*Kalau tidak keliru beberapa waktu Asian Development Bank menyatakan bahwa
di kerajaan neo-Mojopahit terdapat 28 juta orang miskin. Ini tentu miskin
absolut, belum lagi kalau menurut BPS kalau orang bekerja 1 jam dalam
seminggu tidak dihitung bukan pengangur yang berarti bukan miskin. Jadi
jumlah sekian itu mudah menjadi kafir, yang akibatnya mereka tidak
mempunyai hak untuk tempat di surga dan taman Firdaus yang penuh dengan
bidadari cantik bin molek nan sexy yang siap sedia dalam tugas 24 jam
melayani para pengunjung tetap. *


https://suaraislam.id/ceramah-maulid-nabi-wapres-maruf-kemiskinan-bisa-membuat-orang-jadi-kafir/
*Ceramah Maulid Nabi, Wapres Ma’ruf: Kemiskinan Bisa Membuat Orang Jadi
Kafir*

 10 November 2019



*Tangerang (SI Online) *– Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin menghadiri
Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di di Masjid Jami’ Baitul Muhtadi di
Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu malam (9/11).

Dalam ceramahnya, Kiai Ma’ruf mengatakan Indonesia harus menjadi negara
maju dengan memperkuat perekonomian, meningkatkan kualitas sumber daya
manusia dan menghilangkan kemiskinan, karena kemiskinan bisa membawa orang
kepada kekafiran.

“Kemiskinan itu, kata Rasulullah, hampir bisa membawa orang kepada
kekafiran. Kemiskinan itu bisa membuat orang menjadi kafir karena lemah,
mudah dibujuk, mudah diprovokasi, mudah dibeli imannya karena dia miskin,”
kata Wapres Kiai Ma’ruf.

Untuk menjadi negara maju, kata Kiai Ma’ruf, yang salah satunya dengan
terlepas dari perangkap pendapatan menengah (middle income trap), harus ada
upaya-upaya untuk meningkatkan perekonomian dan mencetak SDM yang
berkualitas.

“Kita ingin Indonesia menjadi negara maju, negara yang ekonominya kuat.
Makanya, warganya juga harus kuat, mampu mengembangkan dunianya, harus
pintar, harus bisa hidup layak,” tegasnya.

Sebagai informasi, kemiskinan menjadi salah satu tugas yang diberikan
Presiden Joko Widodo kepada Wapres Ma’ruf Amin untuk diatasi, melalui Tim
Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang dikoordinasikan
oleh Wapres.

Berdasarkan data TNP2K, tingkat kemiskinan di Indonesia hingga Maret 2019
tercatat sebesar 9,41 persen. Angka tersebut akan terus ditekan di masa
pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, dan jika perlu dihilangkan supaya tidak ada
lagi masyarakat miskin dan cita-cita Indonesia menjadi negara maju dapat
terwujud.

Dalam beberapa kesempatan, Wapres Ma’ruf mengatakan targetnya untuk
menghilangkan kemiskinan serta menurunkan angka stunting pada anak hingga
mencapai ambang batas Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization).

Untuk mencapai target tersebut, Wapres mengatakan penanggulangan kemiskinan
dan stunting pada anak merupakan gerakan nasional, sehingga angka
kemiskinan di Indonesia dapat ditekan sekecil mungkin, bahkan kalau bisa
dihilangkan.

“Oleh karena itu, jangan sampai anak, cucu kita miskin. Ini yang harus kita
upayakan supaya anak-anak kita bisa hidup layak di dala, kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

sumber: ANTARA

Kirim email ke