RI-Australia Perkuat Kerja Sama Pertahanan
------------------------------------------------------------------------
....
<https://sp.beritasatu.com/dunia/riaustralia-perkuat-kerja-sama-pertahanan/589413/#>
Suara Pembaruan
Sabtu, 07 Desember 2019 - 12:50
<https://sp.beritasatu.com/dunia/riaustralia-perkuat-kerja-sama-pertahanan/589413/#>
....
Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia, Marise Payne (kiri), Menteri
Pertahanan (Menhan) Australia, Linda Reynolds (kedua kiri), Menlu RI,
Retno Marsudi, dan Menhan RI, Prabowo Subianto, berpose sebelum
pertemuan bilateral 2+2, di Nusa Dua, Bali, Jumat (6/12/2019).
*Nusa Dua, Beritasatu.com*- Indonesia dan Australia berkomitmen
memperkuat kerja sama global dan pertahanan di tengah tantangan baru
seperti ancaman terorisme, keamanan siber, dan proteksionisme ekonomi.
Komitmen tersebut disepakati dalam pertemuan 2+2 antara menteri luar
negeri (Menlu) dan menteri pertahanan (Menhan) kedua negara, seusai
pertemuan Forum Demokrasi Bali atau Bali Democracy Forum (BDF) ke-12, di
Nusa Dua, Bali, Jumat (6/12/2019).
Menlu RI, Retno Marsudi, mengatakan pertemuan 2+2 tersebut merupakan
pertemuan keenam kalinya untuk kedua negara. Hadir mendampingi Retno
adalah Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto, sedangkan dari
pihak Australia diwakili Menlu, Marise Payne, dan Menhan Linda Reynolds.
“Ini menunjukkan kuatnya ikatan, hubungan Indonesia-Australia, dan
komitmen untuk terus meningkatkan kerja sama berdasarkan asas
kesetaraan, saling menghormati termasuk integritas wilayah negara lain,”
kata Retno Marsudi dalam konferensi pers bersama, dikutip dari video
resmi Kementerian Luar Negeri RI, Jumat (6/12).
Menurut Retno Marsudi, Indonesia dan Australia adalah mitra untuk terus
menjaga perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan. Kedua negara
sepakat segera menyelesaikan rencana aksi dari Kemitraan Komprehensif
Strategis yang telah ditandatangani pada 2018.
Retno Marsudi menyebut Indonesia juga mengapresiasi dukungan Australia
terhadap ASEAN Outlook on Indo-Pacific (Wawasan ASEAN untuk
Indo-Pasifik). Indonesia mengundang Australia untuk berpartisipasi dalam
Indo-Pacific Infrastructure and Connectivity Forum yang akan
diselenggarakan di Indonesia pada pertengahan 2020.
Ke depan, lanjut Retno Marsudi, Indonesia dan Australia juga akan
memperkuat kerja sama di Pasifik lewat kontribusi untuk isu-isu seperti
perubahan iklim, pemberdayaan ekonomi, dan perempuan. Kawasan Pasifik
terdiri dari pulau-pulau yang terletak di Samudera Pasifik, mencakup
antara lain Papua dan Maluku di Indonesia.
Sementara itu, Menlu Australia, Marise Payne, mengatakan Indonesia dan
Australia tinggal bertetangga di kawasan paling dinamis dan berkembang
di dunia. Australia menyambut kontribusi Indonesia untuk membuat
arsitektur regional Indo-Pasifik.
“Indo-Pasifik mempunyai potensi yang sangat banyak tidak hanya untuk
Indonesia, tetapi juga kawasan secara keseluruhan,” kata Payne yang
telah mengikuti tiga dari enam pertemuan 2+2 bersama Menlu Retno.
*Pasukan Perdamaian*
Pada kesempatan itu, Menhan RI, Prabowo Subianto, mengatakan Indonesia
dan Australia akan melakukan pengerahan bersama pasukan perdamaian PBB.
Selain itu, Australia mengundang TNI mengikuti lebih banyak lagi latihan
bersama, serta mengundang perwira dan taruna ikut serta dalam pendidikan
di akademi militer Australia.
“Kita membahas pertama kalinya melaksanakan pengerahan bersama operasi
pasukan perdamaian PBB. Ini suatu yang baru yang akan kita rintis,” kata
Prabowo Subianto.
Menhan Australia, Linda Reynolds, mengatakan Australia sangat menghargai
pengalaman ekstensif Indonesia dalam operasi pasukan perdamaian.
Indonesia merupakan 10 besar kontributor terbesar pasukan perdamaian PBB.
Sumber : Suara Pembaruan