Betul sekali pendapat bung Sunny ttg ketiga negara tetangga yaitu Singapura, 
Malaysia dan Thailand dimana pelayanan medik nya jauh lebih baik daripada di 
Indonesia. National University Hospital dan Elisabeth Hospital di Singapura, 
Adventist Hospital di Penang dan Bumrungrand di Bangkok adalah hospital2 yg 
berkualitas internasional dimana majoritas dari dokter2 nya adalah sedikitnya 
berkualikasi tambahan dari UK, Amerika, Australia, Jepang, Kanada, Ireland. 
Tidak jarang bukan saja orang2 dari Indonesia, tetapi juga orang/pasien2 dari 
negara2 maju (Amerika Utara dan Eropa) yg berobat di hospital2 tsb diatas. 
Pelayanan medik dari orang/pasien2 dari luar negeri ini yg sering dinamakan 
"Medical tourism", pada umumnya utk penyakit2 yg elektif seperti operasi yg 
tidak akut: knee, hip operation, plastic surgery dll. 
 Pelayan medik di Indonesia tarafnya masih rendah dimana dokter2 nya yg didikan 
dari LN sedikit sekali (residency trained dan Fellowship trained di LN). 
Seingat saya dimana saya mengawasi publikasi2 dari bidang STEM ber-tahun2 di 
majalah2 ilmiah internasional, saya belum pernah melihatnya. Ini juga 
menunjukan taraf nya dari pendidikan di Indonesia, terutama riset nya. Kemarin 
atau kemarin dulu, saya membaca di milis ini ttg dr. Terawan, menjadi Menkes?. 
Ini adalah kesalahan besar dimana metode terapi utk stroke nya dilakukan tidak 
secara ilmiah. Kalau tidak salah, dulu, dia dijatuhkan hukuman oleh IDI/MKEK. 
Gimana orang seperti dr. Terawan, yg tidak bertindak secara ilmiah di 
profesinya, bisa menjadi Menkes???
 

 


Kirim email ke