https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/1853-bumn-cari-pendobrak
/*BUMN Cari Pendobrak*/
Penulis: *Media Indonesia* Pada: Selasa 19 November 2019, 05:05 WIB
Editorial MI <https://mediaindonesia.com/editorials>
<https://www.facebook.com/share.php?u=https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/1853-bumn-cari-pendobrak>
<https://twitter.com/home/?status=https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/1853-bumn-cari-pendobrak>
KEBERADAAN badan usaha milik negara atau BUMN kembali menjadi sorotan.
Ada upaya serius dari pemerintah untuk menjadikan BUMN berprestasi,
tetapi tidak sedikit pula pihak yang menunjukkan resistansi.
Sudah terlalu lama BUMN gagal memperlihatkan optimalisasi terhadap misi
yang diembankan negara. Pasal 2 UU No 19 Tahun 2003 dengan jelas dan
tegas mengatur bahwa perusahaan pelat merah didirikan antara lain untuk
memberikan sumbangan bagi perkembangan perekonomian nasional pada
umumnya dan penerimaan negara pada khususnya.
BUMN didirikan juga untuk mengejar keuntungan. Dan, yang lebih penting,
BUMN ada untuk menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan
barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi serta memadai bagi pemenuhan
hajat hidup orang banyak.
Itulah amanah mulia yang diberikan negara kepada BUMN. Akan tetapi,
faktanya, belum satu pun beragam tanggung jawab tersebut ditunaikan
secara maksimal.
BUMN yang semestinya memberikan sumbangan bagi perekonomian nasional dan
penerimaan negara justru tak jarang menjadi parasit keuangan negara.
Perusahaan pelat merah bahkan berubah wujud menjadi lahan basah bagi
sekelompok orang untuk membuncitkan kantong mereka.
BUMN menjadi sapi perah bagi politisi dan mereka yang bergelimang kuasa
adalah postulat yang sulit dibantah kebenarannya. Fenomena itu pula yang
menghalangi BUMN sulit mendulang keuntungan, padahal banyak sekali aspek
yang semestinya dapat membuat mereka untung. Ujung-ujungnya, asas
kemanfaatan untuk rakyat selalu saja jauh panggang daripada api.
Harus kita katakan, sudah terlalu lama BUMN salah urus. Namun, mesti
pula kita akui, upaya pemerintah akhir-akhir ini untuk membenahi BUMN
layak diapresiasi. Meski kinerja sejumlah BUMN strategis itu tetap saja
tertinggal dari BUMN serupa di negeri tetangga, kinerja BUMN secara
keseluruhan meningkat signifikan.
Data Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI yang dilansir
Maret silam, misalnya, menunjukkan kinerja BUMN Indonesia lebih baik
ketimbang Khazanah yang merupakan holding BUMN Malaysia. Tercatat
pertumbuhan aset milik BUMN kita pada 2018 mencapai 13,6% atau total
Rp8.092 triliun dengan pertumbuhan pendapatan 15,8%.
Sebaliknya, total aset Khazanah mengalami minus 3,8%. Pertumbuhan BUMN
Indonesia pun lebih tinggi daripada Temasek milik Singapura sebesar
12,3% untuk total aset dan 10,4% untuk pendapatan.
Fenomena itu jelas dan tegas menunjukkan bahwa sebenarnya BUMN kita
mampu berbenah diri jika ada kemauan untuk menjadi lebih baik lagi.
Kita, seluruh rakyat Indonesia, sudah amat lama menginginkan
perusahaan-perusahaan pelat merah kembali ke khitah.
Oleh karena itu, tiada alasan bagi siapa pun untuk menolak upaya
pembenahan yang sudah dan akan semakin gencar dilakukan pemerintah. Kita
mendukung sepenuhnya komitmen pemerintah membawa pulang kembali
ketegasan yang telah lama pergi.
Keputusan pemerintah yang akan memberhentikan tujuh pejabat BUMN seperti
diutarakan Wapres Ma'ruf Amin ialah rupa dari ketegasan itu. Begitu juga
dengan rencana merekrut tokoh-tokoh untuk mengamputasi segala macam
persoalan yang membonsai BUMN selama ini.
Mengelola bisnis, termasuk perusahaan negara, sebenarnya simpel.
Keluarkan orang-orang yang cuma menjadi parasit, masukkan para pendobrak
untuk memberangus segala masalah. Jika ada pihak yang resistan dengan
rumus itu, patut kiranya kita mempertanyakan niat mereka.
Saatnya BUMN menjadi penopang tangguh perekonomian negara, meraih
untung, dan yang terpenting memberikan maslahat bagi seluruh anak
bangsa. BUMN tak boleh lagi menjadi sapi yang kurus kering karena terus
diperah para perakus, tetapi harus gemuk yang susu dan dagingnya dapat
menyehatkan rakyat. Inilah momentum terbaik BUMN dipimpin para pendobrak.
<https://www.facebook.com/share.php?u=https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/1853-bumn-cari-pendobrak>
<https://twitter.com/home/?status=https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/1853-bumn-cari-pendobrak>