Mathla'ul Anwar selenggarakan seminar usulan Pahlawan Nasional
Rabu, 18 Desember 2019 08:55 WIB
Mathla'ul Anwar selenggarakan seminar usulan Pahlawan Nasional
Ketua Bidang Humas PBMA Aat Surya Safaat (tiga dari muda) bersama
pengurus PB MA dan kader MA (ANTARA/Mulyana)
Serang (ANTARA) - Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) pada 18 Desember
2019 ini kembali menyelenggarakan Seminar Usulan Pahlawan Nasional bagi
salah satu pendiri Ormas Mathla’ul Anwar, KH Mas Abdurrahman bin Jamal
Al-Janakawi.
Ketua Bidang Humas PBMA Aat Surya Safaat di Serang, Rabu mengatakan,
seminar yang berlangsung di Aula Pendopo Gubernur Banten itu mendapat
dukungan penuh dari Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur
Andika Hazrumy.
“Dengan adanya dukungan para petinggi di Pemerintahan Provinsi Banten
ini, kami semakin yakin bahwa almarhum KH Mas Abdurrahman tahun 2020
akan dianugerahi penghargaan sebagai Pahlawan Nasional,” kata wartawan
senior yang pernah bertugas sebagai Kepala Biro Kantor Berita ANTARA di
New York AS itu.
Aat lebih lanjut menjelaskan, Seminar Usulan Pahlawan Nasional bagi KH
Mas Abdurrahman adalah amanat dari Rakernas Mathla’ul Anwar 2019 yang
berlangsung di Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten dari
31 Agustus hingga 1 September 2019.
Sebagai tindaklanjut dari rekomendasi Rakernas Mathla’ul Anwar 2019 itu,
PBMA menyelenggarakan Seminar Usulan Pahlawan Nasional bagi KH Mas
Abdurrahman pada 28 November 2019 di Pandeglang atas kerjasama dengan
Pemerintah Kabupaten Pandeglang.
*Baca juga:PB MA: Mathla'ul Anwar tidak ajarkan radikalisme dan
ekstrimisme
<https://www.antaranews.com/berita/1110650/pb-ma-mathlaul-anwar-tidak-ajarkan-radikalisme-dan-ekstrimisme>*
Seminar Usulan Calon Pahlawan Nasional di daerah pengusul itu sendiri
adalah salah satu prasyarat yang ditentukan Undang-Undang Nomor 20 Tahun
2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK).
Setelah pelaksanaan seminar itu ada rekomendasi dari Bupati Pandeglang
kepada Gubernur Banten untuk mengusulkan secara resmi KH Mas Abdurrahman
bin Jamal Al-Janakawi sebagai Pahlawan Nasional.
Selanjutnya Gubernur Banten akan mengusulkan KH Mas Abdurrahman bin
Jamal sebagai Pahlawan Nasional kepada Presiden melalui Dewan Gelar,
Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan, dengan Surat Pengantar dari Dinas
Sosial Provinsi.
Rekomendasi usulan Pahlawan Nasional dari Gubernur Banten itu akan
disampaikan secara resmi setelah adanya hasil sidang Tim Peneliti
Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) tingkat Provinsi.
Menurut Aat, KH Mas Abdurrahman bin Jamal Al-Janakawi itu sendiri memang
layak mendapatkan penghargaan sebagai Pahlawan Nasional. Alasannya,
almarhum adalah tokoh pendidikan terkemuka di Banten, dan ulama Banten
itu semasa hidupnya juga aktif dalam perjuangan kemerdekaan RI.
Dalam upaya membuktikan luasnya dukungan terhadap usulan Pahlawan
Nasional bagi KH Mas Abdurrahman, tujuh Wilayah Mathla’ul Anwar yang
relatif dapat mewakili wilayah-wilayah Mathla’ul Anwar lainnya di
seluruh Indonesia juga menyelenggarakan seminar usulan Pahlawan Nasional.
Sampai sejauh ini sudah dua wilayah Mathla’ul Anwar yang
menyelenggarakan seminar tersebut, yakni Wilayah DKI Jakarta dan
Kalimantan Barat, dan pada 18 Desember 2019 ini Wilayah Banten
menyelenggarakan seminar yang sama, sedangkan empat wilayah lainnya
segera menyusul untuk menyelenggarakan seminar yang sama.
Seminar dan kajian akademis tentang kiprah KH Mas Abdurrahman sudah
harus selesai pada Maret 2020 karena semuanya, plus Surat Rekomendasi
dari Gubernur Banten harus diajukan paling lambat pada April 2020.
Khusus Seminar Usulan Pahlawan Nasional bagi KH Mas Abdurrahman yang
diselenggarakan di Serang Banten, narasumber yang tampil adalah Tokoh
Banten H Embay Mulya Syarief, Sejarawan Bonnie Triyana Ph.D, Sejarawan
Mufti Ali Ph.D, dan Peneliti dari Kementerian Agama Dr Ahmad Huriyudin
Humaedi.
*Baca juga:Aminuddin Ma'ruf diharapkan jembatani Presiden dengan aktivis
muda
<https://www.antaranews.com/berita/1176864/aminuddin-maruf-diharapkan-jembatani-presiden-dengan-aktivis-muda>*
Sementara itu rekam jejak sejarah menunjukkan, KH Mas Abdurrahman
bersama rekannya, KH E Mohammad Yasin dan KH Tb Mohammad Sholeh, dibantu
oleh sejumlah ulama dan tokoh masyarakat di daerah Menes mendirikan
Mathla’ul Anwar pada 10 Ramadhan 1334 Hijriah atau 10 Juli 1916.
Mathla’ul Anwar didirikan berselang empat tahun setelah berdirinya
Muhammadiyah serta sepuluh tahun lebih awal dibanding Nahdlatul Ulama
(NU). Muhammadiyah dirikan pada 18 Nopember 1912 di Yogyakarta oleh KH
Ahmad Dahlan dan NU pada 31 Januari 1926 di Surabaya oleh KH Hasyim Asy’ari.
Kini dalam usianya yang mencapai 103 tahun Mathla’ul Anwar telah
memiliki pengurus wilayah di 30 provinsi, 63 perguruan, dan ribuan
madrasah di seluruh Indonesia, bahkan telah memiliki perguruan tinggi,
yakni Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) di Pandeglang, Banten.
*Baca juga:Hanandjoedin kembali diusulkan jadi pahlawan nasional
<https://www.antaranews.com/berita/1156692/hanandjoedin-kembali-diusulkan-jadi-pahlawan-nasional>*
Pewarta: Mulyana
Editor: Ruslan Burhani