Hahahaa, bung Sunny, jalan nasib orang sendiri-sendiri. Saya sekalipun
tergolong Tionghoa tapi yang berjiwa tidak bisa dagang dan tjuga tidak
berjudi! Tempo hari sempat bermalam sehari di Macao, jadi perlukjan
nengok casino yg cukup ramai dan baunya rokok, ... membuat saya belum
taroh duit dimeja judi sudah cepat keluar saja! Jadi, yaah tidak
dapatkan untung juga tidak arugi!
Stanley Ho beristri 4, beberapa tahun yl. kena stroke jadi, pantaslah
kalau berebutan warisan, ... bagaimana penyelesaiannya, saya juga tidak
ikuti. Sebodoh amat, toch gak akan kebagian! Hehehee, ...
On 17/12/2019 上午11:11, Sunny ambon wrote:
M/akao pusat casino. Seingat saya, menurut cerita didirikan oleh
Stanley Ho dengan modal US$ 50,-- yang dipinjam dari pamanya.
Belakangan, beberapa tahun lalu pertenkaran dalam keluarganya tentang
ahli waris Stanley. Entah sudah diselesaikan atau belum. Hanya Allah
saja yang tahu. Revenue tahun 2018 kurang $ 40 miliar.Apakah Bung
Chan sudah adu nasib di Macao? Kalau diberkati Allah dengan rejeki
nomplok dari casino, harap tabur sebagian kecil dari laba kepada kaum
yang membutuhkan fulus seperti saya./
On Tue, Dec 17, 2019 at 3:14 AM ChanCT [email protected]
<mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected]
<mailto:[email protected]>> wrote:
“Satu Negara Dua Sistem” Sukses Dilaksanakan di Makau
http://indonesian.cri.cn/20191217/7f9dd8dd-23e9-97ca-7999-e0efd8f976b3.html
2019-12-17 09:45:08
Tepatnya pada 20 Desember ini, adalah 20 tahun kembalinya Makau ke
tanah air. Selama 20 tahun ini, Undang-undang Dasar dan
Undang-undang Pokok Makau dapat dilaksanakan baik di Makau dan
pemerintahan Makau beroperasi lancar. Pemerintah Daerah
Administrasi Khusus Makau dan tokoh berbagai kalangan dengan tegas
memelihara kewibawaan Undang-undang Dasar dan Undang-undang Pokok
Makau, sukses memadukan baik prinsip “satu negara” dengan
perbedaan “dua sistem”, otoritas pemerintah pusat dengan otonomi
tinggi Makau, saat ini telah merintis situasi politik Makau yang baik.
Di bawah kekuasaan Portugal sebelum kembali ke tanah air,
saudara-saudara Makau tidak memiliki hak sipil dan hak
pemerintahan yang adil. Setelah kembali ke Tiongkok, Sistem
pemerintah ditetapkan berdasarkan Undang-undang Pokok, gagasan
“satu negara dua sistem” dapat dilaksanakan sukses.
Di bawah sistem “satu negara dua sistem”, pemerintah pusat
menjalankan tugas otoritas secara menyeluruh dan memberikan kuasa
kepada pemerintah Makau untuk menjalankan otonomi tinggi. Menurut
Undang-undang Pokok, pemerintah daerah administrasi khusus Makau
memiliki kekuasaan legislatif, yudikatif,eksekutif dan pengadilan
final, saudara-saudara Makau memiliki hak pokok dan kebebasan yang
ditetapkan dan dilindungi undang-undang. Dibandingkan dengan masa
sebelum kembali ke tanah air, Kepala Pusat Penelitian Taiwan,Hong
Kong, Makau Akademi Ilmu Sosial Tiongkok Chen Xinxin berpendapat,
“pemerintahan Makau oleh warga Makau, otonomi tinggi” dapat
dilaksanakan penuh di Makau, Saudara-saudara Makau telah menjadi
tuan rumah pada arti sesungguhnya.
Sejak berdirinya pemerintah daerah administrasi khusus Makau, di
atas dasar “pemerintahan Makau oleh warga Makau”, sistem dominasi
pemerintah dengan kepala eksekutif sebagai intinya telah terbentuk
di Makau. Sistem tersebut yang berbeda dengan sistem politik barat
dan sistem kekuasaan penjajahan masa Portugal telah sukses
mendorong operasional sistem politik di Makau dan juga mendorong
harmonis sosial.
Anggota Lembagai Penelitian Ilmu Hong Kong Makau Naisonal,
Profesor Wang Lei dari Peking Universitas menyatakan, usai kembali
ke tanah air, Makau dengan baik mengatur hubungan antar “satu
negara” dengan “dua sistem”, mengembangkan makna “dua sistem” di
dalam kerangka “satu negara”.