https://metro.tempo.co/read/1275187/dianggap-bikin-kisruh-psi-dki-digeruduk-ormas-pendukung-anies/full&view=ok
Dianggap Bikin Kisruh, PSI DKI Digeruduk Ormas
Pendukung Anies
Reporter:
Antara
Editor:
Clara Maria Tjandra Dewi H.
Jumat, 22 November 2019 08:08 WIB
Meme lem aibon yang diunggah netizen ke media sosial. Bukan hanya
pengadaan lem, di dalam APBD DKI 2020 juga terdapat anggaran janggal
lainnya seperti anggaran pembelian pulpen senilai Rp 124 miliar,
komputer yang mencapai Rp 121 miliar dan jasa 5 influencer asing untuk
promosi wisata yang mencapai Rp 5 miliar. Twitter/@Deniastan
<https://statik.tempo.co/data/2019/11/01/id_885756/885756_720.jpg>
Meme lem aibon yang diunggah netizen ke media sosial. Bukan hanya
pengadaan lem, di dalam APBD DKI 2020 juga terdapat anggaran janggal
lainnya seperti anggaran pembelian pulpen senilai Rp 124 miliar,
komputer yang mencapai Rp 121 miliar dan jasa 5 influencer asing untuk
promosi wisata yang mencapai Rp 5 miliar. Twitter/@Deniastan
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Sekelompok anggota ormas GL Pro 08
berdemonstrasi di DPRD DKI menuntut PSI DKI
<https://www.tempo.co/tag/psi> Jakarta meminta maaf kepada
masyarakat Jakarta. Ormas itu menuding para politikus PSI telah membuat
kisruh dengan mengungkap anggaran janggal APBD DKI 2020.
Pada demo Kamis sore, ormas GL Pro 08 yang mengaku pendukung Gubernur
Anies Baswedan itu bahkan mengancam akan melaporkan anggota PSI ke Polda
Metro Jaya.
"Alasannya karena pernyataan yang mereka katakan bahwa ada maksud
tertentu Pemprov DKI Jakarta untuk korupsi uang rakyat ternyata nggak
terbukti. Justru mereka buat kisruh dengan cari panggung," kata Ketua GL
Pro 08 Jimmy CK di Jakarta, Kamis, 21 November 2019.
Kelompok pendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2019 itu juga meminta
klarifikasi terkait pernyataan PSI bahwa mereka dipaksa dan disuruh
untuk menyepakati draf Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon
Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2020.
"Karena kami menilai nggak ada pemaksaan dari siapapun. Karena itu,
mereka harus tanggung jawab karena jika tidak, dalam waktu dekat kami
akan lapor Polda karena memfitnah dan menjatuhkan marwah serta martabat
Pemprov DKI dan DPRD DKI Jakarta," ucap Jimmy.
Ormas itu memberi waktu pada PSI sampai hari Senin 25 November 2019
untuk memberi jawaban atas dua tuntutan mereka. "Kalau tidak, akan kami
laporkan," kata Jimmy.
Demo ormas itu diduga dipicu pernyataan tiga anggota fraksi PSI melalui
Twitter, media massa dan secara langsung saat GL Pro mendatangi fraksi
itu pada 11 November 2019.
Ketiganya adalah anggota fraksi PSI DPRD DKI Jakarta William Aditya
Sarana, Sekretaris Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anthony Winza Prabowo,
dan Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Justin Adrian.
Lewat akun twitternya, William menguak anggaran janggal seperti
pembelian lem Aibon sebesar Rp 82 miliar yang diusulkan Dinas
Pendidikan. pada 29 Oktober 2019.
Sedangkan Anthony dipersoalkan karena dalam dialog di Kompas TV pada 7
November 2019, dia mengatakan kalau para anggota DPRD DKI disuruh
menyetujui pagu anggaran tanpa melihat dulu komponen-komponennya.
Dalam orasinya, Jimmy meyakini kalau William sebenarnya tahu tentang
masalah penganggaran, namun sengaja memanfaatkan ketidakmengertian
masyarakat untuk menimbulkan kesan bahwa Gubernur Anies Baswedan tidak
transparan dan berniat korupsi.
Jimmy menuding tindakan dan pernyataan politikus PSI DKI itu merupakan
provokasi dan hasutan untuk menjatuhkan citra Gubernur Anies
<https://www.tempo.co/tag/anies> Baswedan. "Karena itu PSI, kami minta
jangan bikin gaduh, dan jangan bikin kisruh! Kalau Gubernur Anies memang
mau korupsi, kami sebagai pendukungnya pasti ada di barisan kalian. Tapi
kalau kalian hanya ingin memfitnahnya, kami akan datang dan datang lagi
ke gedung DPRD ini," ujarnya.
------------------------------------------------------------------------