*Kalau negara berinvestasi tentu lebih banyak faedahnya dqri yang bukan
negara, karena keuntungan dari investasi bisa masuk kantong negara untuk
kebutuhan anggota masyarakat, tetapi kalau yang lain itu yang masuk hanya
pajaknya saja, keuntungan bukan milik masyarakat. Jokowi gigit kepala
daerah, maka bisa jadi rakyat akan mengigit Jokowi. hehehehehehe*


http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/9946/jokowi_bakal__gigit__kepala_daerah_yang_hambat_investasi



*Jokowi Bakal "Gigit" Kepala Daerah yang Hambat Investasi*

Rabu , 13 November 2019 | 13:49


JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyampaikan kesulitan pemerintah untuk
mengundang investor masuk ke dalam negeri. Katanya, salah satu persoalannya
adalah karena izin investasi yang tidak dilayani dengan baik oleh
pemerintah daerah (Pemda). Akibatnya investor banyak kabur ke negara lain.

Secara blak-blakan, Presiden yang akrab disapa Jokowi itu menegur seluruh
kepala daerah yang hadir di dalam rapat koodinasi (Rakornas) pemerintah
pusat dan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) tahun 2019, di
Sentul International Convention Centre, Bogor, Rabu (13/11/2019) pagi tadi.

"Ini karena izin tidak dilayani, investor kabur. Jadi kita (harus) layani,
jadi ada lapangan kerja. Ingat! Ada 7 juta anak-anak kita yang belum
memiliki pekerjaan. Itu tugas kita bersama," tegas Jokowi.

Presiden yang baru saja terpilih itu juga kembali menyinggung 33 perusahaan
yang kabur dari Tiongkok, China, akibat melakukan perang dagang dengan
Amerika Serikat. Namun Jokowi kecewa karena tidak ada satupun dari 33
perusahaan itu yang melirik Indonesia.

"Terkahir ada investasi karena perang dagang Amerika China, 33 perusahan
besar akan pindah dari Tiongkok. 23 perusahaan itu pindahnya ke Vietnam,
coba? Padahal kita punya sumber daya manusia dan sumber daya alam yang
melimpah. Kok pindahnya kesana, dan sisanya ke Kamboja, India dan Thailand.
Kok enggak ke kita," herannya.

"Ini ada apa? Kita harus mengkoreksi problemnya apa. Ini karena ruwetnya
perizinan kita, termausk perizianan di daerah. Setalah omnibus law (menjadi
UU Cipta Kerja) kita potong (UU yang menghambat), daerah juga dipotong
(kewenangannya)," dia menambahkan.

Lebih lanjut, Jokowi mengaku akan memberi punishment untuk pejabat
pemerintahan yang menghambat investasi masuk ke dalam negeri.

"Ada yang main-main, saya akan gigit bener. Saya sudah mulai ngerti. Oh di
sini, oh di sana. Akan saya gigit dengan cara saya, bisa lewat KPK, Polri
dan Kejaksaan, tinggal saya bisiki saja," ucapnya. *(Ryo)*

Kirim email ke