Menurut para petinggi rezim neo-Mojopahit  hutang NKRI masih belum
membahayakan karena hanya 30% dari BNP.

http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/10027/utang_luar_negeri_ri_naik_10_2_persen
*Utang Luar Negeri RI Naik 10,2 Persen*

Jumat , 15 November 2019 | 14:41

JAKARTA - Utang luar negeri (ULN) Indonesia naik 10,2 persen (year on
year/yoy) menjadi 395,6 miliar dolar AS pada kuartal ketiga tahun ini atau
setara Rp 5.607 triliun dengan asumsi kurs Rp 14.174 per dolar AS.

Menurut Statistik Utang Luar Negeri yang diumumkan Bank Indonesia, Jumat di
Jakarta, ULN sebanyak 395,6 miliar dolar AS itu terdiri atas utang
pemerintah dan bank sentral sebesar 197,1 miliar dolar AS dan utang swasta
198,5 miliar dolar AS.

"ULN Indonesia tersebut tumbuh 10,2 persen (yoy), relatif stabil
dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya yang dipengaruhi
oleh meningkatnya pertumbuhan ULN pemerintah di tengah perlambatan ULN
swasta," sebut BI.

Kenaikan utang pemerintah melalui berbagai instrumen itu sejalan dengan
kepercayaan investor asing terhadap prospek ekonomi di dalam negeri.

Sepanjang kuartal III 2019, investor nonresiden membukukan pembelian neto
surat berharga negara (SBN) domestik yang cukup besar, sehingga mendorong
kenaikan utang pemerintah.

Total porsi utang pemerintah ini mencapai 194,4 miliar dolar AS miliar atau
meningkat 10,3 persen secara tahunan (yoy).

Perkembangan ini, sebut Bank Sentral, mencerminkan kepercayaan investor
yang tinggi terhadap prospek perekonomian nasional, di tengah
ketidakpastian global, termasuk imbal hasil investasi aset keuangan
domestik yang menarik.

Sementara, utang swasta menunjukkan perlambatan dibandingkan kuartal II
2019. Utang swasta pada kuartal III 2019 naik 10,4 persen (yoy) atau lebih
rendah ketimbang kuartal II 2019 yaitu 11,3 persen (yoy).

Utang swasta melambat karena penurunan ULN bank. Utang swasta memang
didominasi oleh sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan
listrik, gas, uap/air panas dan udara, sektor industri pengolahan, serta
tambang dan penggalian. Adapun, pangsa pasar utang swasta mencapai 75,4
persen.

BI meyakini struktur utang Indonesia tetap sehat dengan penerapan prinsip
kehati-hatian dalam pengelolaannya.

"Kondisi tersebut tercermin, antara lain dari rasio ULN terhadap produk
domestik bruto (PDB) sebesar 36,3 persen," sebut BI.

Selain itu, utang Indonesia masih didominasi oleh utang-utang jangka
panjang dengan pangsa 88,1 persen dari total ULN. *(E-3/ant)*

+++++.
*Cadangan Devisa Turun 3,92 Miliar Dolar AS*

Rabu , 07 Maret 2018 | 18:35 (
http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/110/cadangan_devisi_turun_3_92_miliar_dolar_as
)

Kirim email ke