Jokowi Soroti Empat Hal dalam Pembangunan Infrastruktur
Rabu , 11 Desember 2019 | 09:30
Jokowi Soroti Empat Hal dalam Pembangunan Infrastruktur
Sumber Foto : Antara
Presiden Jokowi
POPULER
OJK Sebut Jiwasraya Bakal Diselamatkan Anak Usahanya
<http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/10921/ojk_sebut_jiwasraya_bakal_diselamatkan_anak_usahanya>Terbang
ke Singapura, Erick Thohir Bertemu Investor Global
<http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/10920/terbang_ke_singapura__erick_thohir_bertemu_investor_global>Luhut:
Pabrik Baterai Litium Beroperasi 2023
<http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/10919/luhut__pabrik_baterai_litium_beroperasi_2023>Penerapan
B20 Efektif Turunkan Emisi
<http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/10888/penerapan_b20_efektif_turunkan_emisi>Luhut
Sebut Investasi UEA Masuk Tahap Finalisasi
<http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/10918/luhut_sebut_investasi_uea_masuk_tahap_finalisasi>
Listen to this
JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyoroti empat hal dalam proses
pembangunan infrastruktur agar dapat mengejar ketertinggalan pembangunan
dari negara-negara lain.
"Pertama saya ingatkan pembangunan infrastruktur harus difokuskan kepada
konektivitas di sepanjang rantai pasok yang menghubungkan pasar dengan
sentra-sentra produksi rakyat mulai dari pertanian, perikanan,
perkebunan, industri, termasuk di dalamnya UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan
Menengah)," kata Presiden Jokowi di Kantor Presiden Jakarta, Selasa
(10/12/2019).
Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut dalam rapat terbatas (ratas)
dengan topik "Akselerasi Implementasi Program Infrastruktur". Ratas itu
juga dihadiri oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan para menteri kabinet
Indonesia Maju.
"Sehingga infrastruktur yang kita bangun betul-betul memiliki dampak
pada indeks logistik perform kita serta memiliki dampak pada peningkatan
daya saing produk-produk ekspor negara kita," tambah Presiden.
Hal kedua yang ditekankan Presiden Jokowi adalah meneruskan pembangunan
modernisasi moda transportasi massal.
"Seperti MRT (mass rapid transportation), LRT (light rapid
transportation), dan juga kereta cepat terutama di kota-kota besar agar
keseluruhan dari sistem transportasi di kota-kota besar semakin efisien,
ramah lingkungan dan terkoneksi secara menyeluruh," ungkap Presiden.
Penekanan ketiga adalah perbaikan manajemen rantai pasok konstruksi.
"Saya juga minta dilakukan pembenahan terus-menerus pada manajemen
rantai pasok konstruksi, mulai dari penyiapan SDM, peralatan, material,
inovasi, teknologi, dan pendanaan," tambah Presiden.
Menurut Presiden Jokowi, masih ada celah antara suplai dan permintaan
material konstruksi.
"Misalnya kebutuhan aspal sebesar 650 ribu ton baru terpenuhi 70 persen
kemudian kebutuhan baja 9 juta ton baru terpenuhi 60 persen, artinya
kita perlu memperkuat industri pendukung infrastruktur," ungkap Presiden.
Presiden juga menegaskan bahwa tidak mungkin semua infrastruktur
dibiayai APBN.
"Oleh karena itu kita tawarkan model pembiayaan kreatif, baik investing
seperti Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), lalu juga
Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA). Karena itu
ekosistem investasi di seluruh sektor infrastruktur harus segera
diperbaiki sehingga memiliki daya tarik dan daya saing investasi yang
semakin baik," jelas Presiden.
Hal keempat adalah perintah Presiden Jokowi agar BUMN tidak mengambil
semua proyek BUMN.
"Saya ingatkan kembali agar proyek-proyek infrastruktur semuanya jangan
diambil oleh BUMN. Ini penting digarisbawahi, dari proyek yang
besar-besar sampai kecil-kecil sering kali bukan hanya melibatkan anak
BUMN tapi juga sampai ke cucu-cucu BUMN," ungkap Presiden.
Presiden meminta agar BUMN memberikan ruang lebih luas pada swasta,
pengusaha lokal hingga pengusaha kecil menengah dan tenaga kerja lokal
agar terlibat dalam pembangunan infrastruktur.
"Saya yakin semangat kolaboratif kita mampu mengejar ketertinggalan
pembangunan infrastruktur di tanah air," tegas Presiden.*(E-3/ant)*