Yg ginian dipiara. Yg anak 18 tahun pertama kali jualan drug cuma buat nambah 
uang jajan, dihukum mati. Ini nih yg bikin gue sebel terus liatnya.Sent from my 
Verizon, Samsung Galaxy smartphone
-------- Original message --------From: "'j.gedearka' [email protected] 
[GELORA45]" <[email protected]> Date: 11/14/19  10:40 AM  (GMT-08:00) 
To: [email protected], Sahala Silalahi <[email protected]> Subject: 
[GELORA45] Kerap Temui Napi, Istri Pelaku Bom Medan Rencana Aksi,di Bali 
 



  


    
      
      
      
  
  
    
    
    
https://cnnindonesia.com/nasional/20191114174038-12-448410/kerap-temui-napi-istri-pelaku-bom-medan-rencana-aksi-di-bali
    
     Kerap Temui Napi, Istri Pelaku Bom Medan Rencana
      Aksi 
    
    di Bali 
     CNN Indonesia | Kamis, 14/11/2019 18:10 WIB 
     Bagikan :      
    
      Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi
        Prasetyo. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) 
    
      
    
    
       Jakarta, CNN
        Indonesia -- Kepolisian RI (Polri)
        menyatakan istri pelaku bom
                bunuh diri Mapolrestabes Medan diketahui
        sering menemui napi teroris di Lapas Medan,
        dan sempat berkomunikasi soal rencana lakukan teror di Bali.
        
        RMN yang menjadi pelaku bom Medan,
        kata Dedi, diduga terpapar paham radikalisme dari istrinya yang
        berinisial DA. DA sendiri telah diamankan tim Densus 88
        Antiteror Polri.
        
        Dedi menerangkan dari hasil penelusuran tim Densus 88 Antiteror
        Polri dan Direktorat Siber Bareskrim Polri, DA juga terbilang
        cukup aktif di media sosial.
        
        
        
        
        Selain itu, DA disebut juga berkomunikasi dengan seseorang
        berinisial I lewat Facebook. I sendiri saat ini diketahui tengah
        mendekam di Lapas Kelas 2 Wanita di Medan.
        
        "Dan di dalam jejaring komunikasi media sosialnya mereka
        merencanakan aksi terorisme di bali. Itu lagi didalami dan
        dikembangkan," kata Dedi di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok,
        Kamis (14/11).
        
        
          
            
              
                
                  Lihat juga:
                  Pemotor
                    Diduga Depresi Terobos Mako Brimob Bali
              
            
          
        
        Diketahui RMN melakukan aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes
        Medan pada Rabu pagi dengan berpura-pura menjadi salah satu
        pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
        
        Dedi mengatakan kepolisian masih mendalami apakah RMN dalam
        melakukan serangannya itu terkait dengan jaringan tertentu atau
        sendirian alias lonewolf. Selain itu, juga dicari tahu
        mengenai istrinya apakah terkait pula dengan jaringan tertentu.
        
        
          
            
              
                
                  Garis polisi melintang di
                    Tempat Kejadian Perkara (TKP) aksi bom bunuh diri di
                    Mapolrestabes Medan, Sumut, Rabu (13/11)(ANTARA
                    FOTO/Irsan Mulyadi)
                
              
            
          
        
        Dikonfirmasi terpisah, Kalapas Kelas IIA Tanjung Gusta Medan,
        Surta Duma Sihombing membenarkan ada napi teroris yang menghuni
        lapas tersebut yakni berinisial IPS alias I alias TS alias SBS
        (38).
        
        "Memang ada orangnya. Tapi kami nggak boleh ngomong atau infokan
        apapun juga. Harus Densus," kata Surta, Kamis (14/11).
        
        Oleh karena itu Surta enggan mengeluarkan pernyataan lebih
        banyak terkait komunikasi IPS dengan DA. Ia menegaskan itu
        menjadi kewenangan Densus 88 dan Mabes Polri.
        
        "Saya enggak tahu apa-apa. Tanya langsung Densus 88," ujarnya.
        
        
          
            
              
                
                  Lihat juga:
                  Polisi
                    Sita Peluru Kaliber 22 di Motor Pelaku Bom Medan
              
            
          
        
        
        
        Saat dikonfirmasi, Surta mengatakan IPS masih berada di Lapas
        Kelas IIA Tanjung Gusta. Belum ada petugas Densus 88 Antiteror
        yang menjemput atau memeriksanya insiden bom bunuh diri di
        Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11).
        
        IPS mendekam di lapas itu seetlah divonis pidana terkait rencana
        bom bunuh diri di Istana Negara pada 2016. Dia bahkan disebut
        sudah disiapkan sebagai calon eksekutor atau 'pengantin' dalam
        rencana bom bunuh diri di Bali.
        
        Majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pada 2017
        menghukum IPS dengan pidana penjara selama 4 tahun dan denda Rp
        50 juta subsider 2 bulan kurungan. IPS lalu dipindahkan dari
        Rutan Mako Brimob, Depok beberapa tahun lalu.
        
        
          
            
              
                
                  Lihat juga:
                  Polisi
                    Duga Pengebom Medan Terpapar Radikalisme dari Istri
              
            
          
        
        (dis,fnr/kid) 
      
         
      
    
    
      
    
    
    
    FOKUS
    
      
      
    
     Home Ayo News Ayo
      Komunitas Ayo Persib Ayo Netizen Ayo Olahraga Ayo Sehat Ayo Wisata
      Foto Video Index Kamis, 14 November 2019 Home News Nasional Istri
      Pelaku Bom Medan Rencanakan Aksi Teror di Bali Kamis, 14 November
      2019 Dadi Haryadi
      Ilustrasi teroris. (istimewa)
      JAKARTA, AYOABANDUNG.COM -- Kepala Biro Penerangan Masyarakat
      Polri Brigjen Polisi Dedi Prasetyo mengatakan bahwa DA, istri RMN,
      pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, diduga merencanakan
      aksi terorisme di Bali.
      Hal itu direncanakan DA bersama rekannya seorang napi teroris
      berinisial I yang kini sedang dipenjara di Lapas Kelas II Medan.
      Keduanya berkomunikasi melalui media sosial. DA diduga terpapar
      radikalisme karena pengaruh I.
      ​​​​​
      "Di dalam jejaring komunikasi media sosial, mereka merencanakan
      aksi terorisme di Bali. Itu (rencana teror) lagi didalami dan
      dikembangkan (kasusnya)," kata Brigjen Dedi di Jakarta, Kamis
      (14/11/2019).
      DA diduga lebih dahulu terpapar paham radikalisme daripada
      suaminya. "DA diduga terpapar lebih dahulu dibandingkan pelaku,"
      katanya.
      AYO BACA : Mengulas Rentetan Aksi Bom Bunuh Diri Mematikan di
      Dunia
      Hal itu diketahui dari hasil pemeriksaan Densus 88 Antiteror
      setelah mengamankan DA setelah peristiwa bom bunuh diri di
      Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11/2019).
      Pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut, diketahui
      berinisial RMN (24 tahun), lahir di Medan dan statusnya pelajar
      atau mahasiswa.
      RMN beralamat di Kelurahan Sei Putih Barat, Medan Petisah, Kota
      Medan.
      AYO BACA : Polisi Bawa 4 Orang dari Rumah Pelaku Bom Medan
      Pelaku awalnya masuk melalui pintu depan Mapolrestabes Medan,
      kemudian berjalan menuju Kantor Bagian Operasi Polrestabes Medan.
      Sesaat kemudian, pelaku meledakkan diri. RMN pun langsung tewas di
      lokasi kejadian.
      Ada enam orang menjadi korban luka dalam peristiwa ledakan bom
      bunuh diri ini, yakni empat polisi, seorang pekerja harian lepas,
      dan seorang warga sipil.
      Dalam melakukan aksinya, RMN melilitkan bom di pinggangnya.
      Sejumlah barang bukti yang ditemukan tim Densus 88 di lokasi
      kejadian, di antaranya baterai 9 volt, plat besi, paku berbagai
      ukuran, potongan kabel dan tombol switch on off.
      AYO BACA : Pelaku Bom Medan Pakai Jaket Ojol untuk Menyamar Tag
      Terkait Bom Medan Source: Antara
      Editor: Dadi Haryadi Ayo Bagikan! 
      
      ---------
      Artikel ini sudah Terbit di AyoBandung.com, dengan Judul Istri
      Pelaku Bom Medan Rencanakan Aksi Teror di Bali, pada URL
https://www.ayobandung.com/read/2019/11/14/70283/istri-pelaku-bom-medan-rencanakan-aksi-teror-di-bali
      
      
      Penulis: Dadi Haryadi
      Editor : Dadi Haryadi
    Istri Pelaku Bom
      Medan Rencanakan Aksi Teror di Bali Kamis, 14 November 2019 Dadi
      Haryadi
      Ilustrasi teroris. (istimewa)
      JAKARTA, AYOABANDUNG.COM -- Kepala Biro Penerangan Masyarakat
      Polri Brigjen Polisi Dedi Prasetyo mengatakan bahwa DA, istri RMN,
      pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, diduga merencanakan
      aksi terorisme di Bali.
      Hal itu direncanakan DA bersama rekannya seorang napi teroris
      berinisial I yang kini sedang dipenjara di Lapas Kelas II Medan.
      Keduanya berkomunikasi melalui media sosial. DA diduga terpapar
      radikalisme karena pengaruh I.
      ​​​​​
      "Di dalam jejaring komunikasi media sosial, mereka merencanakan
      aksi terorisme di Bali. Itu (rencana teror) lagi didalami dan
      dikembangkan (kasusnya)," kata Brigjen Dedi di Jakarta, Kamis
      (14/11/2019).
      DA diduga lebih dahulu terpapar paham radikalisme daripada
      suaminya. "DA diduga terpapar lebih dahulu dibandingkan pelaku,"
      katanya.
      AYO BACA : Mengulas Rentetan Aksi Bom Bunuh Diri Mematikan di
      Dunia
      Hal itu diketahui dari hasil pemeriksaan Densus 88 Antiteror
      setelah mengamankan DA setelah peristiwa bom bunuh diri di
      Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11/2019).
      Pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut, diketahui
      berinisial RMN (24 tahun), lahir di Medan dan statusnya pelajar
      atau mahasiswa.
      RMN beralamat di Kelurahan Sei Putih Barat, Medan Petisah, Kota
      Medan.
      AYO BACA : Polisi Bawa 4 Orang dari Rumah Pelaku Bom Medan
      Pelaku awalnya masuk melalui pintu depan Mapolrestabes Medan,
      kemudian berjalan menuju Kantor Bagian Operasi Polrestabes Medan.
      Sesaat kemudian, pelaku meledakkan diri. RMN pun langsung tewas di
      lokasi kejadian.
      Ada enam orang menjadi korban luka dalam peristiwa ledakan bom
      bunuh diri ini, yakni empat polisi, seorang pekerja harian lepas,
      dan seorang warga sipil.
      Dalam melakukan aksinya, RMN melilitkan bom di pinggangnya.
      Sejumlah barang bukti yang ditemukan tim Densus 88 di lokasi
      kejadian, di antaranya baterai 9 volt, plat besi, paku berbagai
      ukuran, potongan kabel dan tombol switch on off.
      AYO BACA : Pelaku Bom Medan Pakai Jaket Ojol untuk Menyamar Tag
      Terkait Bom Medan Source: Antara
      Editor: Dadi Haryadi Ayo Bagikan!
      
      
      ---------
      Artikel ini sudah Terbit di AyoBandung.com, dengan Judul Istri
      Pelaku Bom Medan Rencanakan Aksi Teror di Bali, pada URL
https://www.ayobandung.com/read/2019/11/14/70283/istri-pelaku-bom-medan-rencanakan-aksi-teror-di-bali
      
      
      Penulis: Dadi Haryadi
      Editor : Dadi Haryadi
    Istri Pelaku Bom
      Medan Rencanakan Aksi Teror di Bali Kamis, 14 November 2019 Dadi
      Haryadi
      Ilustrasi teroris. (istimewa)
      JAKARTA, AYOABANDUNG.COM -- Kepala Biro Penerangan Masyarakat
      Polri Brigjen Polisi Dedi Prasetyo mengatakan bahwa DA, istri RMN,
      pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, diduga merencanakan
      aksi terorisme di Bali.
      Hal itu direncanakan DA bersama rekannya seorang napi teroris
      berinisial I yang kini sedang dipenjara di Lapas Kelas II Medan.
      Keduanya berkomunikasi melalui media sosial. DA diduga terpapar
      radikalisme karena pengaruh I.
      ​​​​​
      "Di dalam jejaring komunikasi media sosial, mereka merencanakan
      aksi terorisme di Bali. Itu (rencana teror) lagi didalami dan
      dikembangkan (kasusnya)," kata Brigjen Dedi di Jakarta, Kamis
      (14/11/2019).
      DA diduga lebih dahulu terpapar paham radikalisme daripada
      suaminya. "DA diduga terpapar lebih dahulu dibandingkan pelaku,"
      katanya.
      AYO BACA : Mengulas Rentetan Aksi Bom Bunuh Diri Mematikan di
      Dunia
      Hal itu diketahui dari hasil pemeriksaan Densus 88 Antiteror
      setelah mengamankan DA setelah peristiwa bom bunuh diri di
      Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11/2019).
      Pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut, diketahui
      berinisial RMN (24 tahun), lahir di Medan dan statusnya pelajar
      atau mahasiswa.
      RMN beralamat di Kelurahan Sei Putih Barat, Medan Petisah, Kota
      Medan.
      AYO BACA : Polisi Bawa 4 Orang dari Rumah Pelaku Bom Medan
      Pelaku awalnya masuk melalui pintu depan Mapolrestabes Medan,
      kemudian berjalan menuju Kantor Bagian Operasi Polrestabes Medan.
      Sesaat kemudian, pelaku meledakkan diri. RMN pun langsung tewas di
      lokasi kejadian.
      Ada enam orang menjadi korban luka dalam peristiwa ledakan bom
      bunuh diri ini, yakni empat polisi, seorang pekerja harian lepas,
      dan seorang warga sipil.
      Dalam melakukan aksinya, RMN melilitkan bom di pinggangnya.
      Sejumlah barang bukti yang ditemukan tim Densus 88 di lokasi
      kejadian, di antaranya baterai 9 volt, plat besi, paku berbagai
      ukuran, potongan kabel dan tombol switch on off.
      AYO BACA : Pelaku Bom Medan Pakai Jaket Ojol untuk Menyamar Tag
      Terkait Bom Medan Source: Antara
      Editor: Dadi Haryadi Ayo Bagikan!
      
      
      ---------
      Artikel ini sudah Terbit di AyoBandung.com, dengan Judul Istri
      Pelaku Bom Medan Rencanakan Aksi Teror di Bali, pada URL
https://www.ayobandung.com/read/2019/11/14/70283/istri-pelaku-bom-medan-rencanakan-aksi-teror-di-bali
      
      
      Penulis: Dadi Haryadi
      Editor : Dadi Haryadi
  



    
     

    
    


Kirim email ke