Dirut Bulog Harus Bertanggung Jawab

Rabu , 04 Desember 2019 | 09:00
Dirut Bulog Harus Bertanggung Jawab
Sumber Foto : Istimewa
Ilustrasi beras Bulog yang beredar di masyarakat.
POPULER
Harga Referensi CPO Desember Naik Jadi US$ 79,05 <http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/10611/harga_referensi_cpo_desember_naik_jadi_us__79_05>Libur Natal dan Tahun Baru, Jalan Tol Layang Japek Digratiskan <http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/10602/libur_natal_dan_tahun_baru__jalan_tol_layang_japek_digratiskan>Lagi, 125 Pinjaman Online Ilegal Ditemukan <http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/10612/lagi__125_pinjaman_online_ilegal_ditemukan>Menkeu: Inflasi 2019 di Bawah Target <http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/10616/menkeu__inflasi_2019_di_bawah_target>SMF Kucurkan Rp 3,7 Triliun Pembiayaan FLPP <http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/10636/smf_kucurkan_rp_3_7_triliun_pembiayaan_flpp>
Listen to this

JAKARTA - Pemerintah lewat Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) bakal memusnahkan 20 ribu ton beras karena mengalami penurunan mutu alias rusak, dengan total nilai Rp 160 miliar.

Hal tersebut kemudian dipersoalkan oleh sejumlah pihak, termasuk oleh Direktur Riset Center of Reforms on Economics (CORE), Piter Abdullah.

Piter menilai, rusaknya beras di gudang Perum Bulog dikarenakan manajemen persedian dan pola distribusi beras yang bermasalah.

"Yang mengelola cadangan beras di Bulog kan adalah kepala Bulog. Beliau yang seharusnya tahu berapa jumlah beras yang ada di gudang Bulog, sudah berapa lama, dan kapan harus didistribusikan agar tidak membusuk, terbuang percuma," katanya saat dihubungi /sinarharapan.co/ di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Permasalah manajemen persediaan juga menjadi kritik pedas Piter terhadap Bulog, di samping persoalan lain seperti impor beras di zaman Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang jor-joran.

"Kalau manajemennya benar, Bulog tetap bisa memutar persediaan agar tidak terjadi penumpukan yang berujung membusuknya beras di gudang Bulog. Bisa digunakan pendekatan last in first out. Beras yang sudah lama dikeluarkan dulu, yang baru masuk, misalnya akibat kebijakan impor dikeluarkan belakangan," ungkap Piter.

Oleh karena itu Piter berkesimpulan, persoalan ini menjadi tanggung jawab Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso.

"Tapi membusuknya beras di gudang Bulog, terlepas adanya impor yang tidak tepat, adalah akibat kesalahan manajemen pengelolaan persediaan beras di Bulog. Itu adalah tanggung jawab pimpinan bulog," tambahnya.*(Ryo)*

Kirim email ke