----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: kh djie [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]>Terkirim: Rabu, 20 November 2019 08.05.21 GMT+1Judul: 
[GELORA45] Re: {URECA_SGT} Ahok Jawab Rizal Ramli Disebut Hanya Kelas Glodok ; 
Sebut Ahok Kelas Glodok, Rizal Ramli Usul Dua Nama Jadi Bos BUMN
     

Untung cuma disebut kelas Gelodok, bukan kelas Geladak.Apalagi kalau disebut 
anjing geladak, atau perempuan geladak.
Pada tanggal Rab, 20 Nov 2019 pukul 07.55 ChanCT [email protected] 
[URECA_SGT] <[email protected]> menulis:

     
 

Ahok Jawab Rizal Ramli Disebut Hanya Kelas Glodok
   Reporter:  
Francisca Christy Rosana
  Editor:  
Dewi Rina Cahyani
  Rabu, 20 November 2019 09:25 WIB 
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki 
Tjahja Purnama (Ahok) dan Djarot Syaiful Hidayat mengobrol saat usai acara 
pelantikan anggota DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 26 
Agustus 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat
  
TEMPO.CO, Jakarta - Politikus PDIP, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, enggan 
mengomentari pernyataan Rizal Ramli yang menyebut dirinya "kelas Glodok". 
Sentilan itu sebelumnya terucap kala Rizal Ramli merespons dugaan penunjukan 
Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina Persero.
 
Alih-alih berpendapat, Ahok memilih bungkam dan menyerahkannya ke Menteri BUMN 
Erick Thohir serta direktur utama entitas terkait soal kemungkinan 
penunjukannya sebagai komisaris. "Nanya ke menteri dan dirut aja," ujar Ahok 
dalam pesan pendek kepada Tempo, Rabu, 20 November 2019.
 
Kala ditanya seputar kepastian penunjukannya sebagai atasan perusahaan pelat 
merah pun Ahok memilih tak menjawab lebih detail. Adapun Rizal Ramli sebelumnya 
menilai langkah Presiden Jokowi menggandeng Ahok sebagai bos BUMN mencari 
masalah.
 
Selain pernah bermasalah dengan hukum, menurut Rizal Ramli, Ahok tak punya 
pengalaman korporasi. Walau Presiden Jokowi ingin keturunan Tionghoa menjadi 
pejabat BUMN, menurut dia, masih banyak eksekutif dari kalangan Tionghoa yang 
lebih baik. "Bukan kelas Glodok," kata Rizal.
 
Anggota DPR dari Fraksi PDIP, Charles Honoris, membela Ahok. Ia menyebut 
pernyataan Rizal Ramli tendensius. Selain itu, memuat analogi yang dangkal.
 
"Menurut saya dangkal sekali, apa yang dimaksud dengan kelas Glodok?" kata 
Charles di Jakarta, Selasa, 19 November 2019. Pernyataan Rizal Ramli itu pun 
dinilai terkesan merendahkan warga Glodok. Glodok ialah kawasan pecinan di 
Jakarta yang selama ini dikenal sebagai pusat perdagangan elektronik.
 
Ahok sebelumnya dikabarkan bakal menempati salah satu kursi strategis di 
perusahaan BUMN. Dugaan itu diperkuat setelah ia menyambangi kantor Kementerian 
BUMN untuk bersamuh dengan Menteri Erick Thohir pada pekan lalu.
 
Koran Tempo edisi Kamis, 14 November 2019, menulis Ahok disinyalir bakal 
menjadi calon kuat Komisaris Utama Pertamina. Dua sumber Tempo di internal 
Kementerian BUMN menyatakan bahwa Presien Joko Widodo sendirilah yang meminta 
Ahok menjabat sebagai bos BUMN. "Permintaan itu dari Presiden, bukan Erick yang 
mengusulkan ke Istana,” tutur sumber.
 
FRANCISCA CHRISTY ROSANA | KORAN TEMPO | ANTARA
 

 
 
Sebut Ahok Kelas Glodok, Rizal Ramli Usul Dua Nama Jadi Bos BUMN
   Reporter:  
Tempo.co
  Editor:  
Dewi Rina Cahyani
  Rabu, 20 November 2019 07:55 WIB 
Rizal Ramli. TEMPO/Subekti
  
TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom Rizal Ramli kembali membuat pernyataan kontroversial 
dengan menyebut Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan kelas glodok. Ahok 
dinilai tak layak menjadi petinggi di perusahaan badan usaha milik negara atau 
BUMN.
 
Rizal Ramli menilai Presiden Jokowi hanya mencari masalah. Selain pernah 
bermasalah dengan hukum, menurut Rizal Ramli, Ahok tak punya pengalaman 
korporasi. Kalaupun Presiden Jokowi ingin keturunan Tionghoa menjadi pejabat 
BUMN, masih banyak eksekutif dari kalangan Tionghoa yang lebih baik, bukan 
kelas Glodok.
 
Melalui akun twitternya, Rizal Ramli membantah bahwa pernyataannya tentang Ahok 
berbau rasial. Dia mengaku memiliki banyak sahabat dari keturuan Cina dan non 
muslim. "RR (Rizal Ramli) sahabat Arief Budiman, Kwik, Jaya Suprana.. Mereka 
sangat nasionalis & kredibel," tulis Rizal Ramli melalui akun twitter 
@RamliRizal, Selasa, 19 November 2019.
 
Ketimbang Ahok, menurut Rizal Ramli, Preside Joko Widodo atau Jokowi sebaiknya 
mempertimbangkan dua nama ini untuk menduduki pos penting di BUMN. Keduanya 
adalah Ignasius Jonan, eks Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, dan Thomas 
Lembong, mantan Kepala Badan Penanaman Modal. Jonan dan Tom Lembong jauh lebih 
berbobot dan bermanfaat dari Ahok yang modalnya maki2 dan dramatisasi doang," 
kata Rizal Ramli.
 
Pernyataan Rizal Ramli yang menyindir Ahok hanya kelas glodok ini menuai reaksi 
dari anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Charles Honoris.. "Kalimat RR 
(Rizal Ramli) bukan hanya tendensius, analoginya pun menurut saya dangkal 
sekali, apa yang dimaksud dengan kelas Glodok?" kata Charles di Jakarta, 
Selasa, 19 November 2019.
 
Bahkan, menurut anggota Fraksi PDI Perjuangan ini, pernyataan Rizal Ramli itu 
terkesan merendahkan warga Glodok, kawasan yang selama ini dikenal sebagai 
pusat perdagangan elektronik.
 
Sebagai anggota DPR mewakili salah satunya daerah Glodok, kata Charles, ia 
melihat warga Glodok sama mulianya dengan warga lain, mau itu pedagang, 
karyawan, pekerja kasar. Pemuka agama pun banyak yang tinggal di Glodok.
 
"Mungkin kontribusi mereka buat negara tak kalah sama RR yang mungkin hanya 
lebih kencang saja teriaknya," ucap anggota Komisi I DPR itu menyindir.
  

 
 
Rizal Ramli Sebut Ahok Hanya Kelas Glodok, DPR: Apa Maksudnya?
   Reporter:  
Antara
  Editor:  
Dewi Rina Cahyani
  Selasa, 19 November 2019 11:28 WIB 
Sandiaga Uno dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. TEMPO/Imam Sukamto
  
TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli 
disentil anggota DPR Charles Honoris gara-gara menyebut Basuki Tjahaja Purnama 
atau Ahok hanya kelas Glodok dan tak layak menjadi petinggi BUMN.
 
"Kalimat RR (Rizal Ramli, Red) bukan hanya tendensius, analoginya pun menurut 
saya dangkal sekali, apa yang dimaksud dengan kelas Glodok?" kata Charles di 
Jakarta, Selasa, 19 November 2019..
 
Bahkan, menurut anggota Fraksi PDI Perjuangan ini, pernyataan Rizal Ramli itu 
terkesan merendahkan warga Glodok, kawasan yang selama ini dikenal sebagai 
pusat perdagangan elektronik.
 
Sebagai anggota DPR mewakili salah satunya daerah Glodok, kata Charles, ia 
melihat warga Glodok sama mulianya dengan warga lain, mau itu pedagang, 
karyawan, pekerja kasar. Pemuka agama pun banyak yang tinggal di Glodok.
 
"Mungkin kontribusi mereka buat negara tak kalah sama RR yang mungkin hanya 
lebih kencang saja teriaknya," ucap anggota Komisi I DPR itu menyindir.
 
Sebelumnya, menanggapi kabar penunjukan Ahok sebagai komisaris utama Pertamina, 
Rizal Ramli menilai Presiden Jokowi hanya mencari masalah.
 
Selain pernah bermasalah dengan hukum, menurut Rizal Ramli, Ahok tak punya 
pengalaman korporasi. Kalaupun Presiden Jokowi ingin keturunan Tionghoa menjadi 
pejabat BUMN, masih banyak eksekutif dari kalangan Tionghoa yang lebih baik, 
bukan kelas Glodok.
   

   
    

Kirim email ke