Presiden Tegaskan Kartu Prakerja Bukan untuk Gaji Pengangguran
------------------------------------------------------------------------
....
<https://sp.beritasatu.com/ekonomi/presiden-tegaskan-kartu-prakerja-bukan-untuk-gaji-pengangguran/590032/#>
Suara Pembaruan
Rabu, 11 Desember 2019 - 10:19
<https://sp.beritasatu.com/ekonomi/presiden-tegaskan-kartu-prakerja-bukan-untuk-gaji-pengangguran/590032/#>
....
Kartu Prakerja
*Jakarta, Beritasatu.com*- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan,
program Kartu Prakerja bukan untuk menggaji pengangguran. Program
tersebut semata-mata demi meningkatkan kompetensi angkatan kerja di
Indonesia.
“Terkait implementasi Kartu Prakerja, saya ingin menegaskan lagi program
ini bukan menggaji pengangguran. Ini penting saya sampaikan, karena
seolah-olah pemerintah akan menggaji (pengangguran). Tidak,” kata
Presiden di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (10/12/2019).
Presiden menjelaskan, Kartu Prakerja nantinya digunakan membiayai
pelatihan ataupun vokasi bagi para pencari kerja usia 18 tahun ke atas
dan tidak sedang dalam pendidikan formal. Selain itu juga ke pekerja
aktif dan korban pemutusan hubungan kerja (PHK).
Presiden kembali menegaskan, tujuan Kartu Prakerja yaitu menyiapkan
angakatan kerja. “Meningkatkan keterampilan para pekerja dan korban PHK
untuk/reskilling/dan/upskill/agar semakin produktif dan meningkatkan
daya saing,” imbuh Presiden.
Di sisi lain, Presiden meminta program-program sosial lain segera
dijalankan mulai Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat
(JKN-KIS), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Pangan Non Tunai
(BPNT).
Hal terpenting, lanjut Presiden, penyalurannya betul-betul tepat
sasaran. Sasaran JKN-KIS pada 2020 mencapai 96,8 juta jiwa penerima
bantuan. Sementara untuk PKH sebanyak 10 juta keluarga. Kemudian BPNT
sebanyak 15,6 juta keluarga melalui kartu sembako.
Presiden mengatakan, program Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah dan
lanjutan program Bidik Misi akan diberikan kepada 818.000 mahasiswa
penerima.
Sementara Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto
mengatakan, implementasi Kartu Prakerja secara nasional baru
direalisasikan Agustus 2020. Kartu Prakerja, tahap awal diujicoba di dua
kota pada Maret dan April 2020. “Rencananya (uji coba) di Jakarta dan di
Bandung dan basisnya adalah aplikasi. Kemudian di bulan April sampai
Agustus adalah perluasan implementasi di berbagai
kota./Launching//nation wide/itu direncanakan di bulan Agustus,” ungkap
Airlangga.
Menurut Airlangga, pemerintah tengah menuntaskan peraturan presiden
(perpres) terkait Kartu Prakerja./Project management office/(PMO)
disiapkan pada Januari 2020. Pada Januari 2020, sudah ada penjelasan
publik dalam bentuk web.
Airlangga menuturkan, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 10
triliun untuk Kartu Prakerja. Alokasi anggaran kartu prakerja setiap
orang berkisar di antara Rp 3 juta - 7 juta. Perbedaan itu bergantung
pada pelatihan yang diterima pemilik kartu prakerja “Kalau
pelatihan/lifestyle/seperti untuk kopi, penjahit ataupun/hair
dressing/itu kan lebih lebih rendah dibandingkan untuk pelajaran untuk
dicoding, algorithm dan yang lain. Jadi tentu range-nya bervariasi.
Normal standarnya itu di Rp 3 juta -7 juta,” ucap Airlangga Hartarto.
Sumber : Suara Pembaruan