Rocky Gerung: Saya Serius Sebut Presiden Tak Paham Pancasila
Reporter:
Halida Bunga
Editor:
Syailendra Persada
Kamis, 5 Desember 2019 09:02 WIB
Rocky Gerung. Twitter/@rockygerungRocky Gerung. Twitter/@rockygerung
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Akademikus, Rocky Gerung
<https://www.tempo.co/tag/rocky-gerung>, mengatakan serius ketika
menyebut Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak paham pancasila. "Saya
serius mengatakan Presiden tidak paham," kata Rocky kepada Tempo pada
Rabu, 5 Desember 2019.
Rocky menjelaskan, jika Presiden Jokowi memahami Pancasila, mestinya ia
tak mengeluarkan kebijakan yang bertentangan.
Dia mencontohkan, di isu lingkungan, salah satu kebijakan itu adalah
rencana menghapus syarat Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal)
dalam pengurusan perizinan investasi. Menurut dia, kebijakan itu
bertentangan dengan sila ke-5.
"Amdal itu adalah paradigma dunia hari ini. Melanggar amdal artinya
tidak Pancasilais. Pancasilais, berarti ada Amdal," kata Rocky.
Contoh lainnya, Rocky menyebut kenaikan iuran Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan juga menjadi salah satunya.
Menurutnya, kebijakan itu tak tepat dilakukan dalam keadaan ekonomi yang
sulit.
Selain sila ke-5, Rocky menyebut kebijakan Pemerintah juga mesti
berbasis demokrasi seperti sila ke-4. Menurut dia, membubarkan
organisasi masyarakat dengan membuat Peraturan Pemerintah Pengganti
Undang-undang (Perpu) bertentangan dengan asas demokrasi.
ADVERTISEMENT
Rocky mengatakan pemerintah seharusnya tidak mematikan Pancasila dalam
satu terminologi. "Supaya living ideas. Dia bisa bertahan kalau
diambangkan. Kalau dimaterilkan, dibekuk sebagai ideologi, dia berhenti.
Kreasi terhadap bangsa berhenti begitu dianggap Pancasila sudah final.
Pancasila tidak akan pernah final. Harus dianggap begitu," kata Rocky.