https://www.antaranews.com/berita/1177643/politisi-australia-pengungkapan-mata-mata-china-oleh-media-meresahkan
Politisi Australia: Pengungkapan
mata-mata China oleh media
meresahkan
Sabtu, 23 November 2019 22:43 WIB
Ilustrasi : Bendera negara Republik Rakyat China dan negara Australia.
ANTARA/Shutterstock/aa. (ANTARA/Shutterstock)
Melbourne (ANTARA) - Para politisi Australia pada Sabtu menyebut
laporan-laporan media tentang seorang pria pencari suaka yang mengklaim
sebagai agen dinas rahasia China yang merinci usaha-usaha Beijing untuk
menyusupi sistem politik di Australia, Hong Kong dan Taiwan sebagai
meresahkan.
Hubungan Australia yang kaya sumber daya dengan China telah memburuk
dalam beberapa tahun belakangan, di tengah-tengah tuduhan-tuduhan bahwa
mitra dagangnya yang paling penting itu campur tangan dalam urusan
domestik, sementara Canberra khawatir bahwa China berusaha menanamkan
pengaruh di kawasan Pasifik.
"Ini laporan-laporan yang sangat meresahkan," ujar Menteri Keuangan
Australia Josh Frydenberg, seraya menambahkan lembaga-lembaga hukum
pemerintah sedang menangani hal itu dan tidak akan berkomentar mengenai
kasus-kasus individu.
Pembelot itu, yang diidentifikasi sebagai Wang "William" Liqiang oleh
jejaring surat kabar Nine, memberikan pernyataan berdasarkan sumpah
kepada Organisasi Intelijen Keamanan Australia (ASIO). Ia
mengidentifikasi pejabat-pejabat intelijen senior militer di Hong Kong.
Dia juga mengungkap rincian-rincian bagaimana mereka mendanai dan
melakukan operasi campur tangan politik di Taiwan dan Australia, kata
surat kabar the Age.
Reuters melaporkan bahwa intelijen Australia meyakini China bertanggung
jawab atas serangan siber atas parlemen nasional dan tiga partai politik
terbesar sebelum pemilihan umum pada Mei, China membantah
tuduhan-tuduhan tersebut.
Wang mengatakan ia bagian dari operasi intelijen di sebuah perusahaan
yang terdaftar di bursa Hong Kong, yang menyusupi
universitas-universitas dan media, kata the Age.
"Saya pribadi terlibat dan ikut serta dalam serangkaian kegiatan
mata-mata," kata Wang yang dikutipnya dalam pernyataan pada Oktober
kepada lembaga intelijen itu.
ASIO menolak berkomentar, hanya mengatakan bahwa pihaknya tidak
mengomentari hal-hal operasional dan individu.
Departemen Dalam Negeri Australia menyatakan pihaknya tidak memberikan
komentar mengenai kasus-kasus individual.
Sumber: Reuters
*Baca juga: China sebut dua anggota parlemen Australia harus mengakui
kesalahan
<https://www.antaranews.com/berita/1167416/china-sebut-dua-anggota-parlemen-australia-harus-mengakui-kesalahan>
Baca juga: Pesisir timur Australia diamuk kebakaran hutan
<https://www.antaranews.com/berita/1166135/pesisir-timur-australia-diamuk-kebakaran-hutan>
Baca juga: Protes di Hong Kong mereda menjelang pemilihan lokal
<https://www.antaranews.com/berita/1177612/protes-di-hong-kong-mereda-menjelang-pemilihan-lokal>*
Penerjemah: Mohamad Anthoni
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2019