https://news.detik.com/kolom/d-4794677/tingkatkan-kinerja-necara-perdagangan-ri-datang-ke-tiie-di-shanghai?
tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.60946604.1637439801.1574439598-493912485.1574439598
Jumat 22 November 2019, 17:02 WIB
Kolom
Tingkatkan Kinerja Necara Perdagangan, RI Datang ke TIIE di Shanghai
Murpin Josua Sembiring - detikNews
<https://news.detik.com/kolom/d-4794677/tingkatkan-kinerja-necara-perdagangan-ri-datang-ke-tiie-di-shanghai?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.60946604.1637439801.1574439598-493912485.1574439598#>
Murpin Josua Sembiring
<https://news.detik.com/kolom/d-4794677/tingkatkan-kinerja-necara-perdagangan-ri-datang-ke-tiie-di-shanghai?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.60946604.1637439801.1574439598-493912485.1574439598#>
Share *0*
<https://news.detik.com/kolom/d-4794677/tingkatkan-kinerja-necara-perdagangan-ri-datang-ke-tiie-di-shanghai?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.60946604.1637439801.1574439598-493912485.1574439598#>
Tweet
<https://news.detik.com/kolom/d-4794677/tingkatkan-kinerja-necara-perdagangan-ri-datang-ke-tiie-di-shanghai?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.60946604.1637439801.1574439598-493912485.1574439598#>
Share *0*
<https://news.detik.com/kolom/d-4794677/tingkatkan-kinerja-necara-perdagangan-ri-datang-ke-tiie-di-shanghai?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.60946604.1637439801.1574439598-493912485.1574439598#>
0 komentar
<https://news.detik.com/kolom/d-4794677/tingkatkan-kinerja-necara-perdagangan-ri-datang-ke-tiie-di-shanghai?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.60946604.1637439801.1574439598-493912485.1574439598#>
Tingkatkan Kinerja Necara Perdagangan, RI Datang ke TIIE di Shanghai
Foto: Pribadi
*Jakarta* - Luhut Binsar Panjaitan, Menko Maritim dan investasi sebagai
special envoy hadir atas undangan Presiden Xi Jingping di Tiongkok
Internasional Import Expo (TIIE) pada 5-10 November 2019, di Kota
Shanghai. Kementerian perdagangan RI hadirkan 26 perusahaan di antara
172 negara yang ikut memamerkan produk-produk mereka.
Produk domestic Indonesia yang dibawa ke TIIE antara lain barang
bersifat /high end intellegent equipment/, elektronik dan /aplliance/,
kendaraan, pakaian, aksesoris, produk pertanian seperti sawit, otomotif,
/food an agri product/, /medical product/, /apparel/, makanan, batu
bara, sarang burung walet, peralatan medis dan produk perawatan medis.
17 perusahaan dari Indonesia berpartisipasi di TIIE antara lain Garuda
Food, Marimas Putra Kencana, Victoria Care Indonesia, Sinar Aosro,
Anugrah Citra Walet, Indofood, Kobe, Badan Pengelola Dana Perkebunan
Kelapa Sawit (BPDPKS) dan lainnya.
Rakyat Indonesia menaruh harapan besar agar pemerintah Jokowi dan
perusahaan-perusahaan di Indonesia menjadikan TIIE ini ajang dan
momentum penting untuk mempromosikan barang dan jasa khas Indonesia yang
potensial dan membawa dampak luas terhadap roda perekonomian Indonesia,
khususnya barang dan jasa komoditas eksport dengan pasar utamanya adalah
di pasar raksasa Tiongkok. Karena negara itu memiliki pasar sangat masif
dengan 1,4 miliar orang jumlah penduduknya yang relatif sedang kaya dan
kita punya hubungan erat dalam kesejarahan yang saling menguntungkan.
Di sisi lain, agar investor dari Tiongkok juga akan banyak berminat
datang ke Indonesia Presiden Jokowi bakal membebaskan impor mesin bekas
dari bea masuk mengingat banyak negara lain juga melakukannya hal yang
sama dan itu langkah strategis meningkatkan competitiveness antar negara
dan hal ini cara kita juga untuk mengundang banyak investor dan turis
asal Tiongkok masuk ke Indonesia demi mengangkat perekonomian rakyat
Indonesia.
*TIIE Shanghai Momen Kebersamaan Tiongkok-Indonesia Menguasai Ekonomi Dunia*
Kita memahami strategi produk baja dari Tiongkok sangat murah (28% dari
harga pasar) karena pemerintah Tiongkok memberikan insentif berupa
potongan pajak (tax rebate) kisaran 13-15% bagi pengusaha yang
mengekspor baja paduan (alloy) yang biasanya untuk rel kereta api,
komponen alat berat. Karena Indonesia belum mampu memproduksinya,
sehingga Indonesia dijadikan pasar potensial oleh Tiongkok terlebih bea
masuk ke Indonesia 0% terlebih baja asal Tiongkok pada perang dagang
sulit masuk ke pasar Amerika.
Di sisi lain, Tiongkok tidak fair/bersahabat karena ekspor baja
Indonesia ke Tiongkok dikenakan bea masuk. Oleh sebab itu, Menteri
Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan saat
bertemu Xi Jinping di TIIE kemarin menyatakan keberatan dan minta bea
masuk baja ke Tiongkok dihapuskan. Mengingat produksi baja di Indonesia
dalam prosesnya berada di daerah terpencil dan masyarakat setempat pasti
terkena dampak perekonomian akibat bea masuk tersebut.
Selain baja, Indonesia saatnya bisa memaksimalkan ekspor buah-buahan
tropis seperti nanas dan sebagainya, sarang burung walet dengan kadar
nitrit yang ditentukan, ekspor kelapa sawit, olahan-olahan produk
hilirisasi seperti nickel, tembaga, timah, bauksit dan lain-lain.
Presiden Xi berjanji kepada Luhut meningkatkan investasi negaranya di
bidang teknologi seperti dilansir Bisnis, Rabu 6 November 2019,
merupakan niat baik persahabatan yang saling menguntungkan dan harus
direspon baik oleh masyarakat kita di Indonesia.
Forum Bisnis Indonesia-Tiongkok perlu terus diintensifkan lewat berbagai
event agar tercapai kesepahaman dan keseriusan hubungan dagang bilateral
yang fair, saling memperkuat perekonomian antar dua negara. Tidak terus
menciptakan ketergantungan kepada kedua negara melalui kerelaan transfer
teknologi agar lebih efisien berproduksi, punya daya saing kecuali
produk khas unggulan masing-masing negara juga sudah saatnya
Tiongkok-Indonesia bisa joint berproduksi bersama. Selain itu juga
bersama-sama pula memasuki pasar dunia lainnya yang lebih luas terutama
menggarap negara-negara kawasan perbatasan Indonesia sebagai bagian
strategi memperkuat ekonomi perbatasan dan memperkokoh eksistensi NKRI
di wilayah perbatasan.
Pola aliansi strategis Tiongkok-Indonesia inilah penting
diwujud-formulasikan, di mana Tiongkok dan Indonesia akan jadi partner
bisnis dengan fokus pada produksi terbaiknya yang sesuai dengan
kapasitas masing-masing negara, saling mendukung teknologi dan kualitas
SDM-nya dan tentu dengan kesepakatan jangka waktu yang dibutuhkan menuju
kemakmuran kedua negara.
*Tiongkok Dukung Kesehatan Neraca Perdagangan Indonesia*
Eksport Indonesia pada triwulan III-2019 sangat kecil kontribusinya
terhadap pertumbuhan ekonomi Nasional. Melihat data periode
Januari-November 2017 ekspor komoditi batu bara, minyak sawit dan karet
meningkatkan 37,1% (data bea cukai Indonesia:2017) ke Tiongkok, selain
sarang burung wallet (US$ 87), kelapa (US$ 70) dan kopi (US$ 43 juta).
Tiongkok sudah secara berturut-turut untuk 7 tahun menjadi mitra
perdagangan terbesar bagi Indonesia.
Volume perdagangan bilateral antara Tiongkok dan Indonesia sepanjang
2017 adalah sebesar US$ 63,3 miliar, atau meningkat 18,3%. Tepatnya
ekspor Tiongkok adalah sebanyak US$ 34,77 miliar dan impor sebanyak US$
28,55 miliar. Namun Indonesia masih mengalami defisit neraca dagang
terhadap Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sebesar US$ 11,44 miliar pada
Januari-Agustus 2019.
Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama pada tahun
lalu sebesar US$ 10,83 miliar. Adapun total defisit selama tahun 2018
sebesar US$ 18,41 miliar. Oleh karenanya, keikutsertaan Indonesia dalam
ajang ini sangat strategis bernegosiasi dengan keterbukaan pasar utama
yang bersahabat di Tiongkok untuk menyeimbangkan (positif) neraca
perdagangan melalui peningkatan jenis komoditas, volume, frekuensi
ekspor kita ke Tiongkok.
TIIE 2019 di Shanghai telah berakhir, kita berterima kasih telah
diundang secara khusus oleh pemerintah Tiongkok dan kita tunggu
kerjasama yang konkrit berkelanjutan, terukur dan bersahabat antara
Indonesia dan Tiongkok untuk kemajuan ekonomi kedua negara dan
kesejahteraan dunia.
*Murpin Josua Sembiring*, /Pakar Ekonomi/Rektor Universitas Ma Chung
Kota Malang Jawa Timur/
*(akn/ega)*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*