Presiden Jokowi minta penegak hukum jangan "gigit" pejabat/pengusaha
Rabu, 13 November 2019 11:39 WIB
Presiden Jokowi minta penegak hukum jangan "gigit" pejabat/pengusaha
Presiden Joko Widodo memberikan pidato saat menghadiri Rakornas
Indonesia Maju antara Pemerintah Pusat dan Forum Koordinasi Pimpinan
Daerah (Forkopimda) di Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019). Kegiatan
tersebut bertujuan untuk mewujudkan sinergi program-program antara
pemerintah pusat dengan daerah. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.
Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo meminta aparat penegak hukum
tidak dengan sengaja untuk memeras atau membawa memproses hukum para
kepala daerah maupun pelaku usaha bisnis.
"Saya ingatkan juga, jangan menggigit orang yang benar, kalau yang salah
silakan digigit, tapi yang benar jangan sampai digigit dan jangan juga
pura-pura salah gigit. Jangan pernah juga mengigit pejabat atau pelaku
pelaku bisnis yang sedang berinovasi untuk kemajuan negara ini," kata
Presiden Jokowi di Sentul International Convention Center, Bogor, Rabu.
Presiden menyampaikan hal tersebut Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional
Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah
(Forkopimda) 2019 yang dihadiri oleh para menteri kabinet Indonesia
Maju, gubernur, bupati, wali kota, ketua DPRD tingkat 1 dan tingkat 2,
kajati, kajari, kepala pengadilan negeri dan pengadilan tinggi, kapolda,
kapolres, dandim hingga danrem serta para kepala lembaga negara terkait
sejumlah 2.693 orang.
"Karena tugas saudara-saudara adalah menggigit siapapun yang memiliki
niat buruk untuk mengganggu agenda agenda besar strategis bangsa kita,"
tambah Presiden yang disambut dengan tepuk tangan peserta rapat.
*Baca juga:Presiden arahkan pimpinan daerah hati-hati hadapi insiden
<https://www.antaranews.com/berita/1160652/presiden-arahkan-pimpinan-daerah-hati-hati-hadapi-insiden>
Baca juga:Rakornas Forkopimda, Jokowi bersyukur pertumbuhan ekonomi
terjaga
<https://www.antaranews.com/berita/1160667/rakornas-forkopimda-jokowi-bersyukur-pertumbuhan-ekonomi-terjaga>
Baca juga:Presiden Jokowi tak kaget ada bangunan ambruk karena kualitas
buruk
<https://www.antaranews.com/berita/1160700/presiden-jokowi-tak-kaget-ada-bangunan-ambruk-karena-kualitas-buruk>*
Presiden Jokowi mengaku tidak akan memberikan toleransi kepada aparat
penegak hukum yang hanya menakut-nakuti kepala daerah maupun pengusaha.
"Kepada para penegak hukum, Kapolda, Kapolres, Kajati, Kajari, semua
pengadilan tinggi dalam negeri, tugas saudara saudara semuanya adalah
menegakkan hukum, mendukung agenda strategis bangsa, saya juga tidak
akan memberi toleransi kepada aparat hukum yang kerjaannya hanya
menakut-nakuti, dan mengganggu inovasi, yang kerjaannya justru memeras
birokrat dan pejabat. Saya sampaikan ini secara terbuka pada kesempatan
ini," tegas Presiden.
Presiden Jokowi menjelaskan ia sudah mendapat laporan mengenai banyaknya
para pelaku usaha yang diperas oleh aparat penegak hukum.
"Saya (akan) inventarisasi (laporannya) dan saya perintahkan ke entah ke
Kapolri, ke Jaksa Agung, ini di Kejati ini (memeras) Kejari ini
(memeras), di Polda ini, di Polres ini. Saya minta tolong cek, copot
pecat, gitu saja sudah. Itu stop yang kayak gitu stop jangan
diterus-teruskan!" tegas Persiden.
Sedangkan kepada aparat TNI, Presiden meminta agar TNI ikut berperan
dalam pembangunan.
"Kepada Pangdam, Danrem, Dandim seluruh jajaran TNI, kebesaran TNI harus
dijaga untuk menjaga pertahanan keamanan dan persatuan, kewibawaan TNI
harus dimanfaatkan untuk mendukung agenda agenda besar bangsa ini. Saya
titip kepada panglima TNI, rakyat sangat berharap pada kontribusi yang
diberikan dari TNI dan Polri," ungkap Presiden.
Tujuan dari seluruh tindakan tersebut menurut Presiden adalah untuk
mewujudkan program cipta lapangan kerja.
"Sekali lagi, cipta lapangan kerja itu agenda besar bangsa kita.
Meningkatkan ekspor dan menurunkan impor, agenda besar bangsa kita.
Jangan pernah ada yang bermain main di area ini. Saya sudah wanti-wanti
betul, Di area ini kalau masih ada yang main-main, saya gigit sendiri,
akan saya gigit sendiri," tegas Presiden.
Tapi tidak lama kemudian, Presiden pun merevisi kalimat soal "gigit
sendiri" tersebut".
"Kalau Masih diteruskan saya ingatkan lagi hari ini, kalau masih ada
yang main main yang gigit saya sendiri, tapi lewat cara saya, masa saya
gigit sendiri? Bisa lewat KPK, bisa, bisa lewat polri, Bisa lewat
Kejaksaan, akan saya bisikin aja di sana ada yang main-main," tambah
Presiden.
Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Ruslan Burhani