Skandal Garuda di Bawah Ari Askhara: Keuangan hingga Penyelundupan
https://kumparan.com/kumparanbisnis/skandal-garuda-di-bawah-ari-askhara-keuangan-hingga-penyelundupan-1sNtaZXuaPl?utm_source=kumMobile&utm_medium=whatsapp&utm_campaign=share
Dirut PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Ari Askhara
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Ari Askhara. Foto: Ema
Fitriyani/kumparan
Garuda Indonesia <https://kumparan.com/topic/garuda-indonesia>saat ini
menghadapi sorotan. Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu)
menemukan barang selundupan berupa suku cadang motor Harley Davidson dan
sepeda lipat Brompton di pesawat baru, Airbus A330-900 neo pada 17
November 2019.
Pesawat Garuda Indonesia GA9721 terbang dari Delivery Center Airbus di
Toulouse, Prancis, menuju Bandara Soetta, Tangerang, Banten, Indonesia.
Barang-barang ilegal itu disebut milik petinggi Garuda Indonesia. Bahkan
ada rumor bila pemilik suku cadang Harley itu adalah Direktur Utama
Garuda, I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Askhara. Namun rumor itu
langsung dibantah oleh Garuda Indonesia.
Sejak maskapai pelat merah itu berada di bawah kepemimpinan Ari Askhara
mulai September 2018, terdapat beberapa keputusan atau peristiwa yang
mencuri perhatian publik.
Berikut*kumparan *rangkum aksi korporasi hingga skandal Garuda Indonesia
di bawah kepemimpinan Ari Askhara.
1. Skandal Laporan Keuangan: Rugi 'Dipoles' Jadi Untung
Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sepakat menemukan
adanya pelanggaran pada laporan keuangan tahunan 2018 PT Garuda
Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Untuk itu, kedua regulator ini sepakat
menjatuhkan hukuman kepada akuntan publik, kantor akuntan publik, maupun
perseroan.
Hal ini bermula ketika dua komisaris Garuda, yakni Chairal Tanjung dan
Dony Oskaria, menganggap laporan keuangan 2018 Garuda Indonesia tidak
sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Maka
keduanya menolak menandatangani laporan keuangan tersebut.
Konferensi pers Garuda Indonesia terkait sanksi laporan keuangan
perusahaan di Kebon Sirih, Jakarta.
Konferensi pers Garuda Indonesia terkait sanksi laporan keuangan
perusahaan di Kebon Sirih, Jakarta. Foto: Ema Fitriyani/kumparan
Menurut mereka, seharusnya Garuda Indonesia mencatatkan rugi senilai USD
244,95 juta di tahun 2018. Namun dalam laporan keuangan malah tercatat
perusahaan mencetak laba bersih USD 809,84 ribu, meningkat tajam dari
tahun 2017 yang rugi USD 216,58 juta.
Ternyata, Garuda Indonesia memasukkan pendapatan kerja sama penyediaan
wifi di dalam pesawat dan bagi hasil dengan Sriwijaya Air Group.
GIAA diketahui menjalin kerja sama menyediakan layanan wifi gratis pada
sejumlah pesawat. Dari kerja sama tersebut GIAA sejatinya memperoleh
pendapatan baru.
Namun menurut Komisaris Garuda Indonesia, Chairal Tanjung, pendapatan
GIAA dari Mahata sebesar USD 239,94 juta serta USD 28 juta yang
didapatkan dari bagi hasil dengan PT Sriwijaya Air seharusnya tidak
dicantumkan dalam tahun buku 2018.
“Kita hanya keberatan dengan 1 transaksi,” ungkap Chairal Tanjung di
Jakarta, Rabu (24/4).
2. Larangan Selfie di Dalam Pesawat
Garuda Indonesia mengeluarkan surat larangan mengambil gambar di dalam
pesawat. Dari surat yang diterima*kumparan*, larangan ini dikeluarkan
pada 14 Juli 2019 dan ditandatangi oleh Pjs SM FA Standarization &
Development Garuda Indonesia, Evi Oktaviana.
"Tidak diperbolehkan mendokumentasikan segala kegiatan di pesawat, baik
berupa foto ataupun video oleh Awak Kabin ataupun penumpang," tulis
pengumuman Garuda Indonesia dikutip *kumparan*, Selasa (16/7).
Larangan Mengambil Foto di Dalam Pesawat Garuda Indonesia
Larangan Mengambil Foto di Dalam Pesawat Garuda Indonesia. Foto: Dok.
Istimewa
Surat tersebut juga meminta awak kabin seperti pramugari menyampaikan
larangan mengambil gambar dan video kepada penumpang. Larangan ini gugur
bila penumpang telah memperoleh surat izin dariGaruda Indonesia
<https://kumparan.com/kumparanbisnis/penumpang-vip-airbus-garuda-selundupkan-brompton-dan-harley-1sN3uObBZkV>.
Bila melanggar, penumpang akan memperoleh sanksi dari maskapai.
"Perusahaan akan memberi sanksi jika terjadi pelanggaran terhadap
ketentuan di atas," tutupnya.
Tak berselang lama, Garuda Indonesia merevisi surat larangan mengambil
gambar, baik foto ataupun video, di dalam pesawat. Surat revisi ini
dikeluarkan 16 Juli dan ditandatangani oleh Direktur Operasi Garuda
Indonesia, Capt. Bambang Adisurya Angkasa.
Dalam pengumuman yang diterima *kumparan*, Selasa (16/7), Garuda
Indonesia merevisi keputusannya dari 'melarang' jadi 'mengimbau'
penumpang untuk tidak mengambil gambar di dalam pesawat.
Alasannya, maskapai ingin menjaga ketertiban di dalam kabin pesawat,
serta menunjang keselamatan penerbangan dan menjaga kelancaran pelayanan
selama penerbangan. Imbauan ini juga untuk menghormati hak-hak penumpang.
"Penumpang diimbau dan dimohon tidak mengambil gambar, baik photo dan
video atau mendokumentasikan segala kegiatan di dalam kabin pesawat
selama penerbangan," isi surat pengumuman yang ditandatangani Capt.
Bambang.
*3. Live Music di Garuda Indonesia*
Garuda Indonesia menghadirkan hiburan live music akustik di dalam
pesawat. Namun, inovasi tersebut menuai kritik.
Pengamat penerbangan, Alvin Lie, juga punya pendapat terkait live music
di dalam pesawat. Menurutnya, Garuda Indonesia perlu memahami bahwa/mood
/dan kebutuhan penumpang dalam sebuah penerbangan sangat beragam.
"Mungkin ada yang sedang berduka, sebagian mungkin ingin manfaatkan
waktu terbang untuk istirahat atau tidur, sebagian lainnya sambil garap
pekerjaan, dan sebagainya," tutur Alvin.
Yovie Widianto & Kahitna menghibur penumpang Garuda Indonesia
Yovie Widianto & Kahitna menghibur penumpang Garuda Indonesia. Foto:
Helinsa Rasputri/kumparan
4. Buka Tutup Rute Rugi: Jakarta-London
Maskapai Garuda Indonesia
<https://kumparan.com/kumparanbisnis/penumpang-vip-airbus-garuda-selundupkan-brompton-dan-harley-1sN3uObBZkV>
membuka kembali penerbangan rute Jakarta-London pada 13 Desember 2018.
Padahal rute ini sempat ditutup karena rugi.
Keputusan membuka rute itu berdasarkan analisa internal perusahaan.
Bahkan, tingkat keterisian penumpang diklaim sangat tinggi. Tak berhenti
disitu, rute ke Eropa pun dikembangkan mulai 1 Oktober 2019.
Garuda Indonesia membuka rute penerbangan Denpasar-Medan-Amsterdam
dilayani dengan armada Airbus A330-200 berkapasitas 222 penumpang,
dengan konfigurasi kursi 36 kelas bisnis dan 186 kelas ekonomi sebanyak
6 kali dalam seminggu yaitu setiap hari Selasa, Rabu, Kamis, Jumat,
Sabtu, dan Minggu. Rute ke Amsterdam via Medan dinilai tidak menguntungkan.
5. Penyelundupan Harley Davidson dan Brompton
Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan adanya
18 kotak selundupan yang dibawa melalui pesawat baru Airbus A330-900 Neo
milik Garuda Indonesia.
Kasubdit Komunikasi Dan Publikasi Bea Cukai Deni Surjantoro menegaskan,
18 kotak itu milik penumpang VIP yang ikut dalam pendaratan pertama
Airbus baru Garuda tersebut.
"Itu punya penumpang VIP /on board/. Bisa manajerial, manajemen, itu kan
pesawat baru. Bukan penumpang biasa," ujar Deni kepada kumparan, Selasa
(3/12).
Pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900 Neo
Pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900 Neo. Foto: Iqbal FIrdaus/kumparan
Menurutnya, 18 kotak selundupan tersebut terdiri dari 15 kotak yang
berisi/spare part /motor Harley Davidson bekas dan sisanya merupakan
unit sepeda lipat baru merek Brompton. Seluruh kotak itu diperiksa Bea
Cukai pada 17 November 2019.
"Itu kita periksa 17 November 2019, pesawatnya tipe Airbus A 330-900
Neo," katanya.
Adapun penumpang pembawa komponen motor Harley Davidson bekas itu
berinisial SAW, sementara pembawa unit Brompton merupakan penumpang
berinisial LS.
"Aku cuma bisa sebut inisial, Harley Davidson itu SAW dan Brompton itu
LS. Ini pemeriksaan penumpang biasa," tambahnya.
Terkait daftar penumpang VIP di dalam pesawat, Vice President Corporate
Secretary Garuda Indonesia, M. Ikhsan Rosan, menyebut mereka merupakan
pihak internal dan eksternal perusahaan yang menyaksikan serah terima
A330-900 Neo di pabrikan Airbus, Toulouse Prancis.
Namun menurut sumber *kumparan*, penumpang yang tiba tersebut merupakan
direksi dan serikat pekerja Garuda Indonesia. Salah satu penumpang VIP
tersebut adalah Ari Askhara.
Garuda Indonesia <https://kumparan.com/topic/garuda-indonesia>Harley dan
Brompton di Pesawat Garuda
<https://kumparan.com/topic/harley-dan-brompton-di-pesawat-garuda>Brompton
<https://kumparan.com/topic/brompton>Harley dan Brompton di Garuda
<https://kumparan.com/topic/harley-dan-bromptom-di-garuda>
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan.Laporkan tulisan
<https://kumparan.com/report/story/skandal-garuda-di-bawah-ari-askhara-keuangan-hingga-penyelundupan-1sNtaZXuaPl>