----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Lusi D.' [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Kepada: Sunny ambon 
[email protected] [GELORA45] <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>Terkirim: Sabtu, 9 
November 2019 18.02.56 GMT+1Judul: Re: [GELORA45] Re: Fw: [nasional-list] 
Studi-banding beban iuran BPJS
     
Yang saya maksud studi-banding yalah antara konsep no.1 yang
dianj‏urkan Jokowi dan no.2 kontra konsep yang digagas RR msl
yang kongkrit dan mendesak yaitu mengatasi kekurangan pembeayaan BPJS.
Nasion Indonesia masih mampu berfikir sendiri dan nggak perlu ahli-ahli
dari RRT spt yang digemari dan dianjurkan oleh si Luhut itu. Hehehe.

Am Sat, 9 Nov 2019 13:24:01 +0100
schrieb "Sunny ambon [email protected] [GELORA45]"
<[email protected]>:

> *Studi bandingnya dengan negara mana saja? Ini beberapa contoh.
> Kalau di Cuba semua penghui mendapat pelayanan perwatan kesehatan
> gratis. Sama halnya di Korea Utara. Polandia juga gratis . Kalau di
> Swedia, mengunjungi dokter bayar kurang lebih dua dolar US, kalau
> masuk rumah sakit sakit hanya bayar tempat tidur, juga harganya
> kurang lebih 2 dolar, obat , selama di rumah sakit, operasi semuanya
> gratis. Yang mahal di Swdeia ialah kesehatan gigi, harus bayar
> sendiri, terkecuali untuk anak-anak berumur di bawah 18 tahun. Di
> Swedia, ibu hamil diberikan cuti 9 bulan dengba pembayaran penuh gaji
> yang biasa diperoleh dari tempat kerja. Panggil ambulans tidak
> ditanya punya uang berapa untuk dibayar harga sopir dan bensin etc.
> jadi gratis.*
> * Mengapa negara-negera ini bisa melakukan pelayan murah atau gratis
> kepada penduduknya dibandingkan negara bukan kafir seperti NKRI yang
> juga ber Pancasila?*


    

Kirim email ke