Megawati: Ada Letkol Tanya Sukarno Pengkhianat atau Bukan
CNN Indonesia | Rabu, 04/12/2019 06:05 WIB
Bagikan :
Megawati: Ada Letkol Tanya Sukarno Pengkhianat atau BukanMegawati
Soekarnoputri (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi
*Pancasila <https://www.cnnindonesia.com/tag/pancasila>*(BPIP)*Megawati
<https://www.cnnindonesia.com/tag/megawati>* Soekarnoputri menceritakan
pernah ada seorang tentara berpangkat letnan kolonel (letkol) bertanya
apakah sosok Presiden pertama RI*Soekarno
<https://www.cnnindonesia.com/tag/soekarno>*, pengkhianat atau bukan.
Megawati mengatakan pertanyaan tersebut disampaikan letkol itu ketika
dirinya menjadi pembicara di Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI.
"Ada seorang anak muda, (berpangkat) letkol, lalu bertanya begini.
'Kalau menurut ibu, Sukarno itu pengkhianat atau bukan?' Waduh saya
pikir luar biasa anak muda ini," kata Megawati menirukan pertanyaan
tentara itu saat memberikan sambutan di Istana Negara, Jakarta, Selasa
(3/12).
Lihat juga:
MUI Merasa Belum Perlu Keluarkan Fatwa soal Sukmawati
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191128210136-20-452464/mui-merasa-belum-perlu-keluarkan-fatwa-soal-sukmawati/>
Namun, ketua umum PDI-Perjuangan itu tak merinci kapan peristiwa
tersebut berlangsung. Ia hanya menyebut diminta sebagai pembicara dalam
kapasitas sebagai seorang pemimpin partai.
Megawati mengaku langsung meminta izin kepada pimpinan TNI untuk
menjawab pertanyaan letkol itu, meskipun pertanyaannya di luar materi
yang dirinya sampaikan. Ia pun melepas seragam partai yang melekat di
tubuhnya.
"Saya akan jawab secara pribadi sebagai putrinya Bung Karno. Ya, ayah
saya bukan, beliau bukan pengkhianat. Tidak mungkin seorang proklamator
pengkhianat," ujarnya mengenang peristiwa itu.
Selepas menjawab pertanyaan tersebut, ia mengatakan meminta letkol itu
untuk bertemu. Megawati ingin mengetahui apakah pertanyaan itu
benar-benar dari pikiran si letkol atau justru pikiran dari orang lain.
Menurutnya, si letkol langsung mendatanginya dan meminta maaaf.
Presiden ke-5 RI itu mengatakan peristiwa itu menggambarkan masih banyak
orang-orang yang tak mengenal sosok Sukarno. Selain itu, kata Megawati,
masih ada yang takut menyebut Sukarno sebagai orang yang melahirkan
Pancasila.
"Itu yang akibatnya sekarang itu, kemasukanlah kita dengan yang namanya,
sekarang disebut radikalisme. ingin ada ideologi baru sebagai pengganti
Pancasila," tuturnya.
Lebih lanjut, Megawati menyebut masih ada yang berupaya membelokan
Pancasila selama ini. Namun, bagi Megawati Pancasila yang benar adalah
yang dicetuskan Sukarno pada 1 Juni 1945. Ia ingin kenyataan ini menjadi
konsensus dalam pengamalan nilai-nilai Pancasila.
Lihat juga:
Minta Penangkapan, Massa Reuni 212 Sebut Sukmawati 'Si Busuk'
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191202074537-20-453240/minta-penangkapan-massa-reuni-212-sebut-sukmawati-si-busuk/>
*(fra/eks)*