Untung cuma disebut kelas Gelodok, bukan kelas Geladak. Apalagi kalau disebut anjing geladak, atau perempuan geladak.
Pada tanggal Rab, 20 Nov 2019 pukul 07.55 ChanCT [email protected] [URECA_SGT] <[email protected]> menulis: > > > Ahok Jawab Rizal Ramli Disebut Hanya Kelas Glodok > Reporter: Francisca Christy Rosana > Editor: Dewi Rina Cahyani > Rabu, 20 November 2019 09:25 WIB > > [image: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Mantan Gubernur DKI > Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dan Djarot Syaiful Hidayat mengobrol > saat usai acara pelantikan anggota DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI > Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat]Gubernur DKI > Jakarta Anies Baswedan bersama Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja > Purnama (Ahok) dan Djarot Syaiful Hidayat mengobrol saat usai acara > pelantikan anggota DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 26 > Agustus 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat > > *TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* - Politikus PDIP, Basuki Tjahaja > Purnama alias Ahok <https://www.tempo.co/tag/ahok>, enggan mengomentari > pernyataan Rizal Ramli yang menyebut dirinya "kelas Glodok". Sentilan itu > sebelumnya terucap kala Rizal Ramli merespons dugaan penunjukan Ahok > sebagai Komisaris Utama PT Pertamina Persero. > > Alih-alih berpendapat, Ahok memilih bungkam dan menyerahkannya ke Menteri > BUMN Erick Thohir serta direktur utama entitas terkait soal kemungkinan > penunjukannya sebagai komisaris. "Nanya ke menteri dan dirut aja," ujar > Ahok dalam pesan pendek kepada Tempo, Rabu, 20 November 2019. > > Kala ditanya seputar kepastian penunjukannya sebagai atasan perusahaan > pelat merah pun Ahok memilih tak menjawab lebih detail. Adapun Rizal Ramli > sebelumnya menilai langkah Presiden Jokowi menggandeng Ahok sebagai bos > BUMN mencari masalah. > > Selain pernah bermasalah dengan hukum, menurut Rizal Ramli, Ahok tak punya > pengalaman korporasi. Walau Presiden Jokowi ingin keturunan Tionghoa > menjadi pejabat BUMN, menurut dia, masih banyak eksekutif dari kalangan > Tionghoa yang lebih baik. "Bukan kelas Glodok," kata Rizal. > > Anggota DPR dari Fraksi PDIP, Charles Honoris, membela Ahok. Ia menyebut > pernyataan Rizal Ramli tendensius. Selain itu, memuat analogi yang dangkal. > > "Menurut saya dangkal sekali, apa yang dimaksud dengan kelas Glodok?" kata > Charles di Jakarta, Selasa, 19 November 2019. Pernyataan Rizal Ramli itu > pun dinilai terkesan merendahkan warga Glodok. Glodok ialah kawasan pecinan > di Jakarta yang selama ini dikenal sebagai pusat perdagangan elektronik. > > Ahok sebelumnya dikabarkan bakal menempati salah satu kursi strategis di > perusahaan BUMN. Dugaan itu diperkuat setelah ia menyambangi kantor > Kementerian BUMN untuk bersamuh dengan Menteri Erick Thohir pada pekan lalu. > > Koran Tempo edisi Kamis, 14 November 2019, menulis Ahok > <https://bisnis.tempo.co/read/1274348/sebut-ahok-kelas-glodok-rizal-ramli-usul-dua-nama-jadi-bos-bumn>disinyalir > bakal menjadi calon kuat Komisaris Utama Pertamina. Dua sumber Tempo di > internal Kementerian BUMN menyatakan bahwa Presien Joko Widodo sendirilah > yang meminta Ahok menjabat sebagai bos BUMN. "Permintaan itu dari Presiden, > bukan Erick yang mengusulkan ke Istana,” tutur sumber. > > FRANCISCA CHRISTY ROSANA | KORAN TEMPO | ANTARA > > > Sebut Ahok Kelas Glodok, Rizal Ramli Usul Dua Nama Jadi Bos BUMN > Reporter: Tempo.co > Editor: Dewi Rina Cahyani > Rabu, 20 November 2019 07:55 WIB > > [image: Rizal Ramli. TEMPO/Subekti]Rizal Ramli. TEMPO/Subekti > > *TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* - Ekonom Rizal Ramli kembali > membuat pernyataan kontroversial dengan menyebut Basuki Tjahaja Purnama atau > Ahok <https://www.tempo.co/tag/ahok>dengan kelas glodok. Ahok dinilai > tak layak menjadi petinggi di perusahaan badan usaha milik negara atau BUMN. > > Rizal Ramli menilai Presiden Jokowi hanya mencari masalah. Selain pernah > bermasalah dengan hukum, menurut Rizal Ramli, Ahok tak punya pengalaman > korporasi. Kalaupun Presiden Jokowi ingin keturunan Tionghoa menjadi > pejabat BUMN, masih banyak eksekutif dari kalangan Tionghoa yang lebih > baik, bukan kelas Glodok. > > Melalui akun twitternya, Rizal Ramli membantah bahwa pernyataannya tentang > Ahok berbau rasial. Dia mengaku memiliki banyak sahabat dari keturuan Cina > dan non muslim. "RR (Rizal Ramli) sahabat Arief Budiman, Kwik, Jaya > Suprana. Mereka sangat nasionalis & kredibel," tulis Rizal Ramli melalui > akun twitter @RamliRizal, Selasa, 19 November 2019. > > Ketimbang Ahok, menurut Rizal Ramli, Preside Joko Widodo atau Jokowi > sebaiknya mempertimbangkan dua nama ini untuk menduduki pos penting di > BUMN. Keduanya adalah *Ignasius Jonan*, eks Menteri Energi dan Sumber > Daya Mineral, dan *Thomas Lembong*, mantan Kepala Badan Penanaman Modal. > Jonan dan Tom Lembong jauh lebih berbobot dan bermanfaat dari Ahok yang > modalnya maki2 dan dramatisasi doang," kata Rizal Ramli. > > Pernyataan Rizal Ramli yang menyindir Ahok > <https://bisnis.tempo.co/read/1274176/3-syarat-ahok-jadi-bos-bumn-menurut-said-didu>hanya > kelas glodok ini menuai reaksi dari anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, > Charles Honoris. "Kalimat RR (Rizal Ramli) bukan hanya tendensius, > analoginya pun menurut saya dangkal sekali, apa yang dimaksud dengan kelas > Glodok?" kata Charles di Jakarta, Selasa, 19 November 2019. > > Bahkan, menurut anggota Fraksi PDI Perjuangan ini, pernyataan Rizal Ramli > itu terkesan merendahkan warga Glodok, kawasan yang selama ini dikenal > sebagai pusat perdagangan elektronik. > > Sebagai anggota DPR mewakili salah satunya daerah Glodok, kata Charles, ia > melihat warga Glodok sama mulianya dengan warga lain, mau itu pedagang, > karyawan, pekerja kasar. Pemuka agama pun banyak yang tinggal di Glodok. > > "Mungkin kontribusi mereka buat negara tak kalah sama RR yang mungkin > hanya lebih kencang saja teriaknya," ucap anggota Komisi I DPR itu > menyindir. > > > Rizal Ramli Sebut Ahok Hanya Kelas Glodok, DPR: Apa Maksudnya? > Reporter: Antara > Editor: Dewi Rina Cahyani > Selasa, 19 November 2019 11:28 WIB > > [image: Sandiaga Uno dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. TEMPO/Imam > Sukamto]Sandiaga Uno dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. TEMPO/Imam > Sukamto > > *TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* - Mantan Menteri Koordinator > Bidang Kemaritiman Rizal Ramli disentil anggota DPR Charles Honoris > gara-gara menyebut Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok > <https://www.tempo.co/tag/ahok>hanya kelas Glodok dan tak layak menjadi > petinggi BUMN. > > "Kalimat RR (Rizal Ramli, Red) bukan hanya tendensius, analoginya pun > menurut saya dangkal sekali, apa yang dimaksud dengan kelas Glodok?" kata > Charles di Jakarta, Selasa, 19 November 2019. > > Bahkan, menurut anggota Fraksi PDI Perjuangan ini, pernyataan Rizal Ramli > itu terkesan merendahkan warga Glodok, kawasan yang selama ini dikenal > sebagai pusat perdagangan elektronik. > > Sebagai anggota DPR mewakili salah satunya daerah Glodok, kata Charles, ia > melihat warga Glodok sama mulianya dengan warga lain, mau itu pedagang, > karyawan, pekerja kasar. Pemuka agama pun banyak yang tinggal di Glodok. > > "Mungkin kontribusi mereka buat negara tak kalah sama RR yang mungkin > hanya lebih kencang saja teriaknya," ucap anggota Komisi I DPR itu > menyindir. > > Sebelumnya, menanggapi kabar penunjukan Ahok sebagai komisaris utama > Pertamina, Rizal Ramli menilai Presiden Jokowi hanya mencari masalah. > > Selain pernah bermasalah dengan hukum, menurut Rizal Ramli, Ahok > <https://bisnis.tempo.co/read/1273784/gerindra-tak-masalah-ahok-jadi-bos-bumn-asal>tak > punya pengalaman korporasi. Kalaupun Presiden Jokowi ingin keturunan > Tionghoa menjadi pejabat BUMN, masih banyak eksekutif dari kalangan > Tionghoa yang lebih baik, bukan kelas Glodok. > > >
