Yang belajar ekonomi itu kan siapa saja. Ini sekolah. Ada yg islam, Kristen, jawa, iran, cina, buta, hidungnya pesek dll yg belajar ekonomi di sekolah ini.
Dinegara2 yg mayoritas Islam dan negara Syariah sendiri ya sudah adalah ekonomi Syariah ini yg kesemuanya berjalan sesuai dgn prinsip2 ekonomi. Prinsip2 islamnya itu yg membingungkan. Gak tahu apa substansinya? Ujung2nya ya hukum supply demand yg tetap berjalan dan pak untung ya tetap jadi idola. Hanya saja lucunya semarak ekonomi Syariah ini didengung2kan dinegara2 spt Indonesia, Malaysia dll yg rakyatnya belum melek matanya dgn istilah ekonomi Syariah ini. Sekarang kelihatannya Malaysia sudah agak melek matanya dibandingkan Indonesia. Coba lihat bank muamalat yg paling gede di Indonesia yg lagi sekarat skrg ini problemnya apa? NPF/non performing financing, kesalahan pemilihan strategi bisnis, harusnya focus ke retail bukan ke corporate (terlalu kasih kredit ke sector minyak kelapa sawit dan batubara) dll. Akhirnya CAR/capital adequacy ratio nya anjlok ke 11.58% yg adalah batas minimum utk suatu perusahaan disebut aman. Rasio ini mengukur capital/modal dan asset utk protect duit nasabah dan mencegah kekacauan dalam keuangan dunia. Anjlok 94%, Laba Muamalat Tersisa Rp 6,57 M https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20191009211240-29-105770/anjlok-94-laba-muamalat-tersisa-rp-657-m Terungkap! Ini Penyebab Masalah Kronis di Bank Muamalat https://www.cnbcindonesia.com/market/20191115093424-17-115443/terungkap-ini-penyebab-masalah-kronis-di-bank-muamalat ini masalah gak becus manage bank nya. Gak ada urusan dgn Syariah atau islam nya. Ini yg kebanyakan orang perlu tahu jangan mimpi sama istilah Syariah dll yg ujung2nya ya sami mawon: ekonomi. nesare From: [email protected] <[email protected]> Sent: Thursday, December 12, 2019 8:06 PM To: [email protected]; nesare <[email protected]>; Sunny ambon <[email protected]>; Chan Sik Yin <[email protected]>; Teng Siu Tjeng <[email protected]>; 潘玥 <[email protected]>; Lin Shi Fang <[email protected]>; Ita Nadia <[email protected]>; Radi Dharmawan Isaak <[email protected]>; Hasan Karman <[email protected]>; Ervlyn Yang <[email protected]>; Gunarto <[email protected]>; Chen Haoqi <[email protected]>; Huang Rucai <[email protected]>; Famili1 <[email protected]>; URECA <[email protected]>; Harsono Sutedjo <[email protected]>; Hian Siauw <[email protected]>; Darwin Iskandar Aidit <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Agung Sedayu dan Salim Group Kalau saja dikatakan ekonomi syariah itu mimpi indah umat Islam, yang hendak meniadakan bung pinjaman di bank atau jadi 0%, apakah didunia ini tidak ada ahli ekonomi yang MUSLIM ??? Aneh juga kalau ahli ekonomi Muslim itu tidak berusaha mengungkap kekeliruan syariah Islam disitu, yang jelas tidak sesuai dengan hukum ekonomi. Atau mungkin mereka bisa menemukan jalan tengahnya, bunga tidak 0%, tapi cukup dikurangi saja agar TIDAK dikatakan pemerasan? Jadi masih sesuai dengan syariah Islam yang utamakan keadilan sosial itu! Dalam kenyataan yang terjadi di Tiongkok juga begitu, saat RADIKALISME komunis menghajar kapitalisme, jadi kebablasan membasmi hak-milik perseorangan atas alat produksi sekarang juga, oleh Deng diambil jalan tengahnya! Dimana tingkat kesejahteraan masyarakat masih sangat miskin, dimana tenaga produksi masih sangat, sangat terbelakang, ... hak-milik perseorangan atas alat produksi itulah justru akan mendorong perputaran ekonomi lebih cepat! Biarkan kapitalis-kapitalis tumbuh berkembang lebih baik, seiiring dengan tumbuh berkembangnya kapitalis berarti juga tumbuh berkembangnya barisan BURUH dan makin kuatnya BURUH Industri itulah yang akan menjadi KEKUATAN-POKOK dan pimpinan Revolusi Sosialisme! Jadi, yang dijalankan di Tiongkok 40 tahun terakhir ini disamping BUMN, usaha milik NEGARA yang utama, juga ada hak-milik kapitalis perseorangan dan milik-kolektif (koperasi) yang tumbuh berkembang sesuai pasar ekonomi-sosialis yang diberlakukan. Ternyata, sistem macam begini, yg moderat, mengambil jalan tengah dengan pertahankan keseimbangan, jadi tidak ekstrim kiri maupun kanan inilah yang mendorong maju ekonomi Tiongkok maju dengan dahsyat! Jalan sosialisme berkarakter Tiongkok inilah yang BERHASIL membebaskan lebih 1 milyar rakyat Tiongkok dari kemiskinan, ... dalam jangka waktu 40 tahun! On 13/12/2019 上午12:05, 'nesare' [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] wrote: Ya adalah. Yg berani tuding agung seday dan salim group bangun pusat keuangan Syariah di PIK itu ya bodoh seperti ente yg bodoh gak ngerti konteksnya. Ekonomi Syariah itu adalah mimpi bagi kalangan islam. Mimpinya mereka2 ini adalah krn menginginkan bunga 0%, gampang ambil loan/pinjaman dll. Ini kan mimpi? Wong istilahnya saja: ekonomi Syariah. Ada istilah: ekonomi nya disamping Syariah nya. Artinya prinsip2 berjalannya yg harus sesuai dgn prinsip2 ekonomi. Gak bisa syariahnya saja yg jalan sendiri. Ujung2nya ya ekonomi juga. Hanya saja dimanfaatkan oleh businessman sbg pangsa pasar alias market segmentation. Mana ada urusan radikalisme dan terorisme disini? Wong urusannya bisnis cari duit, koq dibawa2 ke radikalisme dan terorisme? Ente saja yg buta tuli dan suka NYINYIR shg hal2 simple spt ini koq gobloknya dipakai? Hehehehe dasar tukang NYIINYIR!! Nesare From: [email protected] <mailto:[email protected]> <mailto:[email protected]> <[email protected]> Sent: Thursday, December 12, 2019 10:51 AM To: GELORA45 <mailto:[email protected]> <[email protected]> Subject: [GELORA45] Agung Sedayu dan Salim Group Ada yang berani tuding mereka radikal, teroris, sekaligus pendukung khilafah? - Agung Sedayu dan Salim Group Bangun Pusat Keuangan Syariah di PIK <https://m.kumparan.com/amp/kumparanbisnis/agung-sedayu-dan-salim-group-bangun-pusat-keuangan-syariah-di-pik-1sPCnnjMNFm?__twitter_impression=true> https://m.kumparan.com/amp/kumparanbisnis/agung-sedayu-dan-salim-group-bangun-pusat-keuangan-s <https://m.kumparan.com/amp/kumparanbisnis/agung-sedayu-dan-salim-group-bangun-pusat-keuangan-syariah-di-pik-1sPCnnjMNFm?__twitter_impression=true> yariah-di-pik-1sPCnnjMNFm?
