Jadi berapa persen yang benar? Kalau seandainya komandan kesatuan TNI atau
Porlri berpaham atau bersimpati kaum radikal agama, maka bisa saja dia
perintahkan anak buahnya untuk membantu atau melakukan tindakan
bersama-sama dengan kaum radikal. Hal ini terbukti pada konflik di Maluku
20 tahun lalu, yait sebahagian anggota Polri dan TNI ikut bersama Laskar
Jihad melakukan tugas membasmi kaum Nasrani. Contohnya yang pimpin laskar
Jihad terdapat nama Jenderal Rustam Kastor, dari pihak Polri Jenderal
Firman Gani yang waktu Kapolda Maluku. Firman Gani ini kemuadian
dipindahkan dan ditentukan oleh pres Megawati untuk menjadi Kapolda di
Jakarta.


https://www.jawapos.com/nasional/21/11/2019/3-persen-tni-terpapar-radikalisme-bnpt-itu-tidak-akurat/


*3 Persen TNI Terpapar Radikalisme, BNPT: Itu Tidak Akurat*

NASIONAL <https://www.jawapos.com/nasional/>

21 November 2019, 16:07:27 WIB



*JawaPos.com* – Kala masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan),
Ryamizard Ryacudu mengungkapkan sebanyak tiga persen TNI yang terpapar
radikalisme. Hal ini dibantah  Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris
(BNPT), Suhardi Alius saat rapat dengan Komisi III DPR. Suhardi menegaskan
data tersebut tidak akurat.

Sehingga dia mempertanyakan data yang dimiliki oleh Ryamizard Ryacudu.
“‎Tidak akurat.Tidak ada data sama sekali. Tidak, mungkin bisa tanya sama
Mabes TNI,‎” ujar Suhardi kala dicecar petanyaan soal stetmen Ryamizard di
Gedung DPR, Jakarta, Kamis (21/11).

Suhardi sempat menceritakan kronologi ‎stetmen dari Ryamizard tersebut.
Kala iti dirinya ditelpon oleh Menteri Korrdinator Bidang Politik Hukum dan
Keamanan (Menkopolhukam) kala masih dijabat Wiranto. “Hardi dari mana data
itu (data dari Ryamizard Ryacudu),” kata Suhardi seperti menirukan ucapan
Wiranto.

Ketika itu Suhardi mengungkapkan tidak punya data yang dimaksud oleh
Ryamizard Ryacudu mengenai tiga persen TNI terpapar radikalisme. Sehingga
dia menjawab tidak tahu dan tidak punya data saat Mantan Menko Polhukam
Wiranto menghubungi dirinya. “Karena kami juga tidak punya data itu.. Jadi
data tidak pernah kami dapatkan data itu,” bebernya.

Oleh sebab itu Suhardi mengungkapkan kepada Komisi III DPR untuk menanyakan
langsung kepada Ryamizard Ryacudu mengenai data yang dipunyai tersebut.
Sebab BNPT sama sekali tak punya data itu. “Silahkan bapak tanya Pak Menhan
(Ryamizard Ryacudu). Karena kami tidak punya data itu,” katanya.

Sekadar informasi, mantan Menhan Ryamizard Ryacudu mengaku prihatin dengan
dengan sekelompok tertentu yang ingin mengganti ideologi negara Pancasila
dengan ideologi khilafah. Bahkan, ada prajurit TNI yang terpapar paham
radikalime.

Berdasarkan data yang dimiliki Kementerian Pertahanan, menurut Ryamizard,
sebanyak tiga persen anggota TNI yang sudah terpapar paham radikalisme dan
tidak setuju dengan ideologi negara, Pancasila.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Gunawan Wibisono

Kirim email ke