Berikut kelanjutan artikel pendapat RG, (lih. artikel di bawah, Thu, 5 Dec- 2019) dlm rangka penjernihan atas pemahaman ttg Pancasila. Salam. Lusi.-
Rocky Gerung Tanggapi Potensi Masuk Penjara karena Pernyataan Jokowi Tak Paham Pancasila Penulis: anung aulia malik Editor: Mohamad Yoenus Jumat https://wow.tribunnews.com/2019/12/06 "Dia hapal tapi dia enggak paham," ungkap pengamat politik yang pernah mengajar di UI ini. Rocky Gerung beralasan, dia berkata demikian lantaran presiden disebut telah melakukan kesalahan-kesalahan, seperti berhutang. "Kalau dia paham dia enggak berhutang itu," ungkapnya. Selain itu, ada hal-hal yang seharusnya tak dilakukan presiden, termasuk menaikkan iuran BPJS. "Kalau dia paham dia enggak naikin BPJS, kalau dia paham dia enggak melanggar undang-undang lingkungan itu," katanya. Tak tanggung-tanggung, Rocky Gerung mengungkapkan hal kontroversi itu di depan Menteri Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD yang tersambung melalui sambungan telepon. (Channel Youtube Indonesia Lawyers Club) Sehingga, Rocky Gerung berharap jelang tahun depan, orang-orang tidak meributkan soal ideologi. "Jadi Pak Karni kita ingin agar supaya ada semacam biasanya orang sebut apa, resolusi. Ya itu bahwa berhentilah soal ideologi," pinta Rocky Gerung. Sedangkan suatu negara yang memaksakan ideologinya itu dianggap seperti paham fasisme dan komunisme. "Soalnya negara yang ngotot punya ideologi itu fasisme dan komunisme itu," pungkasnya. Rocky Gerung Ungkap Pancasila Belum Final Rocky Gerung turut mengomentari soal penerbitan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Front Pembela Islam (FPI) yang hingga kini belum ada kejelasan. Rocky Gerung menganggap organisasi masyarakat (ormas) termasuk FPI wajar memiliki ciri khasnya masing-masing. "Lalu, kalau dia ormas memang dia mesti berbeda dengan pemerintah," kata Rocky Gerung dikutip TribunWow.com dari Indonesia Lawyers Club. Rocky Gerung lantas mengkritik pemerintah yang disebut menginginkan ormas memiliki ideologi seperti negara. "Kalau ormas sama dengan pemerintah namanya Orneg, organisasi negara, eneg tuh jadinya tuh," protes Rocky Gerung. "Jadi banyak logika yang kacau, disampaikan di publik itu," imbuhnya. Rocky Gerung kemudian mengatakan masih banyak orang yang tidak paham cara bernegara. "Karena apa, karena kita enggak tahu sebetulnya apa dalil pertama bernegara," ungkapnya. Menurut Rocky Gerung, jika ada orang yang mengatakan tidak Pancasilais namun justru menjadi perdebatan itu merupakan sesuatu aneh. "Kalau saya bilang 'Saya enggak Pancasilais', lalu orang usir saya dari NKRI tuh, 'Saya bilang tidak Pancasilais', bukan anti Pancasila tentu orang mesti tanya 'Kenapa Anda tidak Pancasilais', karena bagi saya tidak masuk akal," jelas Rocky Gerung. Menurutnya, Pancasila dijadikan ideologi sebuah negara merupakan hal yang aneh. Pasalnya, Rocky Gerung menganggap bahwa ideologi hanya dapat dimiliki oleh manusia. "Pancasila dijadikan ideologi negara tuh, negara itu barang abstrak, benda mati pula." "Yang berideologi tuh orang, individu, yang punya keyakinan hidup," ungkapnya. Namun, Rocky Gerung menegaskan bahwa apa yang diungkapkannya itu tanpa kepentingan politik di baliknya. "Jadi negara yang berideologi itu dua kali ngaco, saya terangkan ini secara pikiran bukan dalam rangka politik," katanya. Lalu, ia memprotes pernyataan-pernyataan soal Pancasila merupakan hal yang sudah tidak bisa diganggu gugat. Rocky Gerung merasa, sifat mutlak hanya terjadi di akhirat. "Jadi kalau dikatakan tadi bahwa ideologi Pancasila itu sudah final, di mana finalnya?." "Kalau sudah final, artinya potensial pikiran manusia itu berhenti di akhirat, juga di akhirat itu namanya final itu," ungkap pengamat politik asal Manado ini. Ia berpendapat bahwa pikiran atau ideologi manusia itu selalu berubah-ubah. Seperti orientasi seksual hingga pendapatnya mengenai Pimpinan FPI, Habib Rizieq. "Selama kita hidup, kita selalu berubah pikiran per detik." "Orientasi seksual saya berubah setiap detik, imaji saya tentang Jokowi berubah setiap dua detik, pengetahuan saya tentang Habib Rizieq itu berubah setiap tiga detik itu, apa yang final," papar Rocky Gerung. (TribunWow.com/Anung Malik/Mariah Gipty) Beginn der weitergeleiteten Nachricht: Datum: Thu, 5 Dec 2019 11:49:02 +0100 Von: "'Lusi D.' [email protected] [nasional-list]" <[email protected]> An: [email protected], <[email protected]>, "Chalik Hamid [email protected] [nasional-list]" <[email protected]> Betreff: [nasional-list] Rocky Gerung Dukung Junimart Laporkan Dirinya Kalau betul-betul terjadi memang bagus karena pengertian dan pemahaman ttg Pancasila itu akan menjadi jernih bagi setiap orang. Lusi.- https://www.stadiapic.com/show-media/6A3F9QVN4R5UNN9w4Q9h5T Rocky Gerung Dukung Junimart Laporkan Dirinya Rocky mengatakan sebagai anggota DPR, Junimart tak betul-betul memahami prinsip dasar konstitusi tentang simbol negara. Rocky menilai keliru jika Junimart menganggap dia telah menghina simbol negara. "Simbol negara itu bukan Presiden. Presiden itu enggak mungkin menetap, karena bisa diganti. Yang menetap itu lambang negara. Seperti bahasa, bahasa adalah simbol negara," katanya. Selain itu, Rocky mengatakan tak menghina Presiden. Dia hanya menyebut Presiden tak mengerti Pancasila. Rocky menegaskan, pernyataannya merupakan cerminan kebebasan berpendapat. Mestinya, kebebasan berpendapat itu yang mesti dijamin bagi setiap warga negara. Sumber Berita : Tempo 5 Desember 2019 Follow @Rockygerungfans untuk mendapatkan Update Berita, Quote dan Video Rocky Gerung. _ _ #rockygerungfans #rockygerung
|
Kalau betul-betul terjadi memang bagus karena pengertian dan pemahaman |
