Serikat Karyawan Bulog Dukung Penguatan Peran Komersial
Kamis , 05 Desember 2019 | 10:00
Serikat Karyawan Bulog Dukung Penguatan Peran Komersial
Sumber Foto : Istimewa
Dirut Bulog Budi Waseso memegang kemasan beras sachet
POPULER
Bos Samsung Indonesia Jadi Korban Jiwasraya
<http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/10680/bos_samsung_indonesia_jadi_korban_jiwasraya>Penumpang
Pelni Diprediksi Naik 5,8 Persen Selama Nataru
<http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/10676/penumpang_pelni_diprediksi_naik_5_8_persen_selama_nataru>Empat
Start-up Indonesia Jajaki Pasar Swiss
<http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/10678/empat_start_up_indonesia_jajaki_pasar_swiss>Pertumbuhan
Kredit Perbankan RI Diprediksi Hanya 9 Persen
<http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/10679/pertumbuhan_kredit_perbankan_ri_diprediksi_hanya_9_persen>Juara
Liga 1, Saham Bali United Naik Hampir 6 Persen
<http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/10675/juara_liga_1__saham_bali_united_naik_hampir_6_persen>
Listen to this
JAKARTA - Serikat Karyawan (Sekar) Perum Bulog mendukung penuh kebijakan
manajemen perusahaan yang fokus pada penguatan peran komersial serta
mendukung sinkronisasi kebijakan sebagai bentuk keberpihakan pada petani
dan konsumen.
"Dukungan kepada Manajemen difokuskan kepada penguatan komersial
perusahaan, yang sejalan dengan penugasan Pemerintah terhadap penyediaan
beras bagi masyarakat secara umum maupun masyarakat berpenghasilan
rendah," kata Ketua Sekar Perum Bulog Febby Novita melalui keterangan
tertulis di Jakarta, Rabu (4/12/2019).
Sebelumnya, Perum Bulog menyatakan akan memperkuat perannya sebagai BUMN
pangan dengan memperbesar porsi penjualan beras secara komersial,
daripada untuk penugasan pada tahun 2020.
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menjelaskan saat ini porsi
penjualan beras untuk komersial sebesar 20 persen, sementara beras untuk
penugasan pemerintah sebesar 80 persen. Pada 2020 mendatang, Bulog ini
porsi untuk penjualan beras komersial bertambah menjadi 50 persen.
"Tahun depan keinginan saya bisa 50:50 karena kita kan dananya dari
komersial. Kalau kita gunakan komersial 50 persen, paling tidak berarti
Bulog bisa mendapatkan keuntungan. Kalau hanya 20 persen komersial, itu
terlalu kecil untuk membiayai operasional Bulog," kata Budi Waseso atau
Buwas pada konferensi pers di Gedung Bulog Jakarta, Selasa (3/12).
Strategi Bulog untuk memperkuat bisnis komersial ini sejalan dengan
berkurangnya penugasan dari pemerintah dalam penyediaan beras bagi
masyarakat berpenghasilan rendah melalui program Bantuan Pangan Non
Tunai (BPNT).
Selain itu, Bulog juga bisa memperoleh keuntungan dan mencicil
pembayaran utang perusahaan.
Menyinggung kebijakan disposal beras, Febby Novita menilai direksi Bulog
sudah tepat melakukan pelepasan stok beras yang mengalami turun mutu
sebanyak 20.000 ton.
Beras yang dinyatakan turun mutu tersebut telah melalui pemeriksaan
laboratorium yang direkomendasikan Badan Ketahanan Pangan Kementerian
Pertanian dan BPOM.
Beras yang masuk ke Gudang Bulog juga telah melalui proses pemeriksaan
kualitas oleh surveyor independen, dan perawatan kualitas dalam gudang
sesuai dengan SOP yang berlaku sehingga beras selalu dalam kondisi segar
dan baik
"Kami sudah pastikan apabila beras tersebut masih memiliki manfaat akan
dilakukan pengolahan, penukaran, penjualan dibawah HET, serta dihibahkan
untuk bantuan kemanusiaan," kata Febby.
Pelepasan stok ini telah sejalan dengan Peraturan Menteri Pertanian
nomor 38 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah.
Febby juga mendukung pernyataan Dirut Bulog Budi Waseso bahwa penyerapan
gabah dan beras yang dilakukan Bulog dalam rangka penugasan pemerintah,
apabila ada potensi kerugian atas penugasan tersebut akan ada kompensasi
dari Pemerintah.*(E-3/ant)*