Saat krisis moneter '96 pengusaha kecil-menengahlah yang bertahan dan
menyelamatkan putaran ekonomi nasional. Sedangkan konglomerat bertumbangan.
Sebagian malah kabur menggondol dana BLBI.
Atas jasa UKM tersebut pemerintah memberi kemudahan bantuan modal melalui
program sertifikasi tanah supaya bisa digadaikan ke bank. Dengan begitu,
ngutang modal, UKM berpeluang menjadi:1. konglomerat (yang toh akhirnya
bertumbangan itu) atau, 2. langsung melarat lantaran sertifikat disita bank.
UKM digiring untuk berlomba mimpi jadi konglomerat dengan menggadaikan harta
bersertifikatnya, agar berani menceburkan diri dalam gelanggang terbuka
menghadapi pemodal-pemodal besar (baca: pengutang-pengutang besar) atas nama
persaingan bebas.
-
- 30 NOVEMBER 2019
Kekuatan Ekonomi Jerman adalah Perusahaan Menengah dan Kecil, Bukan Konglomerat
Apa rahasia kekuatan ekonomi Jerman? Ternyata bukan perusahaan raksasanya,
melainkan perusahaan-perusahaan menengah dan kecil, yang disebut "Mittelstand"
Sektor menengah-kecil sebagai penopang utama perekonomian Jerman serta rahasia
kestabilannya. Perusahaan-perusahaan ini dikenal giat, gesit dan pantang
menyerah. Merekalah yang melahirkan inovasi-inovasi penting yang menjadi
terobosan baru.
Manajer perusahaan Steffen Lange menjelaskan darimana nama perusahaan.
"Sederhana saja kann, kata dia. "Kami berasal dari berlin. Dan kami fokus pada
sekrup".
Tapi Berliner Schrauben tidak hanya membuat sekrup. Dia juga memproduksi pipa,
paku dan pasak spesial, sistem penyambung kayu dan berbagai peralatan
pertukangan dan mebel.
Kampiun ekonomi
Kategori perusahaan menengah-kecil, dalam istilah internasional disebut small
and medium enterprises (SME), di Jerman, Austria dan Swiss disebut Mittelstand
adalah: memiliki kurang dari 500 pekerja dan omset dari 50 juta sampai 500 juta
euro. Di Jerman, kalangan Mittelstand ini yang sering disebut sebagai kampiun
ekonomi, karena mereka menyerap paling banyak tenaga kerja dan menjamin
stabilnya perekonomian.
"Profesionalisme bagi saya adalah melakukan sesuatu yang benar-benar Anda
kuasai", kata Steffen Lange. Itu sebabnya, perusahaan profesional harus selalu
menyesuaikan diri dengan perubahan dan kondisi zaman.
60 persen tenaga kerja di Jerman bekerja di sektor Mittelstand, yang
menghasilkan lebih dari 50 persen PDB. Tapi sekarang, ada masalah besar dengan
demografi Jerman. Penduduknya makin tua, sementara angka kelahiran terlalu
rendah. Sekarang saja, Jerman sudah kekurangan sekitar 80 ribu tenaga ahli di
berbagai bidang kerja.
Hingga kini, langkanya tenaga ahli dihadapi dengan cara mendatangkan pekerja
migran. Di bidang politik, migrasi memang menjadi perdebatan sengit dan sering
dimanfaatkan kelompok-kelompok ultra kanan menyulut sentimen anti orang asing.
Namun bagi banyak perusahaan menengah kecil, tenaga kerja asing adalah faktor
penting bagi kelangsungan usaha.
"Kami baru saja mempekerjakan tenaga kerja dari Kazakstan di pabrik kami", kata
Steffen Lange. "Semuanya berjalan lancar sampai sekarang."
Fleksibilitas dan Efektivitas
Berliner Schrauben didirikan tahun 1947 dan sekarang memiliki sekitar 80 tenaga
kerja di bagian kantor dan pabrik. Di bagian pabrik seluas 5500 m2 hanya ada
tenaga kerja lelaki.
"Kami tidak boleh mempekerjakan perempuan di pabrik," kata Steffen Lange. "UU
Kerja di Jerman melarang perempuan mengangkat beban lebih dari 12,5 kg.
Sedangkan sekrup dibuat dari besi. Besi punya bobot sangat berat. Itu sebabnya
kami tidak boleh (mempekerjakan perempuan)."
"Jadi memang ada UU Anti Diskrimnasi. Kami dilarang membeda-bedakan tenaga
kerja berdasarkan jenis kelamin atau agamanya.. Tapi UU Kerja menetapkan bahwa
kami tidak bisa mempekerjakan perempuan untuk pabrik kami", jelasnya.
Memang perusahaan menengah kecil sering berhadapan dengan masalah adminsitrasi
dan undang-undang, yang juga sering berbeda dari satu negara bagian dengan
negara bagian yang lain.
Pusat Logistik Berliner Schrauben misalnya ada di luar Berlin, di negara bagian
Brandenburg. Karena di brandenburg, biaya pembuangan sampah pabrik lebih murah.
"Jadi dari pabrik di Berlin, sampah-sampah kayau harus kami bawa ke
Brandenburg, karena biaya pembuangan sampah kayu di sana lebih murah. Tapi
untuk sampah logam, kebalikannya, di Berlin lebih murah. Itu sebabnya kami
harus bolak-.balik dari Berlin ke Brandenburg", kata Steffen Lange.
Sejak 2015, peemrintah Jerman mengupayakan sistem satu aturan untuk
negara-negara bagian. Tapi masih banyak kekecualian, karena ada pembagian
kewenangan yang ketat antara pemerintahan federal dan pemerintahan negara
bagian. Selain itu, ada juga aturan Uni Eropa yang harus diperhatikan
Yang jelas, perusahaan menengah kecil harus bisa bereaksi dengan fleksibel, dan
bekerja seefektif mungkin untuk bisa bersaing di pasaran global. Tahun 2017,
pada perayaan 70 tahun pendiriannya, Berliner Schrauben membuka toko sendiri di
Hoppegarten, di luar kota Berlin. Sejak 2008, perusahaan ini juga sudah
bergerak di bidang e-business dengan penjualan lewat internet. Ada lebih
100.000 produk yang dipasarkan perusahaan keluarga ini, dengan lebih 10.000
pelanggan tetap dari berbagai sektor industri.