat, maka sepanjang itu pula kalimat yang menyatakan salam kebangsaan
> tersebut tidak akan mengganggu akidah dan teologi seseorang,” kata Helmy
> lewat keterangan tertulis, Senin (11/11/2019). Menurut Helmy, hal itu sudah
> menjadi prinsip utama dalam beragama. Namun, dia meminta pendapat dan
> imbauan MUI Jawa Timur tersebut tetap dihargai agar tidak terjadi
> ketegangan. Menteri Agama Fachrul Razi mengaku belum membaca utuh imbauan
> tersebut. Namun, kata Fachrul, jika event yang dihadiri bersifat universal,
> maka salam dengan berbagai agama harus dilakukan. Sebaliknya, jika acara
> dihadiri oleh umat agama tertentu, maka salam dilakukan dengan cara agama
> tersebut. “Kalau di situ bukan hanya orang beragama Islam, pasti. Kecuali
> acara Islam, Islam saja. Tapi kalau acara umum, nasional, harus nasional,”
> kata Fachrul, di Royal Kuningan Hotel Jakarta, Minggu (10/11/2019). Baca
> juga: Dewi Tanjung Bisa Dijerat Pasal Hoaks soal Kasus Novel Baswedan?
> Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo
> Jati menduga imbauan MUI itu tak bisa dilepaskan dengan polarisasi di tubuh
> MUI. Ia menilai, ada faksi yang mendukung pemerintah, begitu juga
> sebaliknya. Karena itu, Wasisto melihat waktu imbauan itu dikeluarkan, ia
> menduga hal itu dipengaruhi salah satu faksi tersebut. “Saya pikir
> pelarangan ini bisa bias. Penggunaan salam ini juga telah ada di era
> Megawati [Presiden ke-5 RI] juga sudah ada,” kata Wasisto kepada reporter
> Tirto. Saat ini, tokoh yang kerap menggunakan salam dengan cara diucapkan
> berbagai agama adalah Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Setiap acara resmi
> pemerintahan, Jokowi selalu mengucapkan salam dengan berbagai versi agama..
> Wasisto menjelaskan, hal itu bukan fenomena baru. Membuka pidato dengan “Om
> Swatiastu” misal, awalnya dipopulerkan oleh PDIP guna menghormati Sukarno
> yang keturunan Bali. Menurut Wasisto, hal ini lantas diikuti Presiden ke-6
> RI Susilo Bambang Yudhoyono dengan menambahkan "Shalom" "Namo Buddaya" dan
> "Salam Kebajikan". Selain mempertimbangkan keragaman Indonesia, kata
> Wasisto, saat itu di internal Partai Demokrat juga ada sosok Ketua Walubi
> Murdaya Poo. Baca juga artikel terkait UCAPAN SALAM atau tulisan menarik
> lainnya Mohammad Bernie (tirto.id - ) Reporter: Mohammad Bernie Penulis:
> Mohammad Bernie Editor: Abdul Aziz
>
> Baca selengkapnya di artikel "Kontroversi Imbauan MUI Jatim soal Salam
> Berdasarkan Agama-Agama", https://tirto.id/elyd
>
> 
>

Kirim email ke