-- 
j.gedearka <[email protected]>



https://mediaindonesia.com/read/detail/276305-infrastruktur-tak-bisa-dimakan-presiden-siapa-yang-suruh-makan


Sabtu 07 Desember 2019, 20:16 WIB

Infrastruktur tak Bisa Dimakan, Presiden: Siapa yang Suruh Makan

Antara | Politik dan Hukum
 
Infrastruktur tak Bisa Dimakan, Presiden: Siapa yang Suruh Makan

Antara
Foto udara pengerjaan Jalur Trans Papua di Wamena, Papua.
 

PRESIDEN Joko Widodo menyatakan membangun Indonesia yang luas dan besar 
membutuhkan ketahanan semangat, keberanian, kepercayaan diri dan optimisme yang 
kuat.

"Negara ini negara besar tidak mungkin kita membangun dengan semangat yang 
setengah-setengah, enggak mungkin," kata Presiden Jokowi saat membuka Kongres 
II Relawan Projo di Jakarta International Expo Kemayoran, Sabtu (7/12).

Presiden Jokowi mengatakan tantangan yang dihadapi dalam pembangunan Indonesia 
saat ini dan ke depan juga masih banyak sekali. "Perjalanan kita juga masih 
panjang dalam memperbaiki, membenahi seluruh aspek yang ada di negara ini," 
katanya.

Presiden menyebutkan, selama lima tahun sebelumnya (2014-2019), pemerintah 
fokus atau konsentrasi di pembangunan infrastruktur. Itupun belum selesai dan 
akan dilanjutkan lagi lima tahun ke depan.

Ia memberikan contoh yang paling ekstrem dalam urusan pembangunan infrastruktur 
di Papua. "Lima tahun yang lalu saat saya di Wamena mau ke Nduga, rakyat kita 
butuh empat hari empat malam berjalan di tengah hutan, kadang seminggu. Coba 
bayangkan kalau ada yang sakit dibawa ke Wamena butuh emlat hari empat malam," 
katanya.

Presiden menyebutkan Indonesia negara yang sangat besar sehingga tidak mungkin 
hanya mengurus Pulau Jawa. "Ada 17.000 pulau yang membutuhkan perhatian, kalau 
enggak kita lihat, kita bisa lupa bahwa ada kabupaten yang namanya Kabupaten 
Nduga," katanya.

Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) bersantap siang bersama para pemenang 
Festival Gapura Cinta Negeri asal Kabupaten Nduga dan Kepulauan Yapen Papua di 
Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/9/2019). (Antara)

Ia menceritakan dirinya ke sana empat tahun yang lalu. Ia sudah dua kali ke 
Nduga dan yakin banyak orang Papua sendiri yang belum pernah ke Nduga karena 
medannya yang sangat sulit. "Saya ke sana saya tanya ke bupati penduduknya 123 
ribu jiwa, kok banyak sekali padahal waktu saya turun dari heli saya enggak 
lihat satu orangpun, itu di kota kabupaten, enggak ada orang," katanya.

Iapun menyampaikan ke bupati bahwa ingin bertemu dengan penduduk Kabupaten 
Nduga. "Bisa Pak, Bapak pergi ke jalan dari sini ke distrik yang paling dekat, 
delapan jam Pak," kata Jokowi menirukan jawaban bupati.

Presiden Jokowi pun diajak jalan delapan jam melalui tengah hutan. Ia pun 
diajak ke pasar yang paling hanya ada 60 orang. "Inilah negara kita, jangan 
membayangkan Indonesia ini kayak Jakarta semua, jangan membayangkan Indonesia 
hanya Pulau Jawa. Mereka juga membutuhkan pembangunan infrastruktur, logistik, 
seperti yang kita nikmati di Pulau Jawa," katanya.

Berdasar kondisi itu, iapun memerintahkan pembangunan jalan tembus 
Wamena-Nduga. Saat ini sudah rampung sehingga dari Nduga ke Wamena hanya perlu 
4 jam.  

"Itulah pentingnya infrastruktur, jangan sampai ada yang bilang infrastruktur 
enggak bisa dimakan. Siapa yang suruh makan infrastruktur," kata Jokowi. (X-15)

Baca juga: Jokowi Percepat Kesejahteraan Papua

Baca juga: Lima Prioritas Menuju Indonesia Maju

Baca juga: Efek Pembangunan Infrastruktur Ciptakan Ekonomi Baru





Kirim email ke