https://www.tribunnews.com/pendidikan/2019/12/08/mengintip-perubahan-bahasa-indonesia-di-era-digital-sarat-kata-baru-dan-emosikon
Mengintip Perubahan Bahasa Indonesia di Era Digital, Sarat Kata Baru dan
Emoticon

Minggu, 8 Desember 2019 10:03 WIB

*TRIBUNNEWS.COM <http://TRIBUNNEWS.COM>** –* Internet sudah membawa
perubahan terhadap sendi-sendi kehidupan manusia. Mulai dari cara mencari
hiburan, informasi, bahkan dalam pekerjaan. Namun, tanpa disangka
sebelumnya, internet ternyata telah membawa perubahan dalam hal komunikasi,
khususnya dalam penggunaan bahasa.

Pengaruh ini akhirnya memunculkan Komunikasi berperantarakan
komputer-internet (KBKI), yang menurut Kepala Bidang Pelindungan, Pusat
Pengembangan dan Pelindungan, BPBP Dr. Ganjar Harimansyah dalam artikel
berjudul ‘Bahasa Indonesia di Dunia Siber: Komunikasi Berperantarakan
Komputer-Internet’ merupakan genre baru dalam berkomunikasi.

Penggunaan bahasa dalam KBKI atau di internet ini sering kali tidak
beraturan. Misalnya saja penggunaan bahasa asing seperti bahasa Inggris dan
akronim seperti OTW (on the way), BTW (by the way), CMIIW (correct me if
I’m wrong), dan OOT (out of topic) sering kali digunakan dalam ketika
menuliskan status, atau berkomunikasi dalam forum dan media sosial.


Tak hanya dipersingkat dan menggunakan bahasa asing, kehadiran *emoticon* dan
stiker juga menggantikan fungsi bahasa dalam berkomunikasi di internet,
contohnya *emoticon* :( untuk menunjukan sedih, :) untuk menunjukkan rasa
gembira, T,T untuk menunjukkan tangisan dan masih banyak lagi.

Selain itu, pengguna bahasa daerah juga kerapa kali muncul. Penggunaan
istilah teh, wae, bah, dan wong terlihat tak asing ketika berkomunikasi di
internet.

Perubahan dalam berbahasa ini, menurut Ketua Jurusan PBSI UIN Jakarta Dr
Makyun Subuki, M.Hum saat Seminar Nasional bertema ‘Dinamika Penggunaan
Bahasa Indonesia di Era Revolusi Industri 4.0
<https://www.tribunnews.com/tag/revolusi-industri-40>’ pada Rabu
(3/10/2019) lalu di Jakarta, adalah sebuah fenomena dimana penggunaan
bahasa mengikuti kehidupan penggunanya.

“Bahasa Indonesia yang kita pakai mengikuti penggunaan. Setiap teknologi
yang kita pakai membawa dan memengaruhi perilaku berbahasa kita,” ujar Dr
Makyun Subuki, M.Hum, ketua Jurusan PBSI UIN Jakarta.

Seminar yang berlangsung sebagai rangkaian acara memperingati Bulan Bahasa
sekaligus penutup Olimpiade Bahasa dan Sastra Indonesia 2019 ini
mengungkapkan secara lebih terperinci seperti apa penggunaan bahasa
Indonesia <https://www.tribunnews.com/tag/penggunaan-bahasa-indonesia> di
Era Revolusi Industri 4.0
<https://www.tribunnews.com/tag/revolusi-industri-40>.

Pembahasan ini pun secara apik didiskusikan bersama Dr Luh Anik Mayani,
M.Hum; Ivan Lanin; dan Amalia Zahra, Ph.D yang membagikan dinamika ini dari
beberapa sisi, seperti sosial, ekonomi, hingga perkembangan teknologi dari
generasi ke generasi.

Luh Anik yang hadir dalam seminar tersebut mengungkapkan, tak hanya membawa
perubahan dalam berkomunikasi, hadirnya teknologi seperti internet ternyata
juga memunculkan kata-kata baru yang mewakili suatu konsep yang belum ada
sebelumnya



“Contohnya kata laman, situs, unggah, unduh, kata kunci, pengguna (user),
warganet (warga+internet), dan lain-lain,” ujarnya.

*Wadah Pembelajaran Bahasa Indonesia*

Kemunculan teknologi seperti internet tak hanya membawa perubahan bahasa
tulisan dan lisan bahasa Indonesia, lewat internet kini masyarakat juga
bisa mempelajari bahasa Indonesia secara mudah dan cepat.



Salah satu mengetahui berbagai kosakata Indonesia dan cara penulisan bahasa
Indonesia yang baik dan benar lewat social media.

Ivan Lanin, salah satunya. Lewat twitter, Ivan memberikan beberapa ilmu
baru seperti kosakata yang jarang digunakan hingga penulisan suatu kata
yang benar. Tak jarang, beberapa pengikutnya ada yang berkonsultasi
menggunakan bahasa Indonesia yang benar.

Ivan juga menunturkan, perkembangan teknologi menjadi ladang baik untuk
pengajaran bahasa, terlebih jika melihat kondisi masyarakat Indonesia saat
ini .

“Banyak orang Indonesia belum bisa membedakan e taling dan e terbuka, toko
dan tokoh, yang memiliki pelafalan berbeda, namun dilafalkan sama oleh
masyarakat,” terangnya.

*Penggunaan Bahasa di Era **Revolusi Industri 4.0
<https://www.tribunnews.com/tag/revolusi-industri-40>*

Berbeda dengan yang lain, Amalia Zahra yang turut hadir dalam seminar
tersebut mengungkapkan jika pengguna bahasa akan sangat berbeda dalam
Era Revolusi
Industri 4.0 <https://www.tribunnews.com/tag/revolusi-industri-40> ini.

Ia menyoroti bagaimana bahasa memiliki peran yang penting dalam
perkembangan sistem integrasi teknologi. Contohnya seperti sistem teknologi
smart home yang hanya dengan mengucapkan suatu fon atau kata yang dibisa
dipahami oleh sistem tersebut.



“Misalnya kita lupa mematikan kompor. Jika dulu harus pulang ke rumah,
sekarang hanya melalui aplikasi smart home pada smartphone kita hanya perlu
mengucapkan beberapa kata dan kompor tersebut telah mati,” ujar Amalia.

Jadi bisa disimpulkan jika pada Era Revolusi Industri 4.0 dinamika bahasa
tak hanya membawa perubahan dan memberikan kosakata baru, namun juga
menaikkan penggunaan bahasa yang semakin erat dengan penggunan teknologi
sekarang bahkan di masa depan nanti.*(*)*

Editor: Content Writer

Kirim email ke