*Haram, haram ! Barang siapa yang maincatur atau dadu tidak akan bisa masuk
ke taman Firdaus di hari kemudian. Hendaklah diingat selama hayat di
kandung badan bahwa taman Firdaus penuh dengan bidadari cantik-cantik bin
molek nan sexy siap sedia menyambut dan melayani mereka yang diizinkan
masuk ke taman tsb untuk menikmati kelezatan jasmaniah dan rohanian nan
abadi. Bagi yang pernah main catur atau suka main, hendaklah segera
bertobat bila ingin menikmati kehidupan kekal di hari kemudian.*

https://www.suara.com/sport/2019/11/22/060500/uas-haramkan-catur-percasi-angkat-bicara

*UAS Haramkan Catur, Percasi Angkat Bicara*

Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi

Jum'at, 22 November 2019 | 06:05 WIB

[image: UAS Haramkan Catur, Percasi Angkat Bicara]Ustaz Abdul Somad (UAS)
memberikan keterangan pers di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (21/8).
[Suara.com/Arya Manggala]


*"Iran pernah mengharamkan catur. Tapi sekarang catur di Iran itu sedang
booming, gila-gilaan."* *Suara.com - *Pengurus Besar Persatuan *Catur*
<https://www.suara.com/tag/catur> Seluruh Indonesia (PB *Percasi*
<https://www.suara.com/tag/percasi>) angkat bicara terkait ceramah *Ustaz
Abdul Somad* <https://www.suara.com/tag/ustaz-abdul-somad> (*UAS*
<https://www.suara.com/tag/uas>) yang sepakat mengharamkan *olahraga*
<https://www.suara.com/tag/olahraga> catur.

UAS menyebut olahraga catur menjadi haram lantaran disinyalir dapat
melalaikan salat dan menghilangkan waktu berhari-hari.

Video mengenai ceramah pria berusia 42 tahun itu ramai diperbincangkan
khalayak seiring dengan kabar UAS yang mengisi tausiah di Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (20/11/2019).

Dari hasil penelusuran, *ceramah UAS*
<https://www.suara.com/tag/ceramah-uas> soal catur diunggah oleh YouTube
Teman Ngaji pada 26 Juli 2017 dengan judul "Hukum Main Domino dan Catur -
Ustadz Abdul Somad Lc MA".

[image: Ceramah Ustaz Abdul Somad soal hukum main domino dan catur.
(YouTube/Teman Ngaji)]Ceramah Ustaz Abdul Somad soal hukum main domino dan
catur. (YouTube/Teman Ngaji)

Menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Percasi, Kristianus Liem,
UAS salah kaprah terkait hukum mengharamkan olahraga catur.

Menurutnya, catur yang dimaksudkan UAS berbeda dengan olahraga catur
profesional yang selama ini diwadahi Percasi.

Percasi, kata Liem, memiliki waktu dan metode latihan yang jelas bagi para
atlet Pelatnas catur. Sehingga, tudingan yang menyebut catur membuang-buang
waktu kurang tepat.

"Ustaz Abdul Somad mungkin tidak tahu situasi. Dia pikir hanya yang di
kampung-kampung yang main hingga lupa waktu," ujar Liem saat dihubungi
*Suara.com,* Kamis (21/11/2019).

"Kami di Percasi minimal latihan satu hari itu enam jam. Itu dibagi dua
sesi. Kita kebanyakan bahas strategi, bukan main."

"Main itu saat jelang pertandingan, agar pola dan irama berpikirnya cocok
dengan nomor yang dipertandingkan," sambungnya.


Lebih jauh, Liem menjelaskan bahwa bahasan mengenai haram tidaknya suatu
kegiatan, dalam hal ini catur, seharusnya sudah tak relevan untuk dibahas.

Menurut Liem, Indonesia lebih baik membahas soal peningkatan prestasi catur
itu sendiri.

Lantaran, kata dia, negara-negara lain yang sempat mengharamkan catur pun
telah berpikir lebih terbuka dan mencoba lebih maju.

"Lebih baik kita pikirkan hal-hal positif. Negara-negara lain sudah lebih
maju meski dulu membahas hal itu," ujarnya.

"Harusnya kita bahas prestasi. Aneh hal-hal seperti ini masih dibicarakan
sekarang."

"Iran pernah mengharamkan catur. Tapi sekarang catur di Iran itu sedang
booming, gila-gilaan. Bukan hanya sponsor banyak, tapi pecatur-pecatur
mudanya tumbuh luar biasa," sambungnya.

[image: Para pecatur putri mengikuti Kejuaraan Dunia Catur di Riyad, Arab
Saudi, Selasa (26/12/2017). [AFP]]Para pecatur putri mengikuti Kejuaraan
Dunia Catur di Riyad, Arab Saudi, Selasa (26/12/2017). [AFP]

Di sisi lain, Liem menyebut catur juga memiliki banyak manfaat khususnya
bagi perkembangan otak anak. Permainan catur disebutnya sangat baik untuk
melatih kepintaran seseorang.

"Dengan main catur, bermain bagus, pemikirannya semakin sistematis. Mana
yang harus didahulukan ada saat kita mengalah dulu untuk menang," jelas
Liem.

"Anak yang sering main catur, pelajaran di sekolah itu cerdas-cerdas,
terutama matematika," pungkas Kabid Binpres PB Percasi Kristianus Liem.

*Awal Mula*

Awal mula dari kasus pengharaman catur ini dari pertanyaan seorang jamaah
kepada UAS

*"Maaf Pak Ustaz boleh nggak main domino untuk mengisi waktu luang biasanya
17 Agustus?"* tanya jamaah tersebut.

Tak lama, UAS berkelakar, *"Ini rekaman berbahaya".*

[image: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan Ustaz Abdul Somad
atau UAS untuk mengisi tausiah. (Suara.com/Welly Hidayat)]Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan Ustaz Abdul Somad atau UAS untuk
mengisi tausiah. (Suara.com/Welly Hidayat)

Kemudian ia memberi jawaban atas pertanyaan itu dengan merujuk pada *Mazhab
Hanafi* <https://www.suara.com/tag/mazhab-hanafi>.

*"Mazhab Hanafi mengharamkan dadu dan catur, alasannya dua yakni pertama
melalaikan sholat dan yang kedua menghilangkan waktu berhari-hari,"* terang
UAS.

UAS lalu mengatakan, bila dirinya tidak setuju catur dimasukkan sebagai
salah satu cabang olahraga lantaran membuang waktu.

*"Bahwa ketua persatuan catur marah pada saya, terserahlah tapi saya tidak
setuju. Habiskan waktu itu, banyak yang perlu kita pikirkan. Bagaimana
politik, bagaimana anak. Ini yang kita pikirkan cem mana pion-pion ini bisa
selamat,"* imbuhnya.

[image: Ustaz Abdul Somad saat tiba di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (21/8).
[Suara.com/Arya Manggala]]Ustaz Abdul Somad (UAS) saat tiba di Kantor MUI,
Jakarta, Rabu (21/8). [Suara.com/Arya Manggala]

Pun bila catur diklaim bisa meningkatkan ketangkasan, UAS menyebut masih
ada olahraga lainnya yang bertujuan sama

*"Mazhab Hanafi mengharamkan dadu dan catur, alasannya dua yakni pertama
melalaikan sholat dan yang kedua menghilangkan waktu berhari-hari,"* terang
UAS.

UAS lalu mengatakan, bila dirinya tidak setuju catur dimasukkan sebagai
salah satu cabang olahraga lantaran membuang waktu.

*"Bahwa ketua persatuan catur marah pada saya, terserahlah tapi saya tidak
setuju. Habiskan waktu itu, banyak yang perlu kita pikirkan. Bagaimana
politik, bagaimana anak. Ini yang kita pikirkan cem mana pion-pion ini bisa
selamat,"* imbuhnya.

Ia pun menegaskan sepakat dengan Mazhab Hanafi yang mengharamkan permainan
domino dan catur, setelah melihat titik persamaannya.

*"Dadu dan catur sifatnya permainan, menetapkan sesuatu yang belum ada
hukumnya kepada sesuatu yang ada hukumnya dengan melihat titik persamaan
antara keduanya,"* pungkas UAS.

Sejak diunggah, ceramah UAS tentang hukum main domino dan catur telah
disaksikan lebih dari 1,3 juta kali.


[image: Ustaz Abdul Somad saat tiba di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (21/8).
[Suara.com/Arya Manggala]]Ustaz Abdul Somad (UAS) saat tiba di Kantor MUI,
Jakarta, Rabu (21/8). [Suara.com/Arya Manggala]

Pun bila catur diklaim bisa meningkatkan ketangkasan, UAS menyebut masih
ada olahraga lainnya yang bertujuan sama.

Kirim email ke